Al Ustadz Ja'far Umar Thalib, Tanya Jawab

Tanya Jawab : Mengapa Saudi Arabia Tidak Membantu Palestina Melawan Yahudi?


Bismillah..

Tanya Jawab

Berikut kami sampaikan Seri Tanya Jawab Islami bersama Al Ustadz Ja’far Umar Thalib  di Masjid ‘Utsman bin ‘Affan.

Pertanyaan :

Mengapa Saudi Arabia -negara yang menjadikan Al Kitab was Sunnah sebagai dasar negara- tidak membantu Palestina yang sedang dijajah Yahudi Israel dengan cara mengirim tentara-tentara atau tank-tank milik negara ke sana?

Silahkan di simak jawabannya dan di download di sini :

Mirror  : 

lainnya ada di File Hosting : (Rapidshare, FreakShare,  FireDrive, Anonfiles,  Uploaded, ZippyShare, SpeedyShare, Sentmyway, Oboom, SolidFiles, HipFile, Uppit) : http://mir.cr/0C6LBICX

Barakallahufiikum.

 

About Salafiyyin

Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh konten blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil, serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,..

Discussion

One thought on “Tanya Jawab : Mengapa Saudi Arabia Tidak Membantu Palestina Melawan Yahudi?

  1. KENAPA RAJA SALMAN TIDAK SERANG ISRAEL BEBASKAN PALESTINA, TAPI MALAH SYI’AH YAMAN??

    Jika ada yang bertanya:

    “Kenapa Raja Salman Saudi beserta koalisinya justru menyerang Yaman dan tidak mengarahkan pesawat-pesawatnya untuk membebaskan Palestina?”

    Maka jawabannya adalah KISAH SHALAHUDDIN AL-AYYUBI berikut ini:

    Ketika Shalahuddin al-Ayyubi memutuskan untuk menghancurkan kaum Syiah Rafidhah dan Daulah al-‘Ubaidiyyah di Mesir, ada bertanya:

    “Mengapa Anda memerangi kaum Syiah Rafidhah dan Daulah al-‘Ubaidiyyah di Mesir, tapi membiarkan kaum Romawi Salibis (Kristen) menguasai Baitul Maqdis dan wilayah Palestina?”

    Shalahuddin al-Ayyubi menjawab: “Aku tidak akan memerangi kaum Salibis lalu membiarkan ‘punggung’ku tersingkap di hadapan kaum Syiah!”

    Maka beliau pun membasmi Daulah Syiah al-‘Ubaidiyah di Mesir, Maghrib dan Syam. Setelah itu, beliau pun memimpin penaklukan kembali Baitul Maqdis, membersihkan Masjid al-Aqsha dari kenistaan kaum Salibis dan mengembalikan Palestina ke pangkuan umat Islam.

    (Lihat: Kitab Sejarah al-Bidayah wa al-Nihayah oleh Imam Ibnu Katsir)

    *berdasarkan status fb Syekh Abdullah al-Ramadhany

    Posted by Leo | 29 September 2015, 8:44 AM

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

"Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh isi blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil , serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,.."

Twitter

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4,071 other followers

Mutiara Salaf

Yahya bin ‘Ammar rahimahullah pernah berkata, “Ilmu itu ada lima (jenis), yaitu: (1) ilmu yang menjadi ruh (kehidupan) bagi agama, yaitu ilmu tauhid; (2) ilmu yang merupakan santapan agama, yaitu ilmu yang mempelajari tentang makna-makna Al-Qur’an dan hadits; (3) ilmu yang menjadi obat (penyembuh) bagi agama, yaitu ilmu fatwa. Ketika seseorang tertimpa sebuah musibah maka ia membutuhkan orang yang mampu menyembuhkannya dari musibah tersebut, sebagaimana pernah dikatakan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu. (4) ilmu yang menjadi penyakit dalam agama, yaitu ilmu kalam dan bid’ah, dan (5) ilmu yang merupakan kebinasaan bagi agama, yaitu ilmu sihir dan yang semisalnya.” [Lihat Majmu’ Fatawa (X/145-146), Siyar A’lamin Nubala’ (XVII/482)]

Mutiara Salaf

Mu’aadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata : “Wajib atas kalian menuntut ilmu agama ini, karena mengajarkannya adalah amalan yang baik, mempelajarinya adalah ibadah, mengingatnya kembali adalah tasbih, mengadakan penelitian tentangnya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak mengerti adalah shadaqah, dan mengerahkan segala kesungguhan terhadap ilmu ini dengan mengambilnya dari para ulama merupakan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.”
Dengan demikian orang yang mengadakan penelitian tentang ilmu agama ini adalah mujahid fi sabilillah.” [Majmu’ Fatawa jilid 4/109]

%d bloggers like this: