Manhaj

This category contains 22 posts

Rudud : Nasehat Untuk Para Pengagum Maher At Thuwailibi


NASEHAT UNTUK PARA PENGAGUM MAHER AT THUWAILIBI

Oleh Al Ustadz Ja’far Umar Thalib   حفظه الله

Nasehat ini saya tujukan kepada kaum Muslimin para pengagum Al Kadzdzab Al Wasikh Maher At Thuwailibi, agar kiranya menjadi pertimbangan dalam mencari teman atau tempat menimba ilmu agama. Karena berapa banyak orang celaka karena teman atau guru. Dan melalui tulisan ini saya berusaha menumpahkan kasih sayangku kepada kaum Muslimin dari bahaya pemahaman sesat Maher At Thuwailibi yang akan merusakkan aqidah dan akhlaq kalian bila kalian dekat dengan orang ini.

Kerusakan parah yang ada pada aqidah dan akhlaqnya ialah :

  1. Dia melakukan gerakan anti terhadap Da’wah Salafiyah dengan menggelari orang-orang yang berusaha mengikuti jejak Salafus Shaleh dengan TALAFI (ARTINYA : ORANG YANG BINASA). Sedangkan SALAFI (ARTINYA : ORANG YANG BERUSAHA MENGIKUTI JEJAK PARA SAFUS SHALEH).

Wahai sekalian Kaum Muslimin, SALAFI itu sesungguhnya adalah simbul perjuangan atau target perjuangan. Jadi kalau ada orang yang menggelari dirinya SALAFI, bukan berarti bahwa dia telah mengikuti seratus persen jejak hidup para Salafus Shaleh. Jadi makanya SALAFI itu ada yang baru sedikit mengikuti jejak para Salafus Shaleh, dan akhlaqnya masih terbawa oleh tabiat asalnya yang jelek. Namun aqidahnya sudah berpegang dengan prinsip AL WALA’ WAL BARA (Cinta Kepada Tauhid Dan Ahlut Tauhid Serta Benci Kepada Syirik Dan Ahlus Syirik, Cinta Kepada Sunnah Dan Ahlus Sunnah Serta Benci Kepada Bid’ah Dan Ahlul Bid’ah). Semoga dengan bertambahnya ilmu tentang Salafus Shaleh, mereka akan terus memperbaiki peri hidup mereka dalam upaya meneladani peri hidup para Salafus Shaleh.

Namun Al Kadzdzab al Waskh Maher At Thuwailibi ketika melihat kesalaha- kesalahan mereka, langsung saja mencap mereka sebaga TALAFI. Dan dia tidak bisa menyembunyikan kebenciannya kepada SALAFI , ketika dia menyataka bahwa SALAFI itu singkatan dari SAhabat LAma FIr’aun. Padahal SALAFI itu dengan berbagai kekurangannya, tetap lebih baik daripada KHALAFI (ORANG YANG MENYELISIHI PARA SALFUS SHALEH). Karena SALAFI adalah orang-orang yang berusaha mewarisi ilmu dan amal para Salafus Shaleh. Walaupun diantara mereka itu ada yang dzalim dan ada pula yang sedang semangatnya dalam mengikuti jejak para Salafus Shaleh dan ada pula darl mereka yang semangatnya penuh untuk mengikuti dan menggali ilmu dan amal para Salafus Saleh. Maka kalian sangat besar dosanya bila menganggap mereka dengan emosi kemarahan kalian sebagai TALAFI atau SAHABAT LAMA FIRAUN.

Allah Ta’ala membagi tingkatan orang-orang Yang mewarisi kitab dalam tiga golongan :

ثم أورثنا الكتاب الذين اصطفينا من عبادنا فمنهم ظالم لنفسه ومنهم مقتصد ومنهم سابق بالخيرات بإذن الله ذالك هو فضل الكبير. – فاطر 32.
“Kemudian Kami wariskan kitab ini kepada orang yang telah Kami pilih dari hamba-hamba Kami, maka dari mereka ada yang dzalim terhadap diri mereka sendiri dan ada pula dari mereka yang sederhana dalam amalannya dan dari mereka ada yang melampaui yang lainya dalam kebaikan dengan izin Allah, yang demikian itu adalah keutamaan yang sangat besar”. S. Fathir 32.

Maka Ahlul Istifa’ (orang yang dipilih oleh Allah untuk mewarisi kitabNya) ada tiga golongan yaitu:

  • Dzalimun linafsihi (yang dzalim terhadap dirinya dengan berbuat dosa)-
  • Muqtashid (yang sederhana dalam mengikuti Al Qur’an dan As Sunnah)-
  • Sabiqun bilkhairat (yang melampaui lainnya dalam kebaikan).

Continue reading

Siapa Bilang Ulama Salaf Tidak Berdebat dan Bersikap Keras ?!!


Bismillah..

Ulamapun ada yang berdebat dan keras

Berikut kami sampaikan salah satu Audio Kajian yang membahas Kitab Dhorurotul Ihtimam bissunnah An-nabawiyyah yang dibawakan oleh Al Ustadz Ja’far Umar Thalib  حفظه الله di Masjid ‘Utsman bin ‘Affan, Degolan, Sleman, Yogyakarta.

Disini dijelaskan kaidah yang ke-2 bahwa Assunnah itu harus diterangkan dan tidak diperdebatkan (bila menimbulkan kerusakan yang besar), dan juga dibawakan beberapa contoh dari para perdebatan para Ulama Salaf seperti perdebatan dari Imam As-Syafi’i -rahimahullah-  dan juga Imam Ahmad -rahimahullah- dengan Sesama Ulama Ahlus Sunnah dan juga bahkan dengan para Ahlul Bid’ah yang se-zaman dengan mereka. Silahkan di simak dan di download di sini :

Mirror  :  Continue reading

REPOST : Manhaj Ahlus Sunnah Dalam Masalah Tahdzir (Lengkap)


Bismillah..

Tahdzir

Seri Kajian Manhaj Salaf kali ini adalah membahas tuntas masalah Tahdzir. Karena kami melihat begitu banyak Salafiyyin yang belum sepenuhnya memahami secara utuh tentang masalah  Tahdzir ini dan terjatuh kepada sikap Ghuluw terhadapnya. Ada beberapa tahap yang harus diketahui dan dipahami dalam  mentahdzir, dan tahapan-tahapan ini telah dijelaskan oleh  Al Ustadz Ja’far Umar Thalib (Ma’had Ihya ‘Us Sunnah, Degolan, Yogyakarta) secara detail dan terperinci sejak tahun 1995 lalu. Harusnya bila kita sudah pernah mendengar kajian tersebut kita dapat mengambil Ibrah dari kajian ilmu tersebut dan dapat mengamalkannya dalam setiap langkah kita ketika mendakwahkan manhaj yang haq ini kepada ummat, agar kita tidak mendzalimi kehormatan ummat Islam.

Silahkan di simak dan di download di sini :  Continue reading

Manhaj : Kesesatan Aliran Mu’athillah


Bismillah..

Kesesatan Aliran Mu'athilah

Berikut kami sampaikan keterangan tentang kesesatan Aliran Mu’athilah (bukan Mu’tadzilah) yang dibawakan oleh Al Ustadz Ja’far Umar Thalib –hafidhohullah- di Masjid ‘Utsman bin ‘Affan, Degolan, Sleman, Yogyakarta.

Silahkan di simak dan di download di sini :

Mirror  :  Continue reading

Manhaj : [Bag.4/4] Kenapa Sururiyyah Harus Dibicarakan ?


Bismillah…

Seri Kajian Islam  kali ini adalah membahas tentang Fitnah dan Bahaya Sururiyyah karena kami melihat belum begitu banyak ummat Islam yang mengetahui tentang bahaya Fikroh Sururiyyah ini. Kajian ini di rekam sekitar bulan Jumadil Awal tahun 1416 H / oktober 1995 M lalu.   Al Ustadz Ja’far Umar Thalib menjelaskan secara detail dan terperinci pada Daurah waktu itu. Semoga kita dapat mengambil Ibrah dan penjelasan yang gamblang dari kajian ilmu tersebut dan dapat menjaga setiap langkah kita ketika menjalani kehidupan ini serta dapat tetap Istiqomah di dalam menempuh jalan al haq.

Silahkan di simak dan di download di sini :

Mirror / Situs lainnya:

(Rapidshare, Freakshare,  Megashares, Bayfiles, Uploaded, Tusfiles, Cyberlocker, Ziddu, , Sentmyway, Rapidgator, Hipfile, Sharebeast) :  Continue reading

Manhaj : [Bag.3/4] Kenapa Sururiyyah Harus Dibicarakan ?


Bismillah…

Seri Kajian Islam  kali ini adalah membahas tentang Fitnah dan Bahaya Sururiyyah karena kami melihat belum begitu banyak ummat Islam yang mengetahui tentang bahaya Fikroh Sururiyyah ini. Kajian ini di rekam sekitar bulan Jumadil Awal tahun 1416 H / oktober 1995 M lalu.   Al Ustadz Ja’far Umar Thalib menjelaskan secara detail dan terperinci pada Daurah waktu itu. Semoga kita dapat mengambil Ibrah dan penjelasan yang gamblang dari kajian ilmu tersebut dan dapat menjaga setiap langkah kita ketika menjalani kehidupan ini serta dapat tetap Istiqomah di dalam menempuh jalan al haq.

Silahkan di simak dan di download di sini :

Mirror / Situs lainnya:  Continue reading

Manhaj : [Bag.2/4] Kenapa Sururiyyah Harus Dibicarakan ?


Bismillah…

Seri Kajian Islam  kali ini adalah membahas tentang Fitnah dan Bahaya Sururiyyah karena kami melihat belum begitu banyak ummat Islam yang mengetahui tentang bahaya Fikroh Sururiyyah ini. Kajian ini di rekam sekitar bulan Jumadil Awal tahun 1416 H / oktober 1995 M lalu.   Al Ustadz Ja’far Umar Thalib menjelaskan secara detail dan terperinci pada Daurah waktu itu. Semoga kita dapat mengambil Ibrah dan penjelasan yang gamblang dari kajian ilmu tersebut dan dapat menjaga setiap langkah kita ketika menjalani kehidupan ini serta dapat tetap Istiqomah di dalam menempuh jalan al haq.

Silahkan di simak dan di download di sini :

Mirror / Situs lainnya: Continue reading

Manhaj : [Bag.1/4] Kenapa Sururiyyah Harus Dibicarakan ?



Bismillah..

Seri Kajian Islam  kali ini adalah membahas tentang Fitnah dan Bahaya Sururiyyah karena kami melihat belum begitu banyak ummat Islam yang mengetahui tentang bahaya Fikroh Sururiyyah ini. Kajian ini di rekam sekitar bulan Jumadil Awal tahun 1416 H / oktober 1995 M lalu.   Al Ustadz Ja’far Umar Thalib menjelaskan secara detail dan terperinci pada Daurah waktu itu. Semoga kita dapat mengambil Ibrah dan penjelasan yang gamblang dari kajian ilmu tersebut dan dapat menjaga setiap langkah kita ketika menjalani kehidupan ini serta dapat tetap Istiqomah di dalam menempuh jalan al haq.

Silahkan di simak dan di download di sini :

Mirror / Situs lainnya:  Continue reading

Tahdzir : Asal Mula Kesesatan dan Kekafiran Wasil bin Atho’ Al Bashri


Bismillah..

Tahdzir

Seri Kajian Islam  kali ini adalah kami sampaikan kajian tentang asal mula adanya pen-tahdzir-an oleh para Ulama Salaf terhadap Kesesantan dan Kekafiran Wasil bin Atho’ Al Bashri. Wasil bin Atho’ Al Bashri ini adalah murid dari dari salah satu Imam di kalangan Tabi’in yaitu Al Imam Hasan Al Basri –rahimahullah-. Sampai-sampai Al Imam Hasan Al Basri –rahimahullah– mengusirnya dan mengatakan bahwa “Wasil telah berpisah dari kita”. Pemikiran Wasil bin Atho’  inilah yang melatarbelakangi munculnya Mu’tazilah.

Silahkan di simak dan di download di sini : Asal Mula Kesesatan dan Kekafiran Wasil bin Atho’ Al Bashri

Mirror :  Continue reading

"Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh isi blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil , serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,.."

Twitter

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4,201 other followers

Mutiara Salaf

Yahya bin ‘Ammar rahimahullah pernah berkata, “Ilmu itu ada lima (jenis), yaitu: (1) ilmu yang menjadi ruh (kehidupan) bagi agama, yaitu ilmu tauhid; (2) ilmu yang merupakan santapan agama, yaitu ilmu yang mempelajari tentang makna-makna Al-Qur’an dan hadits; (3) ilmu yang menjadi obat (penyembuh) bagi agama, yaitu ilmu fatwa. Ketika seseorang tertimpa sebuah musibah maka ia membutuhkan orang yang mampu menyembuhkannya dari musibah tersebut, sebagaimana pernah dikatakan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu. (4) ilmu yang menjadi penyakit dalam agama, yaitu ilmu kalam dan bid’ah, dan (5) ilmu yang merupakan kebinasaan bagi agama, yaitu ilmu sihir dan yang semisalnya.” [Lihat Majmu’ Fatawa (X/145-146), Siyar A’lamin Nubala’ (XVII/482)]

Mutiara Salaf

Mu’aadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata : “Wajib atas kalian menuntut ilmu agama ini, karena mengajarkannya adalah amalan yang baik, mempelajarinya adalah ibadah, mengingatnya kembali adalah tasbih, mengadakan penelitian tentangnya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak mengerti adalah shadaqah, dan mengerahkan segala kesungguhan terhadap ilmu ini dengan mengambilnya dari para ulama merupakan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.”
Dengan demikian orang yang mengadakan penelitian tentang ilmu agama ini adalah mujahid fi sabilillah.” [Majmu’ Fatawa jilid 4/109]