Latest Post

Artikel Islam : Mengapa Tauhid di Bagi Tiga ?


Artikel Islami

 

Oleh : Al Ustadz Ja’far Umar Thalib hafizhahullah wa saddada khuthahu

إِنَّالْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ الله وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ.

 يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

 يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ مِّنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيْرًا وَنِسَآءً وَاتَّقُوا اللهَ الَّذِيْ تَسَآءَلُوْنَ بِهِ وَاْلأَرْحَامَ إِنَّ اللهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيْبًا.

 يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا. أَمَّابَعْدُ؛

فَإِنْ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللهَ، وَخَيْرَ الهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى الله عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَشَّرَ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ وَكُلَّ ضَلاَلَةٍ فِي النَّارِ

Dalam masalah penjelasan para Ulama’ tentang Tauhid itu dibagi dalam tiga topik pembahasan, ini dapat kita merujuk kepada kitab Al Qaulus Sadid Syarah Kitabut Tauhid, karya Al Allamah Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah. Bisa juga pembahasan Tauhid itu dibagi dalam dua topik sebagaimana yang diuraikan dalam Fat-hul Majid. Dan semua itu hanyalah cara para Ulama’ dalam menjelaskan masalah Tauhid ini, agar Ummat mengerti tentangnya.

Sekarang kita buktikan satu-persatu dari ketiga topik pembahasan Tauhid ini betkenaan dengan Allah Ta’ala. Kita lihat saja Al Qur`an Surat Al Fatihah, yang selalu kita baca dalam setiap raka’at shalat kita. Di sana ada keterangan tentang ketiga topik pembahasan Tauhid tersebut. Lihatlah bagaimana Allah mengajari kita dengan lafadl yang terindah untuk memuji diriNya.

Allah Ta’ala berfirman :

“Segala puji bagi Allah, Rabb bagi sekalian alam semesta” (QS. Al Fatihah : 1)

Allah adalah Rabb bagi sekalian alam semesta. Artinya Allah adalah Pencipta, Pemilik, Penguasa, Pengatur sekalian alam semesta. Kita disuruh memujiNya dengan menyebut sifat RububiahNya. Ini masuk dalam katagori Tauhid Rububiah.

“Dia Yang Bernama Ar Rahman (Maha Pengasih) dan juga bernama Ar Rahim (Maha Penyayang)”. (QS. Al Fatihah : 2)

Yang ini masuk dalam kategori Tauhid Al Asma’ Was Sifat.

“Dia adalah Pemilik dan Raja Diraja satu-satunya di hari kiamat” (QS. Al Fatihah : 3)

Disaat semua makhluq hancur, langit dan bumi dan segenap penduduknya, kecuali Arsy dan KursiNya, Para Malaikat pembawa ArsyNya, dan Surga dan NerakaNya serta penghuni keduanya. Mereka semua dikecualikan oleh Allah dari kehancuran seluruh makhluqNya di hari kiamat. Ini adalah penegasan sifat RububiyahNya, bahwa Dia bukan saja sebagai Rabb alam semesta ini. Akan tetapi Dia adalah Rabb di segenap alam yang lainnya, sampaipun Dia juga Rabb disaat kehancuran yang sangat mengerikan di hari kiamat. Maka ayat ini mengajari kita betapa sempurnanya sifat Rububiyah Allah, dan kita disuruh mengikrarkan pengakuan kita kepada sifatNya ini dalam rangka menyanjungNya dan memuliakanNya.

Kemudian firman-Nya :

“Hanya kepadaMu Ya Allah, kami beribadah dan hanya kepadaMu pula kami meminta tolong” (QS. Al Fatihah : 4)

Ayat ini mengajari kita untuk mengikrarkan di hadapan Allah, Tauhid Uluhiyah. Dimana kita dihadapan Allah dalam shalat kita mengikrarkan bahwa kita hanya beribadah kepadaNya dan minta tolong hanya kepadaNya saja.

Kemudian setelah kita diajari menyanjung dan memuji Allah Ta’ala serta mengikrarkan Tauhid Rububiyah, Asma’ was Sifat, dan Uluhiyah, kita diajari oleh Allah Ta’ala berdo’a meminta kepadaNya sesuatu yang paling utama dalam hidup di dunia ini. Yaitu hidayahNya (PetunjukNya).

Allah Ta’ala berfirman :  Continue reading

Blog Stats

  • 99,303 Pengunjung

Archives

free counters
"Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh isi blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil , serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,.."

Twitter

Facebook Page

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 7,956 other followers

Mutiara Salaf

Yahya bin ‘Ammar rahimahullah pernah berkata, “Ilmu itu ada lima (jenis), yaitu: (1) ilmu yang menjadi ruh (kehidupan) bagi agama, yaitu ilmu tauhid; (2) ilmu yang merupakan santapan agama, yaitu ilmu yang mempelajari tentang makna-makna Al-Qur’an dan hadits; (3) ilmu yang menjadi obat (penyembuh) bagi agama, yaitu ilmu fatwa. Ketika seseorang tertimpa sebuah musibah maka ia membutuhkan orang yang mampu menyembuhkannya dari musibah tersebut, sebagaimana pernah dikatakan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu. (4) ilmu yang menjadi penyakit dalam agama, yaitu ilmu kalam dan bid’ah, dan (5) ilmu yang merupakan kebinasaan bagi agama, yaitu ilmu sihir dan yang semisalnya.” [Lihat Majmu’ Fatawa (X/145-146), Siyar A’lamin Nubala’ (XVII/482)]

Mutiara Salaf

Mu’aadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata : “Wajib atas kalian menuntut ilmu agama ini, karena mengajarkannya adalah amalan yang baik, mempelajarinya adalah ibadah, mengingatnya kembali adalah tasbih, mengadakan penelitian tentangnya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak mengerti adalah shadaqah, dan mengerahkan segala kesungguhan terhadap ilmu ini dengan mengambilnya dari para ulama merupakan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.”
Dengan demikian orang yang mengadakan penelitian tentang ilmu agama ini adalah mujahid fi sabilillah.” [Majmu’ Fatawa jilid 4/109]

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 7,956 other followers