Fatwa Ulama, Mufti Saudi Arabia

Seruan Syaikh Abdul Aziz Alusy Syaikh حفظه الله untuk Ahlussunah di Yaman


Bismillah…
Ahlul Bait Membenci Syiah - downloaddakwahsalafy.wordpress.com

Bimbingan Mufti Kerajaan Arab Saudi Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh حفظه الله terkait sikap syar’i yang harus ditempuh oleh kaum muslimin Yaman terhadap makar para pemberontak Rafidhah.

Nukilan:

جزء من خطبة سماحة المفتي عبد العزيز ال الشيخ لهذا اليوم

واختتم سماحته خطبته بالتأسف على مايجري في اليمن وقال :إخواني يؤسف كل مسلم ما يجري في اليمن السعيد من هذه الفوضويات والاضطرابات والقلاقل التي لا أول ولا آخر لها ، هذه المصائب في اليمن السعيد، إنما هي من تدبير أعداء الإسلام فليحذر المسلمون أن يستخدمهم أعدائهم، أيها الشعب اليمني المبارك ،من يحكم هذا البلد، أين العقول الجيدة ،أين العلماء وأين القادة وأين المفكرون، أن تضيع البلاد بهذا الشكل تدميراً واخلالاً للأمن وسفكاً للدماء ونهباً للأموال على أيدي المجوس وأعوانهم الذين يبغضون الإسلام وأهله، هذه الفرق الضالة هدفها القضاء على الإسلام ، ألا يكفي المسلمون مما مر بهم وان لا يمدو ايديهم مع اعدائهم ان اعدائهم المجوس لا يريدون لكم خيرا وانما يريدون افسادكم وفسادكم و سلب خيراتكم وتضليل افكاركم الى غير ذلك من آرائهم الضالة، فيا أيها الشعب اليمني ويا رجال اليمن اتقوا الله في أنفسكم ،عودوا إلى رشدكم وحكموا العقل والرأي السديد لتعلموا أن هذه الحملات السيئة المجوسية جاءت لإضلالكم واضعاف شوكتكم والقضاء على دينكم وكرامتكم وأخلاقكم، ما جاءوا حباً لكم ولا رحمة بكم ولكن جاءوا لينشروا الفساد كما يريدون ويأبى الله إلا أن يتم نوره ولو كره الكافرون، فيا إخواني في اليمن الله الله في أنفسكم وبحرماتكم وفي بلادكم أن تضيعوها في هذه الفتنة الضالة المضلة وفق الله الجميع لما يحب ويرضى إنه على كل شيئ قدير.

Samahatul Mufti Syaikh Abdul Aziz Alusy Syaikh حفظه الله pada hari ini (29 Jumadil Awal 1436H / 20 Maret 2015) menutup khutbahnya dengan menyerukan nasehat atas apa yang terjadi di Yaman. Beliau حفظه الله berkata:

Saudara-saudaraku, apa yang sedang terjadi di Yaman yang diberkati akan membuat sedih setiap muslim, yaitu kejadian-kejadian yang berupa berbagai kekacauan, kerusuhan dan kegoncangan yang tidak ada ujung-pangkalnya.

Berbagai musibah yang menimpa Yaman yang diberkahi ini, tiada lain didalangi oleh musuh-musuh Islam. Maka hendaknya kaum muslimin mewaspadai (jangan sampai) musuh-musuh mereka menjadikan mereka sebagai pembantu/pelayan.

Wahai bangsa Yaman yang penuh berkah! Siapa yang mengatur negeri ini? Dimana akal-akal yang sehat? Dimana para ulamanya? Dimana para pemimpinnya? Dimana para pemikirnya? Membiarkan negara sedemikian rupa, (membiarkan terjadinya) kerusakan dan pelanggaran keamanan, pertumpahan darah, penjarahan harta benda oleh tangan-tangan orang Majusi dan sekutu mereka yang mereka membenci Islam dan para pemeluknya.

Tujuan kelompok sesat ini tiada lain adalah membasmi Islam.

Hendaknya kaum muslimin tidak mencukupkan diri (pasrah) dengan apa yang mereka terima. Dan hendaknya mereka tidak mengulurkan tangan mereka kepada musuh-musuh mereka. Sesungguhnya musuh-musuh mereka yang Majusi ini tidaklah menginginkan pada kalian kebaikan, mereka hanyalah menginginkan kebinasaan dan kerusakan kalian, merampas sumber daya kalian, menyesatkan pemikiran kalian, dan pandangan-pandangan mereka yang sesat lainnya.

Maka wahai bangsa Yaman, wahai para pembesar Yaman! Bertaqwalah kalian kepada Allah dalam diri-diri kalian, kembalilah pada orientasi kalian, dan putuskan dengan akal dan pemikiran yang lurus agar kalian tahu bahwa serangan-serangan keji orang Majusi ini dilakukan untuk menyesatkan kalian, melemahkan kekuatan kalian, dan menghancurkan agama, kemuliaan dan akhlaq kalian.

Mereka tidak datang karena cinta pada kalian, tidak pula karena sayang pada kalian. Namun mereka datang untuk menyebarkan kerusakan sebagaimana yang mereka inginkan. Padahal Allah tidak menginginkan kecuali untuk menyempurnakan cahayaNya meskipun orang kafir membencinya.

Maka wahai saudara-saudaraku di Yaman. Allah… Allah… Jagalah diri kalian, kehormatan kalian, dan negara kalian. (Jangan) kalian membiarkannya berada dalam fitnah yang sesat dan menyesatkan ini.

Semoga Allah memberi taufiq kepada kita semua untuk mengamalkan apa yang Dia cintai dan ridhai. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dinukil Dari http://goo.gl/hnNQTS

About Salafiyyin

Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh konten blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil, serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,..

Discussion

No comments yet.

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

"Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh isi blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil , serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,.."

Twitter

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4,071 other followers

Mutiara Salaf

Yahya bin ‘Ammar rahimahullah pernah berkata, “Ilmu itu ada lima (jenis), yaitu: (1) ilmu yang menjadi ruh (kehidupan) bagi agama, yaitu ilmu tauhid; (2) ilmu yang merupakan santapan agama, yaitu ilmu yang mempelajari tentang makna-makna Al-Qur’an dan hadits; (3) ilmu yang menjadi obat (penyembuh) bagi agama, yaitu ilmu fatwa. Ketika seseorang tertimpa sebuah musibah maka ia membutuhkan orang yang mampu menyembuhkannya dari musibah tersebut, sebagaimana pernah dikatakan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu. (4) ilmu yang menjadi penyakit dalam agama, yaitu ilmu kalam dan bid’ah, dan (5) ilmu yang merupakan kebinasaan bagi agama, yaitu ilmu sihir dan yang semisalnya.” [Lihat Majmu’ Fatawa (X/145-146), Siyar A’lamin Nubala’ (XVII/482)]

Mutiara Salaf

Mu’aadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata : “Wajib atas kalian menuntut ilmu agama ini, karena mengajarkannya adalah amalan yang baik, mempelajarinya adalah ibadah, mengingatnya kembali adalah tasbih, mengadakan penelitian tentangnya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak mengerti adalah shadaqah, dan mengerahkan segala kesungguhan terhadap ilmu ini dengan mengambilnya dari para ulama merupakan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.”
Dengan demikian orang yang mengadakan penelitian tentang ilmu agama ini adalah mujahid fi sabilillah.” [Majmu’ Fatawa jilid 4/109]

%d bloggers like this: