Uncategorized

:: Muhibah Al-Ustadz Ja’far Umar Thalib ::


:: Muhibah Al-Ustadz Ja’far Umar Thalib

Pasang surut da’wah Salafiyah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah di Indonesia telah berlangsung sejak zaman Imam Bonjol di Sumatra Barat atau bahkan sebelumnya sampai sekarang. Saya sendiri telah menjalani da’wah ini sejak bulan Januari th. 1990 M sampai saat ini, juga mengalami sendiri pasang surut perjuangan tersebut. Tetapi da’wah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Indonesia, baru mengakses jaringan internet sejak th. 2000 M melalui laskarjihad.or.id. Suara da’wah terus menyertai ramainya berita-berita Jihad Fii Sabilillaah. Dan kaum Muslimin sangat antusias mengunjungi ajang informasi kami dalam jumlah ratusan ribuan setiap harinya. Sehingga da’wah Salafiyyah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah di mata kaum Muslimin menjadi simbul pembelaan terhadap rakyat Muslimin yang ditumpahkan darahnya dengan zhalim di daerah-daerah konflik di Indonesia. Kemudian pada bulan Oktober th. 2002 M saya membubarkan Laskar Jihad dengan segenap organisasinya, kami pun terpaksa menghilang dari dunia maya untuk sementara waktu. Sehingga sempat simbul-simbul da’wah Salafiyah di manipulasi oleh orang lain yang memanfaatkan harumnya nama baik da’wah ini di kalangan kaum Muslimin

Demi mengamati perkembangan informasi di media internet yang sangat memerlukan informasi Da’wah Salafiyah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah Indonesia yang sebenarnya. Maka anak-anakku para sarjana informatika di Jogjakarta menyatakan kebulatan tekad mereka untuk menjadi garda pengawal pundi-pundi informasi positif melalui media internet ini. Dan tampillah http://alghuroba.org mengunjungi anda untuk ikut berbagi rasa dengan suka duka kaum Muslimin dalam mengarungi problematika hidup di dunia ini. Semoga Allah Ta’ala menganugerahkan keikhlasan dan istiqomah di atasnya kepada para mujahid opini ini serta memberkahi amal usaha para tekhnisi penyaji pojok media ini dan menerima amal usaha mereka sebagai amalan sholih yang mengangkat derajat mereka di dunia dan akhirat. Amin Ya Mujibas sa’ilin.

Misi yang dikembangkan di sini ialah : Dua ujung tombak perjuangan Da’wah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang diwarisi oleh para pelaku da’wah ini dari para pendahulu yang Shalih atau terkenal dengan istilah Salafus Shalih. Yaitu :

1. Penumbuhan kembali pemahaman tentang agama Islam dengan benar, tegas dan lugas yang berisi pembekalan ilmu tentang Al Qur’an dan Al Hadits sesuai dengan apa yang diwariskan oleh Salafus Shalih.

2. Pencerahan kembali berbagai kerancuan dan kesimpangsiuran pemahaman tentang agama ini, dengan membantah secara ilmiyah berbagai penyimpangan pemahaman tersebut.

Ummat Islam tentunya sangat berkepentingan untuk dapat berlangsungnya dengan lancar kedua misi da’wah tersebut, disadari atau tidak. Dan kami, di tahun 2007 ini, akhirnya terpanggil untuk berkunjung kembali ke media anda dengan kedua misi tersebut. Semoga anda ikut bergembira dengan kemunculan kembali media ini kemudian ikut memilikinya dengan ikut menyampaikan tegur sapa kritik dan saran untuk kami. Terima kasih atas empati anda dan selamat menikmati sajian kami.

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Al Ustadz Ja’far Umar Thalib

Sumber : http://alghuroba.org/index.php?read=46

About Salafiyyin

Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh konten blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil, serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,..

Discussion

One thought on “:: Muhibah Al-Ustadz Ja’far Umar Thalib ::

  1. Haiah Kibarul Ulama mengatakan:

    إذا أحب الله عبده بارك له في عمره، ووفقه لحسن عمارة وقته، والخير والتوفيق في بركة العمر، لا في طوله ولا في قصره.

    “Jika Allah mencintai hamba-Nya, maka Dia akan memberkahi umurnya dan memberinya taufik untuk memakmurkan waktunya dengan sebaik-baiknya. Jadi kebaikan dan taufik itu dinilai pada keberkahan umur, bukan berdasarkan panjangnya dan bukan pula karena pendeknya.”

    Sumber || https://twitter.com/ssa_at/status/746809954011648001

    Posted by 'Aisyiyah | 12 July 2016, 6:47 AM

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

"Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh isi blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil , serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,.."

Twitter

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4,171 other followers

Mutiara Salaf

Yahya bin ‘Ammar rahimahullah pernah berkata, “Ilmu itu ada lima (jenis), yaitu: (1) ilmu yang menjadi ruh (kehidupan) bagi agama, yaitu ilmu tauhid; (2) ilmu yang merupakan santapan agama, yaitu ilmu yang mempelajari tentang makna-makna Al-Qur’an dan hadits; (3) ilmu yang menjadi obat (penyembuh) bagi agama, yaitu ilmu fatwa. Ketika seseorang tertimpa sebuah musibah maka ia membutuhkan orang yang mampu menyembuhkannya dari musibah tersebut, sebagaimana pernah dikatakan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu. (4) ilmu yang menjadi penyakit dalam agama, yaitu ilmu kalam dan bid’ah, dan (5) ilmu yang merupakan kebinasaan bagi agama, yaitu ilmu sihir dan yang semisalnya.” [Lihat Majmu’ Fatawa (X/145-146), Siyar A’lamin Nubala’ (XVII/482)]

Mutiara Salaf

Mu’aadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata : “Wajib atas kalian menuntut ilmu agama ini, karena mengajarkannya adalah amalan yang baik, mempelajarinya adalah ibadah, mengingatnya kembali adalah tasbih, mengadakan penelitian tentangnya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak mengerti adalah shadaqah, dan mengerahkan segala kesungguhan terhadap ilmu ini dengan mengambilnya dari para ulama merupakan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.”
Dengan demikian orang yang mengadakan penelitian tentang ilmu agama ini adalah mujahid fi sabilillah.” [Majmu’ Fatawa jilid 4/109]

%d bloggers like this: