Klarifikasi/Rudud/Bantahan

This category contains 20 posts

NASEHAT AGAMA DARI AL USTADZ JA’FAR UMAR THALIB UNTUK ANANDA JABIR DAN KAWAN-KAWANNYA


NASEHAT AGAMA DARI AL USTADZ JA’FAR UMAR THALIB
UNTUK ANANDA JABIR DAN KAWAN-KAWANNYA

 Tahdzir

بسم الله والحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى اله وصحبه ومن تبعهم الى يوم القيامة

يا ايهالذين امنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن الا وانتم مسلمون

يا ايهالناس اتقوا ربكم الذى خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوا الله الذى تساءلون به والارحام ان الله عليكم رقيبا

يا ايهالين امنوا اتقوا الله وقولوا قولا سديدا يصلح لكم اعمالكم ويغفر لكم ذ نوبكم ومن يطع الله ورسوله فقد فاز فوزا عظيما

اما بعد:

فان اصد ق الحد يث كتاب الله وخير الهدى هدى محمد وشر الامور محدثاتها فان كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة فى النار

Beberapa waktu yang lalu saya menulis sebuah nasehat untuk ananda Jabir, Adam Abu Hafes, Ja’far Shaleh dan kawan-kawannya di WA Ihya As Sunnah. Nasehat saya itu sesungguhnya adalah bentuk keprihatinan saya yang mendalam atas gejala yang berbahaya yang saya lihat pada kalangan Salafiyyin ketika memperdebatkan masalah agama, dimana mereka mulai mengarah kepada sikap TAQLID (membebek) kepada para Ulama’ dan mulai mengabaikan dalil. Hal ini saya lihat pada polemik yang dibuka di WA tersebut, dimana anak-anak muda itu sibuk menukil omongan para Ulama’ dan tidak menyinggung dalil dan pembahasannya.

Dalam nasehat itu saya ingatkan mereka bahwa perkataan Ulama’ yang manapun selain Allah dan RasulNya, tidak bisa memutuskan mana yang benar dan yang salah. Tidak bisa menentukan perkara itu halal atau haram. Yang bisa menentukan itu semua hanyalah Firman Allah dan Sabda RasulNya, yakni Al Qur’an dan As Sunnah As Shahihah.  Continue reading

NASEHAT USTADZ JA’FAR UMAR THALIB TENTANG UDZUR BIL JAHL FII A’MALIS SYIRK AKBAR


Tegak dan Ittiba dalam Manhaj Salaf

Nasehatku untuk Ananda Jabir, Adam Abu Hafsh, dan Ja’far Shaleh serta Orang-Orang yang Bersama Mereka

Oleh : Al Ustadz Ja’far Umar Thalib hafizhahullah

بسم لله الرحمن الرحيم

الحمدللله ربالعالمين وبه نستعين على امورالدني والدين.

اشهدان لا اله الا لله واشهد ان محمداعبده ورسوله

للهم صل علي محمد وعلي اله وصحبه ومنتبعهم ب احسان الي يوم الدين

ياايها الذين آمنوا اتقوالله حق تقا ته ولا تموتن الاوانتم مسلمون

ياايهاالناس اتقواربكم الذي خلقكم من نفس واحدة وخلق منها زوجها وبث منهما رجالا كثيرا ونساء واتقوالله الَّذِي تساءلون به والارحام ان لله كان عليكم رقيبا

ياايها الذين آمنوا اتقوالله وقولوا قولاسديدا . يصلح لكم اعمالكم ويغفرلكم ذنوبكم ومن يطع لله ورسوله فقد فازفوزاعظيما

أمابعد :

فان اصدق الحديث كتاب لله وخيرالهدي هدي محمد صلى لله عليه واله وسلم وشرالامور محدثا تها فان كل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وكل ضلالة في النار.

Berkenaan dengan Al Udzur Bil Jahli fi A’malis Syirkil Akbar, saya melihat adanya gejala yang aneh pada ikhwan-ikhwan Salafiyyin dalam masalah ini. Seperti ananda Jabir, Adam Abu Hafes, Ja’far Shaleh dan lain-lainnya. Keanehannya ialah pada keributan mereka dengan aqwal Ulama’ dalam masalah ini. Padahal aqwal Ulama itu tidak menentukan tentang benar dan salahnya sesuatu. Karena yang menentukan benar dan salahnya sesuatu itu adalah dalil dan yang dinamakan dalil itu hanya Al Qur’an dan Al Sunnah As Shahihah saja. Allah Ta’ala berfirman :

فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ ذَلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلا (٥٩

Maka kalau kalian bertikai tentang sesuatu perkara, maka rujuklah kepada Allah ( yakni Al-Qur’an ), dan kepada RasulNya (yakni As Sunnah ). Kalau memang kalian berikan kepada Allah dan hari qiamat. Yang demikian itu baik dan akan lebih baik lagi akibatnya “. (QS. An Nisa: 59)

Juga Allah Ta’ala berfirman :

وَمَا اخْتَلَفْتُمْ فِيهِ مِنْ شَيْءٍ فَحُكْمُهُ إِلَى اللَّهِ (١٠)

Dan apa saja yang kalian pertikaikan tentang sesuatu masalah, maka hukumnya dirujukkan kepada Allah”.(QS. As Syura : 10)

Al Hafizh Ibnu Katsir menerangkan :

Kembalikanlah segala pertikaian dan ketidaktahuan kepada Kitabullah dan Sunnah RasulNya, maka bertahkimlah kalian semua kapada keduanya dalam segala apa yang kalian pertikaikan diantara kalian, kalau memang kalian beriman kepada Allah dan hari akherat. Ayat ini menunjukkan, bahwa siapa yang tidak mau berhukum dalam pertikaiannya kepada Al Qur’an dan As Sunnah, maka dia bukanlah sebagai orang yang beriman kepada Allah dan tidak pula beriman kepada adanya hari kiamat”.

Mengapa Salafiyin yang meributkan masalah ini, tidak membicarakan dalil atau sedikit sekali membicarakan dalil, justru yang dibicarakan ialah “Qala fulan, qala Allan, dan qala fulain”. Ini saya kuatir akan menjadi gejala bahwa Salafiyyin, mulai berorientasi kepada sikap taqlid (yakni membebek) kepada para Masyayaikh. Dan sikap taqlid itu telah diharamkan oleh Allah Ta’ala sebagaimana dinyatakan dalam firmanNya berikut ini :

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا (٣٦)

Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang kamu tidak mengetahuinya, sesungguhnya pendengaran dan penglihatan dan akal pikiran itu, semuanya adalah nikmat Allah yang akan dipertanggung jawabkan di hari kiamat”. (QS. Al Isra’ : 36)

Al Allamah Abul Qasim Hibatullah bin Hasan bin Mansur At Thabari Al Laalikai (wafat th.418 H dalam Syarah Ushul I’tiqad Ahlis Sunnah Wal Jama’ah membawakan riwayat keterangan Mujahid terhadap QS. AN nisa’ ayat 59 sebagai berikut :

“Taatilah oleh kalian Allah dan RasulNya dan Ulil Amri Minkum” artinya Ulil Amri Minkum disini ialah Ahlul Ilmi dan Ahlul Fiqih. Kemudian firmanNya “Maka bila kalian bertikai dalam satu masalah, kembalikanlah pertikaian itu kada Allah dan RasulNya”, kata Mujahid : “Rujukkanlah pertikaian itu kepada Kitabullah dan Sunnah RasulNya dan jangan kalian rujukkan pertikaian itu kepada Ulil Amri Minkum (yakni jangan kamu rujukkan pertikaian itu kepada Ahlil Ilmi dan Ahlul Fiqhi) sedikitpun”.

Juga Al Laalikai membawakan riwayat dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu yang menegaskan :

لايزال الناس بخير ما أتاهم العلم من قبل كبرائهم فإذا أتاهم العلم من قبل أصاغرهم هلكوا

“Tidak akan sirna kebaikan pada kaum Muslimin selama ilmu agama yang datang kepada mereka itu dari orang-orang besar dari mereka, maka bila ilmu itu datang dari anak-anak kecil dari mereka, maka merekapun binasa”.

Terhadap riwayat ini Al Laalika’ie membawakan riwayat Ibrohim Al Harbi’ yang menerangkannya sebagai berikut : “Maknanya ialah, orang muda bila mengambil sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam dan para Shahabat dan para Tabi’in, maka ia menjadi orang besar yang senior, sedang orang yang sudah lanjut usia, kalau dalam berilmu itu hanya mengambil ilmu dari omongan Abu Hanifah dan meninggalkan dalil-dalil dari Sunnah Nabi maka ia adalah orang kecil (yunior) dalam ilmu”. Riwayat Ibnu Mas’ud ini dishahihkan oleh Al Allamah Al Albani dalam Silsilah Al Ahaditsus Shahihah hadits ke 694 bahkan beliau menshahihkan hadits ini sebagai Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa aalihi wasallam.

Maka dari itu saya nasehatkan kepada ananda Jabir, Adam Abu Hafsh, Ja’far Shaleh dan lain-lainnya, agar lebih fokus kepada dalil dari Al Qur’an dan As Sunah dalam membahas apa saja dari perkara ilmiyah berkenaan dengan agama Allah ini. Jangan tersibukkan dengan aqwal (omongan-omongan ) Ulama’, sehingga lemah kemauannya untuk mendudukkan dalil dari al Qur’an dan as-Sunnah.

Sumber : http://jafarumarthalib.com/?p=143

Fatwa Agama Tentang Kafirnya Pemerintah Indonesia Menurut Al-Qur’an was Sunnah


FATWA AGAMA DARI AL-USTADZ JA’FAR UMAR THALIB
TENTANG KAFIRNYA PEMERINTAH INDONESIA
MENURUT PANDANGAN DALIL-DALIL AL QUR’AN
DAN AS SUNNAH AN NABAWIYAH AS SHAHIHAH.

 

Tegak dan Ittiba dalam Manhaj Salaf

ان الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره ونعوذ بالله من شرور انفسنا وسيئات اعمالنا من يهد الله فلا مضل له ومن يضلل فلا هادي له اشهد ان ﻻاله اﻻ الله وحده ﻻ شريك له واشهد ان محمدا عبده ورسوله اللهم صلي على محمد وعلى ال محمد وبارك عليه وعلى اله واصحابه ومن تبعهم باحسان الى يوم الدين. اما بعد

Setelah maklumat Jihad Fi Sabilillah saya publikasikan, timbul berbagai silang pertanyaan tentang kalimat yang saya tulis dalam maklumat itu, yaitu ‘Pemerintah Indonesia adalah kafir’, sehingga ada yang menuduh saya bermanhaj ‘Takfiri’ atau khawarij dan lain-lainnya. Saya berlepas diri dari manhaj ‘Takfiri’ atau khawarij dan saya Alhamdulillah sampai hari ini tetap memerangi takfiriyah dan atau khawarij sebagai bagian dari aliran-aliran sesat atau bid’ah dhalalah.

Adapun tentang kafirnya pemerintah indonesia, adalah keyakinan saya yang saya bangun di atas manhaj Ahlis Sunnah Wal Jama’ah berdasarkan dalil-dalil Al Qur’an dan As Sunnah An Nabawiyah As Shahihah. Manhaj para Shahabat Nabi dan para Tabi’in serta contoh teladan para Ulama’ Salaf dalam menyikapi kekafiran yang dilakukan oleh pemerintah-pemerintah di masa mereka hidup. Ada beberapa dalil yang harus dimengerti dengan benar. Yaitu sebagai berikut :

1. Firman Allah Ta’ala dalam Al Qur’an Surat An-Nisa’ 59 :

ياايهاالذين آمنوا أطيعوا الله واطيعوا اارسول وأولي الامر منكم فإن تنازعتم في شيء فردوه الي الله والرسول إن كنتم تؤمنون بالله واليوم آخر ذلك خير واحسن تأويﻻ

Hai orang – orang yang beriman, taatilah oleh kalian Allah dan taatilah RasulNya dan ulil amri minkum, maka kalau kalian bertikai tentang sesuatu perkara, maka rujuklah kepada Allah ( yakni Al Qur’an ), dan kepada RasulNya ( yakni As Sunnah ). Yang demikian itu baik dan akan lebih baik lagi akibatnya “.

Taat kepada Ulil Amri Minkum di dalam ayat ini adalah taat kepada pemerintah Muslimin dan yang dinamakan pemerintah Muslimin itu telah didefinisikan oleh Nabi Muhammad -Shallallahu ‘alayhi wa alihi wasallam-, adalah pemerintah yang memimpin rakyatnya dengan hukum Al Qur’an was Sunnah.

Continue reading

REPOST : Arsip [1423H/2002M] : Bantahan Terhadap Pidato Luqman Ba’abduh


Bismillah..

Tahdzir

Berikut kami sampaikan repost rekaman Rudud/Bantahan dari Al-Ustadz Ja’far Umar Thalib –hafidhohullah– terhadap pidato Luqman Ba’abduh di bekas kantor DPW FKAWJ Yogyakarta (Jl. Magelang-Yogyakarta) pada tahun 1423 H silam. Bantahan ini di buat pada tahun tahun 1423 H / 2002 M yang lalu dalam rangka untuk menepis pemahaman yang salah dari Luqman Ba’abduh dan orang-orang yang sepemikiran dengannya tentang hal-hal yang berkaitan ketika Al-Ustadz Ja’far Umar Thalib حفظه الله membubarkan Laskar Jihad dan Forum Komunikasi Ahlussunnah Wal Jama’ah (FKAWJ)

Silahkan di download di sini :

Barakallahufiikum..

Klarifikasi : Jangan Sembarangan Menuduh Orang sebagai Khawarij !!!


Bismillah …

Tegak dan Ittiba dalam Manhaj Salaf

(Tanggapan Terhadap Tulisan Yang Berjudul “Menyingkap Syubhat Khawarij dalam Majalah Salafy”)

Oleh : Al Ustadz Ja’far Umar Thalib hafizhahullah wa saddadahu khuthahu

Pada hari Sabtu tanggal 9 Rabi’ul Awwal 1435 H bertepatan dengan tanggal 11 Januari 2014 saya menghubungi Al Akh Al Fadhil Jundu Abu Syahid untuk suatu keperluan. Dan ketika saya tanyakan tentang berita terbaru seputar dakwah, beliau memberitahu saya bahwa telah dipublikasikan di internet sebuah tulisan yang berjudul “MENYINGKAP SYUBHAT KHAWARIJ DALAM MAJALAH SALAFY”. Al Akh Jundu Abu Syahid mengatakan bahwa bantahannya adalah bantahan haditsiyyah. Demikian berita yang saya dapatkan ketika saya dalam perjalanan dari Malang (Jawa Timur) ke Yogyakarta. Mendapat berita itu, saya langsung memerintahkan kepada Pimpinan Redaksi SALAFY untuk mencari dan memprint out artikel tersebut. Dan pagi hari berikutnya, Ahad tanggal 10 Rabi’ul Awwal 1435 H / 12 Januari 2014 M, saya langsung menerima artikel tersebut dari Pimpinan Redaksi SALAFY. Ketika saya baca, ternyata artikel tersebut ditulis oleh remaja yang baru mengenal Dakwah Salafiyah dan dikomentari oleh anak-anak muda yang dianggap kakak kelas oleh remaja tersebut. Dan ketika saya membaca uraian dalam artikel tersebut, ternyata isinya sama dengan uraian remaja pendahulu mereka, yaitu uraian para muqallidin (yakni para pembebek) yang menggunakan manhaj takalluf madzhabi (yakni manhaj memaksa diri untuk membela madzhab fiqih yang diikutinya). Namun karena masyarakat yang membaca artikel tersebut keumumannya adalah kaum Muslimin yang awam agama, maka melalui majalah –yang semoga diberkahi oleh Allah– ini, saya harus menjalankan tanggung jawab ilmiyah guna membekali para pembaca yang budiman dengan ilmu yang benar dari para Imam Salaf Ahlul Hadits Ahlus Sunnah Wal Jama’ah tentang permasalahan ini.

Dalam tulisan tersebut, para pembaca digiring kepada satu opini bahwa orang yang sedang dibantah padanya, yaitu Ustadz Ja’far Umar Thalib, adalah seorang Ahlul Bid’ah yang mengikuti pemahaman bid’ah Khawarij. Dan Ahlul Bid’ah dari kalangan Khawarij ini tidak akan bertaubat kepada Allah Ta’ala. Kita semua berlindung kepada Allah Ta’ala dari kesesatan (untuk menjadi Ahlul Bid’ah atau menjadi Khawarij). Dan kita semua berlepas diri kepada Allah dari segala tuduhan Khawarij dan kita berlepas diri dari segala pikiran bid’ah Haddadiyah, yaitu pemikiran yang mudah memvonis Ahlus Sunnah yang tidak sepaham dengannya dengan tuduhan sebagai Ahlul Bid’ah atau tuduhan-tuduhan kotor lainnya.

Para remaja penulis artikel tersebut, setelah menukil keterangan para Imam Ahlus Sunnah Wal Jama’ah tentang bahaya Ahlul Bid’ah dan bahaya bid’ah Khawarij, kemudian mereka menyatakan : “Sungguh benar apa yang dikatakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan penjelasan para Ulama’ di atas, dan bahwa hari ini hal itu masih tetap kita saksikan. Tak heran bila beberapa pekan yang lalu kami mendapatkan majalah SALAFY Edisi 01 bulan Muharram 1435, yang dipimpin oleh Ustadz Ja’far Umar Thalib hadaahullah, pada rubrik hadits hal. 29-33, terdapat sebuah tulisannya yang berjudul, Hukum Mencerca Pemerintah di Depan Umum (Studi Kritis Politik Ahlus Sunnah wal Jama’ah).” Para remaja itu menambahkan pernyataannya : “Kesimpulan akhir tulisan tersebut adalah masih mempertahankan pemahaman Khawarij, dan bahwa mencerca pemerintah di depan umum tidak dapat disalahkan dan orang yang melakukannya tidak dapat dikatakan mengikuti pemahaman Khawarij dengan dua alasan : Pertama : Hadits-hadits yang melarangnya lemah.Kedua : Sebagian Salaf melakukannya, bahkan memberontak”. Setelah itu para remaja tersebut melakukan penilaian gegabah sebagaimana biasanya anak-anak remaja yang baru mengenal ilmu. Mereka mengatakan : “Sesungguhnya syubhat yang semisal ini telah lama ditanyakan kepada kami oleh sebagian Ikhwan (saudara). Mereka dapatkan dari orang-orang Wahdah Islamiyah, Hizbut Tahrir, Ikhwanul Muslimin dan berbagai kelompok yang memiliki pemahaman Khawarij lainnya”. Setelah itu mereka menyatakan : “Dengan mengharap pertolongan Allah –Ta’ala- kami akan menjelaskan –insyaallah Ta’ala- penyimpangan dalam tulisan Ustadz Ja’far tersebut dan menyingkap syubhatnya. Dan ini sebagai realisasi taubat kami dari ucapan yang mengandung bantahan terhadap guru kami Asy Syaikh Al Allamah Rabi’ bin Hadi Al Madkhali –hafizhahullah- tentang Ustadz Ja’far bahwa beliau telah menasehatinya hingga beliau tidak memiliki harapan ia bertaubat, dan sekaligus mencabut tulisan kami sebelumnya yang mengandung pembelaan diri terhadap kesalahan tersebut, dan kami memohon ampun kepada Allah –Ta’ala- atas kesalahan yang berasal dari kebodohan kami tersebut”. Demikian pernyataan para remaja itu dalam tulisannya, dan kami sebagai orang tua harus lebih tenang menyikapi dan mentelaahnya. Agar syubhat (kerancuan) yang mereka buat tidak sampai menimbulkan fitnah pemahaman di kalangan Ummat Islam yang sempat membacanya. Dan kami berkewajiban mendudukkan/meluruskan segala tuduhan itu dengan benar dan ilmiah. Hanya kepada Allah-lah kami memohon pertolongan dan hidayah dan taufiqNya dalam menjalankan tanggung jawab ilmiah ini.                       .

Mengenal Sejarah Dan Pemahaman Khawarij  Continue reading

Klarifikasi : Apakah benar Ustadz sering memberikan omongan miring terhadap Yazid Jawas?


Bismillah..

Berikut kami sampaikan Seri Tanya Jawab bersama Al Ustadz Ja’far Umar Thalib -hafidhohullah- di Gedung IPHI, Baron, Surakarta

Pertanyaan :

Katanya ustadz ana sering baca di internet dan -qadarullah ana lupa web nya- bahwa ustadz memberikan pikiran dan omongan miring kepada ustadz Yazid Jawwas, benarkah berita itu dan bagaimanakah hubungan ustadz (Ja’far, ed) dengan ustadz Yazid Jawas?, benarkah jama’ah dzikir arifin ilham adalah majelis bid’ah, barakallahufiikum.

Silahkan di simak jawabannya dan di download di sini :

Mirror (Salafishare) : Continue reading

Klarifikasi : Apakah benar taubat Ustadz Ja’far adalah dusta ?


Bismillah..

Berikut kami sampaikan Seri Tanya Jawab bersama Al Ustadz Ja’far Umar Thalib -hafidhohullah- di Gedung IPHI, Baron, Surakarta

Pertanyaan :

Banyak yang menyangka taubat Ustadz Ja’far dusta, cuma sekedar kalam dan katanya tidak mengindahkan ulama, mohon pencerahannya, barakallahufiikum.

Silahkan di simak jawabannya dan di download di sini :

Mirror (Google) :   Continue reading

Klarifikasi : Kenapa Ustadz tidak menghadiri daurah syaikh?


Bismillah..

Tanya Jawab

Berikut kami sampaikan Seri Tanya Jawab bersama Al Ustadz Ja’far Umar Thalib -hafidhohullah- di Gedung IPHI, Baron, Surakarta

Pertanyaan :

Kenapa Ustadz tidak menghadiri daurah syaikh, padahal dapat menjadi lahan Islah?

Silahkan di simak jawabannya dan di download di sini :

Mirror (Google) : Continue reading

Klarifikasi : Apakah Ustadz Ja’far bergabung dengan para politikus masa kini?


Bismillah..

Berikut kami sampaikan Seri Tanya Jawab bersama Al Ustadz Ja’far Umar Thalib -hafidhohullah- di Gedung IPHI, Baron, Surakarta

Pertanyaan :

(Mau Klarifikasi) Menurut catatan saya Ustadz Ja’far masih bergabung dengan para politikus masa kini seperti  bapak Presiden kita SBY, aqil siradj ketika di Jawa Timur dan lain-lain, apakah dibenarkan syariat?

Silahkan di simak jawabannya dan di download di sini :

Mirror (Google) :  Continue reading

"Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh isi blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil , serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,.."

Twitter

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4,179 other followers

Mutiara Salaf

Yahya bin ‘Ammar rahimahullah pernah berkata, “Ilmu itu ada lima (jenis), yaitu: (1) ilmu yang menjadi ruh (kehidupan) bagi agama, yaitu ilmu tauhid; (2) ilmu yang merupakan santapan agama, yaitu ilmu yang mempelajari tentang makna-makna Al-Qur’an dan hadits; (3) ilmu yang menjadi obat (penyembuh) bagi agama, yaitu ilmu fatwa. Ketika seseorang tertimpa sebuah musibah maka ia membutuhkan orang yang mampu menyembuhkannya dari musibah tersebut, sebagaimana pernah dikatakan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu. (4) ilmu yang menjadi penyakit dalam agama, yaitu ilmu kalam dan bid’ah, dan (5) ilmu yang merupakan kebinasaan bagi agama, yaitu ilmu sihir dan yang semisalnya.” [Lihat Majmu’ Fatawa (X/145-146), Siyar A’lamin Nubala’ (XVII/482)]

Mutiara Salaf

Mu’aadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata : “Wajib atas kalian menuntut ilmu agama ini, karena mengajarkannya adalah amalan yang baik, mempelajarinya adalah ibadah, mengingatnya kembali adalah tasbih, mengadakan penelitian tentangnya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak mengerti adalah shadaqah, dan mengerahkan segala kesungguhan terhadap ilmu ini dengan mengambilnya dari para ulama merupakan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.”
Dengan demikian orang yang mengadakan penelitian tentang ilmu agama ini adalah mujahid fi sabilillah.” [Majmu’ Fatawa jilid 4/109]