Faidah Kajian Ulama Salaf, Majalah Salafy

Faidah Ulama Salaf : Waspadai Ketidakadilan dalam Membantah Kebatilan.


Bismillah …

Al Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah –rahimahullah- berkata :

“Betapa banyak orang yang meyakini bahwa dia terdzalimi dan berada di pihak yang benar dalam segala sisi, padahal tidak begitu sebenarnya. Yang sesungguhnya dia berada di pihak yang benar dalam satu sisi dan dia juga memiliki kesalahan dan melakukan kedzaliman di sisi lain. Sedangkan lawannya berada di pihak yang benar dan berlaku adil. Akan tetapi cintamu kepada sesuatu yang membuat engkau menjadi buta dan tuli. Manusia pada umumnya mempunyai tabiat cinta kepada dirinya sendiri, sehingga yang terlihat hanya kebaikannya saja serta benci kepada lawannya sehingga yang terlihat hanya keburukannya saja. Bahkan bisa jadi cintanya kepada diri sendiri semakin besar kepada tingkatan melihat keburukannya sebagai kebaikan. Sebagaimana Allah berfirman :

أَفَمَنْ زُيِّنَ لَهُ سُوءُ عَمَلِهِ فَرَآهُ حَسَنًا ۖ فَإِنَّ اللَّهَ يُضِلُّ مَنْ يَشَاءُ وَيَهْدِي مَنْ يَشَاءُ ۖ فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Maka apakah orang-orang yang dihiasi baginya akan keburukan amalnya sehingga dia menyakininya sebagai perbuatan baik (sama dengan orang yang tidak tertipu? ). Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa saja yang Dia kehendaki dan memberi hidayah kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Maka janganlah dirimu menyesali mereka dan menjadi sedih. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat. (QS. Fathir ayat 8)

Terkadang semakin besar kebenciannya kepada lawannya sampai kepada tingkatan melihat kebaikan lawannya sebagai keburukan, sebagaimana dikatakan (dalam syair, ed): “Mereka melihat dengan mata permusuhan, kalau saja mata tersebut mata keridhoan, tentu mereka menganggap baik apa yang tadinya mereka anggap buruk.”

Perbuatan bodoh ini umumnya dibarengi dengan hawa nafsu dan kedzaliman, karena sesungguhnya manusia itu sangat dzalim dan bodoh.” (Di terjemahkan dari Ighatsatul Lahafan min Mashayidis Syaithan juz 2 hal. 193 karya Al Imam Ibnul Qayyim Al Jauziyyah –rahimahullah-, dan di nukil dari Majalah Salafy, Ketua Penasehat Al Ustadz Ja’far Umar Thalib –hafidhohullah-)

Download PDF : Waspadai Ketidakadilan dalam Membantah Kebatilan

About Salafiyyin

Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh konten blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil, serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,..

Discussion

No comments yet.

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

"Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh isi blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil , serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,.."

Twitter

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4,071 other followers

Mutiara Salaf

Yahya bin ‘Ammar rahimahullah pernah berkata, “Ilmu itu ada lima (jenis), yaitu: (1) ilmu yang menjadi ruh (kehidupan) bagi agama, yaitu ilmu tauhid; (2) ilmu yang merupakan santapan agama, yaitu ilmu yang mempelajari tentang makna-makna Al-Qur’an dan hadits; (3) ilmu yang menjadi obat (penyembuh) bagi agama, yaitu ilmu fatwa. Ketika seseorang tertimpa sebuah musibah maka ia membutuhkan orang yang mampu menyembuhkannya dari musibah tersebut, sebagaimana pernah dikatakan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu. (4) ilmu yang menjadi penyakit dalam agama, yaitu ilmu kalam dan bid’ah, dan (5) ilmu yang merupakan kebinasaan bagi agama, yaitu ilmu sihir dan yang semisalnya.” [Lihat Majmu’ Fatawa (X/145-146), Siyar A’lamin Nubala’ (XVII/482)]

Mutiara Salaf

Mu’aadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata : “Wajib atas kalian menuntut ilmu agama ini, karena mengajarkannya adalah amalan yang baik, mempelajarinya adalah ibadah, mengingatnya kembali adalah tasbih, mengadakan penelitian tentangnya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak mengerti adalah shadaqah, dan mengerahkan segala kesungguhan terhadap ilmu ini dengan mengambilnya dari para ulama merupakan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.”
Dengan demikian orang yang mengadakan penelitian tentang ilmu agama ini adalah mujahid fi sabilillah.” [Majmu’ Fatawa jilid 4/109]

%d bloggers like this: