Al Ustadz Ja'far Umar Thalib, Manhaj

REPOST : Manhaj Ahlus Sunnah Dalam Masalah Tahdzir (Lengkap)


Bismillah..

Tahdzir

Seri Kajian Manhaj Salaf kali ini adalah membahas tuntas masalah Tahdzir. Karena kami melihat begitu banyak Salafiyyin yang belum sepenuhnya memahami secara utuh tentang masalah  Tahdzir ini dan terjatuh kepada sikap Ghuluw terhadapnya. Ada beberapa tahap yang harus diketahui dan dipahami dalam  mentahdzir, dan tahapan-tahapan ini telah dijelaskan oleh  Al Ustadz Ja’far Umar Thalib (Ma’had Ihya ‘Us Sunnah, Degolan, Yogyakarta) secara detail dan terperinci sejak tahun 1995 lalu. Harusnya bila kita sudah pernah mendengar kajian tersebut kita dapat mengambil Ibrah dari kajian ilmu tersebut dan dapat mengamalkannya dalam setiap langkah kita ketika mendakwahkan manhaj yang haq ini kepada ummat, agar kita tidak mendzalimi kehormatan ummat Islam.

Silahkan di simak dan di download di sini : 

Google Site :

4Shared :

Semoga kajian manhaj kali ini dapat membuat kita menjadi semakin mengerti bahwa sangat penting untuk mengetahui apa saja Tahap-tahap ketika mentahdzir bagi siapa saja yang mengaku sebagai Ahlus Sunnah.

Barakallahufiikum..

About Salafiyyin

Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh konten blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil, serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,..

Discussion

No comments yet.

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

"Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh isi blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil , serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,.."

Twitter

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4,071 other followers

Mutiara Salaf

Yahya bin ‘Ammar rahimahullah pernah berkata, “Ilmu itu ada lima (jenis), yaitu: (1) ilmu yang menjadi ruh (kehidupan) bagi agama, yaitu ilmu tauhid; (2) ilmu yang merupakan santapan agama, yaitu ilmu yang mempelajari tentang makna-makna Al-Qur’an dan hadits; (3) ilmu yang menjadi obat (penyembuh) bagi agama, yaitu ilmu fatwa. Ketika seseorang tertimpa sebuah musibah maka ia membutuhkan orang yang mampu menyembuhkannya dari musibah tersebut, sebagaimana pernah dikatakan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu. (4) ilmu yang menjadi penyakit dalam agama, yaitu ilmu kalam dan bid’ah, dan (5) ilmu yang merupakan kebinasaan bagi agama, yaitu ilmu sihir dan yang semisalnya.” [Lihat Majmu’ Fatawa (X/145-146), Siyar A’lamin Nubala’ (XVII/482)]

Mutiara Salaf

Mu’aadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata : “Wajib atas kalian menuntut ilmu agama ini, karena mengajarkannya adalah amalan yang baik, mempelajarinya adalah ibadah, mengingatnya kembali adalah tasbih, mengadakan penelitian tentangnya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak mengerti adalah shadaqah, dan mengerahkan segala kesungguhan terhadap ilmu ini dengan mengambilnya dari para ulama merupakan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.”
Dengan demikian orang yang mengadakan penelitian tentang ilmu agama ini adalah mujahid fi sabilillah.” [Majmu’ Fatawa jilid 4/109]

%d bloggers like this: