Salafiyyin

Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh konten blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil, serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,..
Salafiyyin has written 869 posts for DOWNLOAD DAKWAH SALAFY

[Makalah] Wajib Menjaga Al-Qur’an dari Tambahan Penerbit


Para ulama salaf dahulu, mereka senantiasa menjaga keutuhan mushaf (Al-Qur’an) yang mulia dari segala penulisan apapun selain Al-Qur`an Al-Karim, dalam rangka meneladani Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Beliau melarang dari menulis hadits-hadits dari sabda beliau yang mulia pada saat itu karena khawatir akan terjadi percampuran dengan Al-Qur`an Al-Karim. Dan sungguh demikian juga yang ditempuh para ulama salafush shalih, mereka menjaga keutuhan mushaf dari segala selain Al-Qur`an dalam rangka penjagaan terhadapnya dari penambahan dan pengurangan serta dari pencampuradukan ucapan-ucapan manusia dengan kalam Allah Azza wa Jalla. Oleh karena itu, berdirilah komite ilmiyyah yang dipercaya untuk mencetak mushaf dan menerbitkannya dengan sebaik-baik cetakan dan juga dengan ilustrasi penulisan yang terbaik, berdasarkan firman Allah Ta’âlâ,

إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ

“Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur`an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” [Al-Hijr: 9]

Namun di masa belakangan ini telah terjadi adanya sebagian ijtihâdât (pembaharuan) dan masukan-masukan dalam cetakan sebagian mushaf serta adanya sikap bermudah-mudahan dari beberapa sisi perbuatan tanpa ada kejelian berpikir. Dan telah tersebar mushaf-mushaf seperti ini, yang terdapat padanya hasil pekerjaan mereka itu di beberapa toko-toko buku. Di antara perubahan tersebut:

    1. Perubahan tanda baca panjang (mad) di sebagian huruf. Sebagian diberi tanda hitam dan sebagian dengan warna merah sebagai tanda untuk menunjukkan hukum-hukum tajwid dan anggapan mereka bahwa tajwid itu hukum khusus yang ditulis tersendiri dan tidak dimasukkan dalam cetakan mushaf.
    2. Sebagian mereka menjadikan dengan warna-warna khusus dalam sebagian mushaf tersebut, untuk ayat-ayat yang berisi ancaman diberi warna khusus, dan untuk ayat yang berisi janji-janji dengan warna khusus pula. Ayat yang menyebutkan tentang surga dengan warna khusus, ayat yang menyebutkan tentang neraka maka diberi warna khusus pula di lembaran-lembaran mushaf tersebut. Demikian juga pada nama-nama Allah serta sifat-Nya diberi dengan warna tersendiri. Demikianlah warna-warni di lembaran-lembaran mushaf tersebut sesuai dengan konteks ayatnya secara khusus (yang biasa ditemukan) di sebagain mushaf cetakan Suriah. Ini adalah perbuatan para pelaku bid’ah.
    3. Adanya di akhir lembaran mushaf penyebutannya nama-nama Allah.
    4. Adanya di akhir lembaran sebagian mushaf itu yang disebut dengan ‘Doa Khatam Al-Qur`an’ yang membuat masyarakat umum mengira itu bagian dari Al-Qur`an sehingga harus juga dibaca. Dan terdapat beberapa konteks kalimat yang bid’ah seperti, “Ya Allah berilah kami rezeki dengan huruf alif ini berupa demikian dan demikian…”, “… dengan huruf ya’ berupa demikian dan demikian…”, “dan berilah kami rezeki dengan seluruh huruf Al-Qur`an ini berupa demikian dan demikian…
    5. Adanya catatan kaki di beberapa cetakan mushaf, tafsir-tafsir dari ayat dengan ringkas untuk beberapa lafazh ayat Al-Qur`an Al-Karim, dan bahkan pada sebagiannya ada ta`wil yang tidak benar lagi batil terhadap nama Allah dan sifat-Nya, padahal ada buku-buku penjelasan untuk nama-nama tersebut yang bisa menjadi rujukan.
    6. Demikian juga didapatkan pada sebagian mushaf, di awal surat Al-Fâtihah tulisan, يا الله (Ya Allah), dan di awal surat Al-Baqarah, يا محمد (Ya Muhammad) ini adalah kalimat seruan dalam doa yang ditujukan kepada selain Allah.
    7. Demikian juga didapatkan pada sebagian mushaf adanya penafsiran-penafsiran beberapa ayat di antara baris-baris secara khusus di sebagian cetakan dari India.

Ini semua adalah tambahan-tambahan yang harus dicegah dan tidak boleh bermudah-mudahan dalam menetapkannya. Dan juga dilarang untuk menggunakan semua mushaf yang mengandung salah satu penambahan tersebut sebagai bentuk penjagaan terhadap kitabullah dari penambahan-penambahan dan dari keinginan para penerbit, supaya perkara ini tidak menjadi semakin melebar hingga semakin parah dari penambahan-penambahan orang-orang yang jahil yang hanya didasari ambisi ekonomi semata. Walaupun dimaklumi bahwa tidaklah ada larangan bagi seseorang melakukan seperti itu untuk mushafnya sendiri secara khusus yang ia simpan untuk dirinya sendiri apabila dirinya adalah seorang yang berilmu/ulama, namun tidaklah dibolehkan perbuatan seperti itu untuk mushaf-mushaf yang tersebar di tengah manusia.

وصلى الله على نبينا محمد وعلى آله وصحبه أجمعين.

Ditulis oleh:

Shalih bin Fauzan Al Fauzan
Anggota Lembaga Ulama Besar
8 – 8 – 1432 H

[Sumber: http://alfawzan.af.org.sa/node/13401] , http://alfawzan.net/makalah/wajib-menjaga-al-quran-dari-tambahan-penerbit

[Rekam. 90] Tafsir Qur’an As Sa’di – Al Baqarah ayat 196-197 – Manasik Haji


Bismillah..

Cover Tafsir Qur'an As Sa'di

Berikut kami sampaikan Audio Kajian Rutin Islami yang membahas Kitab Tafsir Al Qur’an  karya  Al-’Allamah Asy-Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di -rahimahullah- yang dibawakan oleh Al Ustadz Ja’far Umar Thalib  حفظه الله di Masjid ‘Utsman bin ‘Affan, Degolan, Sleman, Yogyakarta.

Silahkan di simak dan di download di sini :

Unduh Matan Kitab Tafsir Qur’an As Sa’di nya disini :

Mirror  : 

Continue reading

[Rekam. 89] Tafsir Qur’an As Sa’di – Al Baqarah ayat 196 (Lanjutan ke-1) – Manasik Haji


Bismillah..

Cover Tafsir Qur'an As Sa'di

Berikut kami sampaikan Audio Kajian Rutin Islami yang membahas Kitab Tafsir Al Qur’an  karya  Al-’Allamah Asy-Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di -rahimahullah- yang dibawakan oleh Al Ustadz Ja’far Umar Thalib  حفظه الله di Masjid ‘Utsman bin ‘Affan, Degolan, Sleman, Yogyakarta.

Silahkan di simak dan di download di sini :

Unduh Matan Kitab Tafsir Qur’an As Sa’di nya disini :

Mirror  :  Continue reading

[Rekam. 88] Tafsir Qur’an As Sa’di – Al Baqarah ayat 196


Bismillah..

Cover Tafsir Qur'an As Sa'di

Berikut kami sampaikan Audio Kajian Rutin Islami yang membahas Kitab Tafsir Al Qur’an  karya  Al-’Allamah Asy-Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di -rahimahullah- yang dibawakan oleh Al Ustadz Ja’far Umar Thalib  حفظه الله di Masjid ‘Utsman bin ‘Affan, Degolan, Sleman, Yogyakarta.

Silahkan di simak dan di download di sini :

Unduh Matan Kitab Tafsir Qur’an As Sa’di nya disini :

Mirror  :  Continue reading

[Rekam.06] Bab 65 (Lanjutan) – Kitab Riyadhus Shalihin


Bismillah..

Riyadhus Sholihin - Imam Nawawi rahimahullah

Berikut kami sampaikan Audio Kajian Rutin Islami yang membahas Kitab Hadits Riyadhus Shalihin karya Al-Imam Nawawi -rahimahullah- yang dibawakan oleh Al Ustadz Ja’far Umar Thalib  حفظه الله  di Masjid ‘Utsman bin ‘Affan, Degolan, Sleman, Yogyakarta.

65- باب ذكر الموت وقصر الأمل 

574- وعن ابن عمر رضي اللَّه عنهما قال : أَخَذَ رَسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بِمنكِبِي فَقَالَ : «كُنْ في الدُّنْيَا كَأَنَّكَ غَرِيبٌ أَو عابرُ سَبِيلٍ » وَكَانَ ابْنُ عُمَرَ رضي اللَّه عنهما يقول : إِذا أَمسَيتَ، فَلا تَنْتَظِرِ الصَّبَاحَ ، وَإِذَا أَصْبَحْتَ ، فَلا تَنْتَظِرِ المَسَاءَ ، وخذ مِن صِحَّتِكَ لَمَرَضِك وَمِن حَيَاتِكَ لمَوتِكَ » رواه البخاري .

575- وعنه أَنَّ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « ما حَقُّ امْرِيءٍ مُسلِمٍ لَهُ شَيءٌ يُوصِي فِيهِ . يبِيتُ لَيْلَتَيْنِ إِلاَّ وَوَصِيَّتُهُ مَكْتُوبَةٌ عِنْدَهُ » متفقٌ عليه . هذا لفظ البخاري .

      وفي روايةٍ لمسلمٍ : « يَبِيتُ ثَلاثَ لَيَالٍ » قال ابن عمر : مَا مَرَّتْ عَلَيَّ لَيْلَةٌ مُنذُ سَمِعتُ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال ذلِكَ إِلاَّ وَعِنْدِي وَصِيَّتِي .

576- وعن أَنس رضي اللَّه عنه قال : خَطَّ النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم خُطُوطاً فقال : « هَذا الإِنسَانُ وَهَذا أَجَلُهُ . فَبَيْنَما هو كَذَلِكَ إِذ جَاءَ الخَطُّ الأَقْرَبُ » رواه البخاري .

577- وعن ابن مسعُودٍ رضيَ اللَّه عنه قال : خَطَّ النَّبِيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم خَطًّا مُرَبَّعاً ، وخَطَّ خَطًّا في الْوَسَطِ خَارِجاً منْهُ ، وَخَطَّ خُططاً صِغَاراً إِلى هَذَا الَّذِي في الوَسَطِ مِنْ جَانِبِهِ الَّذِي في الوَسَطِ ، فَقَالَ : « هَذَا الإِنسَانُ ، وَهَذَا أَجَلُهُ مُحِيطاً بِهِ أو قَد أَحَاطَ بِهِ وَهَذَا الَّذِي هُوَ خَارِجٌ أَمَلُهُ وَهَذِهِ الُخطَطُ الصِّغَارُ الأَعْراضُ ، فَإِنْ أَخْطَأَهُ هَذَا ، نَهَشَهُ هَذا ، وَإِنْ أَخْطَأَهُ هَذا نَهَشَهُ هَذا » رواه البخاري . وَهَذِهِ صُورَتَهُ : الأجل -الأعراض -الأمل

578- وعن أبي هريرة رضيَ اللَّه عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « بَادِرُوا بِالأَعْمَالِ سَبْعاً، هَل تَنْتَظِرُونَ إلاَّ فَقْراً مُنْسِياً ، أَو غِنَى مُطغِياً ، أَوْ مَرَضاً مُفسِداً ، أو هَرَماً مُفَنِّداً، أَو مَوتاً مُجْهزِاً ، أَو الدَّجَّالَ ، فَشَرُّ غَائِبٍ يُنْتَظَرُ ، أَوِ السَّاعَةَ وَالسَّاعَةُ أَدْهَى وأَمَرُّ ؟، » رواهُ الترمذي وقال :  حديثٌ حسنٌ .

579- وعنه قالَ : قالَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَكْثِرُوا ذِكْرَ هَاذِمِ اللَّذَّاتِ » يَعني المَوْتَ ، رواه الترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ .

580- وعن أبي بن كعب رضي اللَّهُ عنه : كانَ رَسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم إِذا ذَهَبَ ثُلثُ اللَّيْلِ، قامَ فقالَ : « يا أَيها النَّاسُ اذْكُرُوا اللَّه جَاءَتِ الرَاجِفَةُ تَتْبَعُهُا الرَّادِفَةُ، جاءَ المَوْتُ بما فِيهِ ، جاءَ المَوْتُ بما فِيهِ » قلتُ : يا رَسُولَ اللَّهِ إني أكْثِرُ الصَّلاةَ عَلَيْكَ ، فَكَمْ أَجْعَلُ لكَ مِن صَلاتي ؟ قال: « ما شِئْتَ » قُلْتُ الرُّبُعَ ؟ قال : « ما شئْتَ ، فَإِنْ زِدتَ فَهُوَ خَيْرٌ لكَ » قُلُتُ : فَالنِّصْفَ ؟ قالَ « ما شِئْتَ ، فإِنْ زِدْتَ فهو خَيرٌ لكَ » قُلْتُ : فَالثلثَينِ ؟ قالَ : « ما شِئْتَ ، فإِنْ زِدْتَ فهو خَيرٌ لكَ » قُلْتُ : أَجْعَلُ لكَ صَلاتي كُلَّها ؟ قال : إذاً تُكْفي هَمَّكَ، ويُغُفَرُ لكَ ذَنْبُكَ » رواه الترمذي وقال : حديث حسن .

 

Silahkan di simak dan di download di sini :

Unduh Matan Kitab Riyadhus Sholihin nya disini :

Mirror  :  Continue reading

Seputar Shaum : [Soal ke-28] Berbuka di rumah bagi orang yang akan bepergian


Bismillah… Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah -shallallahu ‘alayhi wa alihi wasallam-, keluarganya, sahabatnya, dan orang- orang yang mengikutinya. Wa ba’du.

Tanya Jawab bersama Syaikh Muqbil

Fatwa-fatwa Syaikh Al-Allamah Al-Muhaddits Al-Fahhamah Muqbil bin Hadi al-Wadi’i seputar shaum. Yang dirangkum dari kitab Qam’u Al-Mu’anid dan Ijabatu As-Sail dan Nashaih wa Fadhaih dan kitab Gharatu Al-Asyrithah.

Soal 28:

Apakah dibolehkan bagi seorang yang bepergian di bulan Ramadhan untuk berbuka terlebih dulu di rumahnya ataukah harus melewati beberapa cara ?

Jawab:  Continue reading

Seputar Shaum : [Soal ke-27] Shalat dan shoum setelah ihtilam


Bismillah… Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah -shallallahu ‘alayhi wa alihi wasallam-, keluarganya, sahabatnya, dan orang- orang yang mengikutinya. Wa ba’du.

Tanya Jawab bersama Syaikh Muqbil

Fatwa-fatwa Syaikh Al-Allamah Al-Muhaddits Al-Fahhamah Muqbil bin Hadi al-Wadi’i seputar shaum. Yang dirangkum dari kitab Qam’u Al-Mu’anid dan Ijabatu As-Sail dan Nashaih wa Fadhaih dan kitab Gharatu Al-Asyrithah.

Soal 27:

Aku bermimpi pada bulan Ramadhan dan aku tidak tahu apakah aku bermimpi pada hari pertama ataukah hari kedua dan aku juga tidak mengetahui hal ini kecuali setelah aku mengganti celana dalam, maka apa hukum shalat dan shaumnya ?

Jawab:  Continue reading

Seputar Shaum : [Soal ke-26] Ihtilam (mimpi) basah di siang hari


Bismillah… Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah -shallallahu ‘alayhi wa alihi wasallam-, keluarganya, sahabatnya, dan orang- orang yang mengikutinya. Wa ba’du.

Tanya Jawab bersama Syaikh Muqbil

Fatwa-fatwa Syaikh Al-Allamah Al-Muhaddits Al-Fahhamah Muqbil bin Hadi al-Wadi’i seputar shaum. Yang dirangkum dari kitab Qam’u Al-Mu’anid dan Ijabatu As-Sail dan Nashaih wa Fadhaih dan kitab Gharatu Al-Asyrithah.

Soal 26:

Apa  hukumnya  seseorang  apabila  dia bermimpi di siang hari di bulan Ramadhan ?

Jawab:  Continue reading

Seputar Shaum : [Soal ke-25] Mencumbui istri


Bismillah… Segala puji bagi Allah, shalawat dan salam kepada Rasulullah -shallallahu ‘alayhi wa alihi wasallam-, keluarganya, sahabatnya, dan orang- orang yang mengikutinya. Wa ba’du.

Tanya Jawab bersama Syaikh Muqbil

Fatwa-fatwa Syaikh Al-Allamah Al-Muhaddits Al-Fahhamah Muqbil bin Hadi al-Wadi’i seputar shaum. Yang dirangkum dari kitab Qam’u Al-Mu’anid dan Ijabatu As-Sail dan Nashaih wa Fadhaih dan kitab Gharatu Al-Asyrithah.

Soal 25:

Apa hukumnya orang yang memeluk istrinya dan menciumnya tanpa berjima’?

Jawab:

Aisyah –radhiyallahu ‘anha- berkata, “Bahwasanya Nabi memeluknya di bulan Ramadhan.” Kemudian Aisyah mengatakan, “Siapa di antara kalian yang paling dapat menahan kebutuhannya?”

Dan Ummu Salamah mengatakan bahwasanya Nabi –radhiyallahu ‘anha- menciumnya, demikian pula Aisyah mengatakan bahwasanya Nabi –shallallahu ‘alayhi wa alihi wa sallam- menciumnya.

Dan Aisyah mengatakan bahwasanya Nabi adalah orang yang paling dapat menahan kebutuhannya. Apakah  Ummul  Mu’minin  ini  termasuk seseorang  yang  paling  dapat  menahan kebutuhannya ataukah tidak. Maka yang jelas bahwasanya hal itu tidak mengapa.

Akan tetapi apabila ditakutkan menyebabkan jima’ maka wajib baginya untuk meninggalkan hal itu.

###

Sumber Asli :
Silsilah Al Muntaqa min Fatawa Asy Syaikh Al Allamah Muqbil bin Hadi Al Wadi’i

Judul Asli : Bulugh Al Maram min Fatawa Ash Shiyam As-ilah Ajaba ‘alaiha Asy Syaikh Muqbil bin Hadi Al Wadi’i

Peringkas : Abu Malik Al Maqthory Abu Tholhah Ad Duba’i

Penerbit :
Al Maktabah As Salafiyyah Ad Da’wiyyah
– Masjid Jamal Ad Din – Al Bab Al Kabir
– Al Yaman – Ta’iz

"Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh isi blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil , serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,.."

Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4,179 other followers

Mutiara Salaf

Yahya bin ‘Ammar rahimahullah pernah berkata, “Ilmu itu ada lima (jenis), yaitu: (1) ilmu yang menjadi ruh (kehidupan) bagi agama, yaitu ilmu tauhid; (2) ilmu yang merupakan santapan agama, yaitu ilmu yang mempelajari tentang makna-makna Al-Qur’an dan hadits; (3) ilmu yang menjadi obat (penyembuh) bagi agama, yaitu ilmu fatwa. Ketika seseorang tertimpa sebuah musibah maka ia membutuhkan orang yang mampu menyembuhkannya dari musibah tersebut, sebagaimana pernah dikatakan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu. (4) ilmu yang menjadi penyakit dalam agama, yaitu ilmu kalam dan bid’ah, dan (5) ilmu yang merupakan kebinasaan bagi agama, yaitu ilmu sihir dan yang semisalnya.” [Lihat Majmu’ Fatawa (X/145-146), Siyar A’lamin Nubala’ (XVII/482)]

Mutiara Salaf

Mu’aadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata : “Wajib atas kalian menuntut ilmu agama ini, karena mengajarkannya adalah amalan yang baik, mempelajarinya adalah ibadah, mengingatnya kembali adalah tasbih, mengadakan penelitian tentangnya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak mengerti adalah shadaqah, dan mengerahkan segala kesungguhan terhadap ilmu ini dengan mengambilnya dari para ulama merupakan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.”
Dengan demikian orang yang mengadakan penelitian tentang ilmu agama ini adalah mujahid fi sabilillah.” [Majmu’ Fatawa jilid 4/109]