Al Ustadz Ja'far Umar Thalib, Daurah

Tabligh Akbar : JIHAD FI SABILILLAH untuk Muslim Papua


Bismillah…

Tabligh Akbar

Berikut rekaman Muhadhoroh yang disampaikan oleh Al Ustadz Ja’far Umar Thalib  حفظه الله , dengan tema : “JIHAD FI SABILILLAH untuk Muslim (Tolikara) Papua”, Tabligh Akbar ini di selenggarakan pada pada hari Rabu,  06 Syawal 1436 H / 22 Juli 2015 , ba’da shalat Isya’ di Masjid At Taqwa Suronatan, Yogyakarta. Tabligh Akbar ini diselenggarakan guna menjelaskan tentang kewajiban Jihad Fisabilillah yang telah banyak di ingkari oleh kaum muslimin dan juga menjelaskan hakikat orang kafir dan makar-makarnya terhadap Islam dan Muslimin. Beliau juga memperingatkan kaum Muslimin pada umumnya dan pemerintah khususnya tentang bahaya makar orang kafir bagi NKRI. Semoga apa yang beliau sampaikan dalam Tabligh Akbar tersebut dapat membangkitkan semangat dan kesadaran kaum Muslimin akan bahaya yang sedang mengintai mereka. Aamiin, was shallahu ‘alaa nabiyyina Muhammad wa ‘alaa aalihi wa sallam. Silahkan di simak dan di download di sini :

Mirror  : 

lainnya ada di File Hosting : (Rapidshare, Freakshare,  Megashares, Bayfiles, Uploaded, Queenshare, Cyberlocker, Ziddu,  Sentmyway, Netload, Turbobit,  Hipfile ) : http://goo.gl/Da5PKE

File Asli kami dapatkan dari sini : Grup WA Majalah Salafy (http://majalah-salafy.com)

Semoga bermanfaat .. Barakallahufiikum..

About Salafiyyin

Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh konten blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil, serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,..

Tulis Komentar

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

"Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh isi blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil , serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,.."

Twitter

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4,071 other followers

Mutiara Salaf

Yahya bin ‘Ammar rahimahullah pernah berkata, “Ilmu itu ada lima (jenis), yaitu: (1) ilmu yang menjadi ruh (kehidupan) bagi agama, yaitu ilmu tauhid; (2) ilmu yang merupakan santapan agama, yaitu ilmu yang mempelajari tentang makna-makna Al-Qur’an dan hadits; (3) ilmu yang menjadi obat (penyembuh) bagi agama, yaitu ilmu fatwa. Ketika seseorang tertimpa sebuah musibah maka ia membutuhkan orang yang mampu menyembuhkannya dari musibah tersebut, sebagaimana pernah dikatakan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu. (4) ilmu yang menjadi penyakit dalam agama, yaitu ilmu kalam dan bid’ah, dan (5) ilmu yang merupakan kebinasaan bagi agama, yaitu ilmu sihir dan yang semisalnya.” [Lihat Majmu’ Fatawa (X/145-146), Siyar A’lamin Nubala’ (XVII/482)]

Mutiara Salaf

Mu’aadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata : “Wajib atas kalian menuntut ilmu agama ini, karena mengajarkannya adalah amalan yang baik, mempelajarinya adalah ibadah, mengingatnya kembali adalah tasbih, mengadakan penelitian tentangnya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak mengerti adalah shadaqah, dan mengerahkan segala kesungguhan terhadap ilmu ini dengan mengambilnya dari para ulama merupakan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.”
Dengan demikian orang yang mengadakan penelitian tentang ilmu agama ini adalah mujahid fi sabilillah.” [Majmu’ Fatawa jilid 4/109]

%d bloggers like this: