Al Ustadz Ja'far Umar Thalib, Khutbah Jum'at

Khutbah Jum’at : Penjelasan Tiga Tauhid dalam Islam


Bismillah,

Dari Anas bin Malik –rahimahullah-, Nabi –shallallahu ‘alayhi wa alihi wasallam– bersabda,

ثَلاَثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيْمَانِ: أَنْ يَكُونَ اللهُ وَرَسُولُهُ أحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سَوَاهُمَا، وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لاَ يُحِبُّهُ إلاَّ لِلهِ، وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ بَعْدَ أَنْ أَنْقَذَهُ اللهُ مِنْهُ، كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ

“Tiga sifat yang jika ada pada diri seseorang, ia akan meraih manisnya iman: (1) Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya lebih ia cintai dari selain keduanya, (2) ia mencintai seseorang, tidaklah mencintainya melainkan karena Allah Subhanahu wa Ta’ala , (3) ia membenci untuk kembali kepada kekafiran—setelah Allah Subhanahu wa Ta’ala  menyelamatkannya darinya—sebagaimana ia benci apabila dilempar ke dalam api.” (Al-Bukhari –rahimahullah– meriwayatkan dalam “Kitabul Iman” bab “Halawatil Iman (Manisnya Iman)” (1/60 no. 16)

Berikut kami sampaikan Khutbah Jum’at yang dibawakan oleh Al Ustadz Ja’far Umar Thalib –hafidhohullah– di Masjid ‘Utsman bin ‘Affan yang menjelaskan tentang tiga tauhid dalam Islam, yakni Tauhid Rububiyyah, Tauhid Uluhiyyah dan Tauhid Asma’ wa Shifat ditinjau dari dalil-dalil dari  Ayat-ayat Qur’an dan Hadits Rosulullah –shallallahu ‘alayhi wa alihi wasallam– dan pemahaman Salafush Sholeh.

Silahkan di simak dan di download di sini : Tiga Tauhid dalam Islam

Mirror (dari Google)  :   https://safelinking.net/d/d230edee7e

Barakallahufiikum…

About Salafiyyin

Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh konten blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil, serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,..

Discussion

3 thoughts on “Khutbah Jum’at : Penjelasan Tiga Tauhid dalam Islam

  1. Mereka bilang, pembagian tauhid adalah bid’ah Wahabi yang diada-adakan pertama kalinya oleh Ibnu Taimiyah rahimahullahu.

    Berikut ini adalah perkataan Imam Ibnu Jarir ath-Thabari rahimahullahu yang wafat pada tahun 310 H. Beliau berkata dalam tafsir Surat Muhammad ayat 19 ;

    “Allah Yang Maha Tinggi penyebutan-Nya berfirman kepada nabi-Nya; Ketahuilah wahai Muhammad, bahwasannya tidak ada sesembahan yang layak dan pantas baginya Uluhiyah, yang boleh bagimu dan bagi para makhluk untuk beribadah kepadanya kecuali Allah yang Dia adalah Pencipta seluruh makhluk, Pemilik segala sesuatu, yang beriman kepada-Nya segala sesuatu yang selain Dia terhadap Rububiyah-Nya…”

    (Jaami’ al Bayaan fii Ta’wiil Aayi al Qur-aan, XXVI/55)

    ———————–

    Adakah Imam Ibnu Jarir seorang Wahabi?
    Wallahul musta’an.

    Semoga Allah selalu menjaga kita diatas agama-Nya yang hak. Amin.

    Posted by Ummu Annisa An Najiyah | 4 December 2012, 6:32 AM
    • Katakan pd mereka bahwa pembagian tauhid mjd 3 bukanlah bid’ah . Karna pembagian tauhid “RUBUBIYYAH,ULUHIYYAH Dan ASMA’WASIFAT” Adalah berdasarkan penelitian yg seksama thdp dalil” Al-Quran dan assunah hal ini sama spt halnya para ulama ahli bahasa yg membagi kalimat mjd 3 ; Isim,fi’il dan huruf.

      Banyak ayat” yg menggabungkan 3 macam tauhid ini bagi orang” yg mau mencermatinya sprti firman-NYA
      ” Tuhan (yg mengusai )langit dan bumi dan apa” yg ada d antara keduanya maka sembahlah dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya apakah kamu mengetahui ada seorang yg sama dg Dia ( yg patut d sembah) Qs.Maryam ayat 65

      ~ Tuhan (yg menguasai) langit dan bumi dan apa” yg ada d antara keduanya. “ini menunjukn Tauhid RUBUBIYYAH.
      ~maka sembahlah dia dan berteguh hatilah dalam beribadah kepada-NYA. Ini Menunjukan Tauhid ULUHIYYAH
      ~Apakah kamu mengetahui ada seorang yg sama dg Dia. Ini menunjukn Tauhid ASMA’ WA SIFAT.

      Lihat surat Al faatihah *ayat 2 menunjukan Tauhid Rububiyyah. *ayat 5 menunjukan Tauhid Uluhiyyah

      dan juga akhir surat dlm Al-Quran yaitu surat An naas *ayat 1 menunjukan Tauhid Rububiyyah *ayat 3 menunjukan Tauhid Uluhiyyah.

      Inilah Al-Quran d awali dan d akhiri dg Tauhid. Renungkanlah

      jangan asal tuduh wahai ahlul ahwa….dari kalangan ahlul Bid’ah…

      Posted by M. Ali | 4 December 2012, 9:38 AM

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Artikel Islam : Mengapa Tauhid di Bagi Tiga ? | DOWNLOAD DAKWAH SALAFY - 1 September 2015

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

"Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh isi blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil , serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,.."

Twitter

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4,171 other followers

Mutiara Salaf

Yahya bin ‘Ammar rahimahullah pernah berkata, “Ilmu itu ada lima (jenis), yaitu: (1) ilmu yang menjadi ruh (kehidupan) bagi agama, yaitu ilmu tauhid; (2) ilmu yang merupakan santapan agama, yaitu ilmu yang mempelajari tentang makna-makna Al-Qur’an dan hadits; (3) ilmu yang menjadi obat (penyembuh) bagi agama, yaitu ilmu fatwa. Ketika seseorang tertimpa sebuah musibah maka ia membutuhkan orang yang mampu menyembuhkannya dari musibah tersebut, sebagaimana pernah dikatakan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu. (4) ilmu yang menjadi penyakit dalam agama, yaitu ilmu kalam dan bid’ah, dan (5) ilmu yang merupakan kebinasaan bagi agama, yaitu ilmu sihir dan yang semisalnya.” [Lihat Majmu’ Fatawa (X/145-146), Siyar A’lamin Nubala’ (XVII/482)]

Mutiara Salaf

Mu’aadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata : “Wajib atas kalian menuntut ilmu agama ini, karena mengajarkannya adalah amalan yang baik, mempelajarinya adalah ibadah, mengingatnya kembali adalah tasbih, mengadakan penelitian tentangnya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak mengerti adalah shadaqah, dan mengerahkan segala kesungguhan terhadap ilmu ini dengan mengambilnya dari para ulama merupakan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.”
Dengan demikian orang yang mengadakan penelitian tentang ilmu agama ini adalah mujahid fi sabilillah.” [Majmu’ Fatawa jilid 4/109]

%d bloggers like this: