Ikhwan Salafiyyun

This category contains 40 posts

Arsip : Download beragam Kitab Manhaj Salaf (Bhs. Arab dan Indonesia)


Buku Keislaman

Telah berkata Admin http://sunniy.wordpress.com :

Dinukil dari kitab Kitabul ‘Ilmi, Penulis Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin, Edisi Indonesia Tuntunan Ulama Salaf Dalam Menuntut Ilmu Syar’i, Penerjemah Abu Abdillah Salim bin Subaid, Penerbit Pustaka Sumayyah:

Pertama: Kitab-Kitab Aqidah

  1. Kitab Tsalatsatul Ushul1(( ثلاثة الأصول))
    2. Kitab Al-Qowa’idul Arba’2 (( القواعد الأربع ))
    3. Kitab Kasyfu Syubuhat3 (( كشف الشبهات ))
    4. Kitab At-Tauhid4 (( التوحيد ))

Keempat kitab ini merupakan karya Syaikhul Islam Al-Imam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.

  1. Kitab Al-Aqidah Al-Wasithiyyah5(( العقيدة الواسطية))

Berisi pembahasan tentang tauhid asma’ wa sifat. Kitab ini termasuk kategori terbaik yang mengulas pembahasan itu. Kitab ini layak untuk dibaca dan di-muroja’ah (dipelajari).

  1. Kitab Al-Hamawiyah(( الحموية))
    7. Kitab At-Tadmuriyah (( التدمرية ))

Kedua kitab tersebut (pembahasannya) lebih luas dibandingkan kitab Al-Aqidah Al-Wasithiyyah. Ketiga kitab ini adalah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah.

  1. Kitab Al-Aqidah Ath-Thahawiyah(( العقيدة الطحاوية)) karya Syaikh Abu Ja’far Ahmad bin Muhammad Ath-Thahawi
  2. Kitab Syarh Al-Aqidah Ath-Thahawiyah(( شرح العقيدةالطحاوية)) karya Abul Hasan Ali bin Abil ‘Izzi
  3. Kitab Ad-Durrar Ats-Tsaniyyah fii Al-Ajwibah An-Najdiyah((الدرر السنية في الأجوبة النجدية)). Dihimpun oleh Syaikh Abdurrahman bin Qasim rahimahullah
  4. Kitab Ad-Durrar Al-Mudiyyah fii Aqidatil Firqatil Mardiyyah ((الدرة المضية في عقيدة الفرقة المرضية)) karya Muhammad bin Ahmad As-Safarini Al-Hambali. Didalam kitab ini ditemui adanya ungkapan-ungkapan yang menyelisihi manhaj Salaf. Oleh karena itu penuntut ilmu harus mempelajari kitab ini melalui seorang Syaikh yang mengenal baik Aqidah Salafiyah, agar syaikh itu dapat memberikan penjelasan tentang berbagai macam ungkapan-ungkapan yang menyelisihi aqidah Salafush Sholih yang terdapat dalam kitab tersebut

Kedua: Kitab-kitab Hadits

  1. Kitab Fathul Bari syarah Shohih Bukhari(( فتح الباري شرح صحيحالبخاري)) karya Ibnu Hajar Al-Atsqalani rahimahullah
  2. Kitab Subulus Salam syarah Bulughul Maram(( سبل السلام شرحبلوغ المرام)) karya Ash-Shan’ani. Kitab ini merangkum pembahasan hadits dan fiqh
  3. Kitab Nailul Authar syarah Muntaqul Akhbar(( نيل الأوطار شرحمنتقى الأخبار)) karya Asy-Syaukani
  4. Kitab Umdatul Ahkam(( عمدة الأحكام)) karya Al-Maqdisi. Sebuah kitab yang khusus dan seluruh hadits dalam kitab ini terdapat dalam Shahihain (hadits-hadits riwayat Bukhari dan Muslim) maka tidak perlu lagi untuk mencari tahu tentang derajat keshahihannya
  5. Kitab Arbain An-Nawawiyah(( الأربعين النووية)) karya Abu Zakaria An-Nawawi

Sebuah kitab yang bagus karena di dalamnya membahas masalah akhlak dari manhaj yang baik serta berbagai kaidah yang sarat faedah. Semisal hadits :

مِنْ حُسْنِ إِسْلاَمِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لاَ يَعْنِيْهِ

“Diantara kebaikan Islam seseorang ia meninggalkan hal-hal yang tidak berguna baginya.” (HR. Ahmad, Tirmidzi)

Ini adalah sebuah kaidah, andaikata engkau jadikan sebagai jalan yang engkau lalui, tentunya kaidah tersebut telah mencukupi. Demikian pula sebuah kaidah didalam hal ucapan. Rosulullah sholallohu ‘alaihi wasallam bersabda :

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْراً أًوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa yang beriman kepada Alloh dan Hari Akhir hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

  1. Kitab Bulughul Maram(( بلوغ المرام)) karya Al-Hafidz Ibnu Hajar Al-Atsqalani. Sebuah kitab yang berfaedah terlebih lagi kitab ini mencantumkan para perawi (periwayat hadits) sekaligus menerangkan derajat keshahihan dan kedha’ifan haditsnya. Beliau memberikan penjelasan atau ulasan terhadap hadits-hadits tersebut.
  2. Kitab Nukhbatul Fikar(( نخبة الفكر)) karya Ibnu Hajar Al-Atsqalani. Kitab ini terhitung sebagai kitab yang lengkap. Apabila seorang penuntut ilmu bisa memahami kitab ini secara sempurna dan menguasai secara baik, kitab ini cukup mewakili berbagai kitab dalam ilmu Musthalah Hadits. Ibnu Hajar menggunakan metode yang handal dalam penyusunan kitab ini, yaitu As-Sabru wa Taqsim (percobaan dan pembagian, istilah dalam ushul fiqh-pent).

Apabila membaca kitab ini seorang penuntut ilmu akan mendapati pancaran semangat, karena kitab ini dilandasi diatas gejolak akal pikiran. Saya nasehatkan, baik bagi para penuntut ilmu untuk menghafal kitab ini, karena kitab ini merupakan rangkuman faedah dalam ilmu Musthalahul Hadits.

  1. Al-Kutub As-Sittah (kitab Shahih Bukhari, Shahih Muslim, Sunan Abu Dawud, Sunan At-Tirmidzi, Sunan An-Nasa’i, dan Sunan Ibnu Majah) ((الكتب الستةصحيح البخاري ، ومسلم ، والنسائي ،وأبو داوود ، وابن ماجه ، والترمزي))

Saya nasehatkan kepada para penuntut ilmu untuk memperbanyak membaca kitab-kitab di atas, karena dengan membacanya akan memperoleh dua keuntungan :

  1. Merujuk ke kitab-kitab ushul (induk)
    2. Pengulang-ulangan nama perawi dalam otaknya. Jika nama-nama perawi tersebut sering terulang maka hampir-hampir ia tidak membaca seorang perawi pun -misalnya- diantara perawi-perawi (yang dipakai oleh) Al-Bukhari pada sanad manapun ia langsung mengenal bahwa perawi tersebut termasuk perawi Al-Bukhari sehingga ia dapat mengambil keuntungan berupa faedah dari segi hadits.

Ketiga: Kitab-kitab Fiqih

  1. Kitab Adabul Masyi Ilaa Sholat(( آداب المشي إلى الصلاة)) karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah.
  2. Kitab Zaadul Mustaqni’ Fihktisharil Muqni(( زاد المستقنع فيإختصار المقنع)) karya Al-Hajawi. Kitab ini termasuk matan-matan terbaik dalam pembahasan fiqh. Sebuah kitab yang diberkahi, ringkas dan lengkap. Guru kami Al-Alamah Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah mengisyaratkan untuk menghafal kitab ini, padahal beliau telah hafal matan kitab Dalilul Thalib.
  3. Kitab Ar-Raudhu Al-Murabi’ syarah Zaadul Mustaqni’ ((الروضالمربع شرح زاد المستقنع)) karya Syaikh Manshur Al-Bahuti.
  4. Kitab Umdatul Fiqhi (( عمدة الفقه)) karya Ibnu Qudamah rahimahullah.

Keempat: Kitab-kitab Faraidh (Waris)

  1. Kitab Matan Ar-Rahbiyah (( متن الرحبية)) karya Ar-Rahbi.
  2. Kitab Matan Al-Burhaniyah (( متن البرهانية)) karya Muhammad Al-Burhani. Sebuah kitab yang ringkas, berfaedah dan lengkap dalam membahas ilmu faraidh (waris). Saya menilai bahwa kitab Al-Burhaniyah lebih baik dibandingkan kitab Ar-Rahbiyah. Karena dari satu sisi kitab Al-Burhaniyah lebih lengkap dari kitab Ar-Rahbiyah dan lebih luas khazanah keilmuannya pada sisi yang lain.

Kelima: Kitab-kitab Tafsir

  1. Kitab Tafsirul Qur’anul Adzim6(( تفسير القرآن العظيم )) karya Ibnu Katsir rahimahullah. Sebuah kitab yang baik dari segi penafsiran dengan atsar, berfaedah dan terpercaya. Namun kitab ini tidak banyak memberikan pemaparan dari sisi i’rab dan ilmu balaghah (ilmu bahasa).
  2. Kitab Taisirul Karimurrahman fii Tafsir Kalamul Mannan((تيسيرالكريم الرحمن في تفسير كلام المنان)) karya Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah. Sebuah kitab yang bagus, mudah, terpercaya dan saya nasehatkan kepada kalian untuk membacanya.
  3. Kitab Muqaddimah Syaikhul Islam fii Tafsir(( مقدمة شيخ الإسلامفي التفسير)) Sebuah muqaddimah yang penting dan bagus.
  4. Kitab Adhwa’ul Bayan(( أضواء البيان)) karya Al-Alamah Muhammad Asy-Syinqiti rahimahullah. Sebuah kitab yang menghimpun ilmu hadits, fiqh, tafsir dan ushul fiqh.

Keenam: Kitab-kitab Umum dalam Beberapa Disiplin Ilmu

  1. Bidang Nahwu: kitab Matan Al-Ajurrumiyyah(( متن الأجرومية)) Sebuah kitab yang ringkas dan sederhana.
  2. Bidang Nahwu: Al-Alfiyah Ibnu Malik(( ألفية بن مالك)) Kitab ini adalah intisari ilmu nahwu.
  3. Bidang Sirah Nabi: kitab yang saya nilai paling bagus adalah kitab Zaadul Ma’ad(( زاد المعاد)) karya Ibnul Qayyim. Sebuah kitab yang sangat bermanfaat, didalamnya mengisahkan sirah Nabi dalam berbagai peristiwa, setelah itu mengambil istinbhat (pengambilan) banyak hukum dari hal-hal tersebut.
  4. Kitab Raudhatul ‘Uqala (( روضة العقلاء)) karya Ibnu Hibban Al-Busti rahimahullah. Sebuah kitab yang bermanfaat, kendati ringkas isinya namun kitab ini menghimpun banyak faedah dari berbagai atsar para ulama dan ahlu hadits serta orang-orang selain mereka.
  5. Kitab Siyar A’lamin Nubala’(( سير أعلام النبلاء)) karya Adz-Dzahabi. Sebuah kitab yang memiliki kemanfaatan dan faedah besar. Penuntut ilmu seyogyanya membaca kitab ini dan sering me-muroja’ah-nya.

____________
Footnote:

1 Edisi Terjemahan: Tiga Landasan Utama

2 Kitab ini banyak disyarah oleh para ulama besar, salah satunya adalah Asy Syaikh Shalih bin Fauzan Al Fauzan. Silahkan download: Syarh Qawaidul Arba’ (Indonesia)

3 Edisi Terjemahan: Kasyfu Syubuhat (Indonesia)

4 Edisi Terjemahan: Kitab Tauhid

5 Edisi Terjemahan: Syarah Aqidah Al Wasithiyah oleh Syaikh Sa’id bin Ali bin Wahfi Al Qahthaniy

Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin juga telah mensyarah kitab ini, silahkan ambil dalam versi Arabic: Syarah Aqidah Al Wasithiyah oleh Syaikh Utsaimin. Edisi Terjemahan: Syarah Aqidah Al Wasithiyah Pasal Al Imanu bil Yaumil Akhir (Ada Apa Setelah Kematian)

6Tafsir Ibnu Katsir Juz 1 …..(34,6 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 2 …..(19,1 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 3 …..(13,1 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 4 …..(15,3 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 5 …..(16,3 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 6 …..(22,8 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 7 …..(18,1 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 8 …..(15,3 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 9 …..(17,4 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 10 …..(5,03 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 12…..(3,4 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 13 …..(4,7 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 14 …..(4,16 MB)
Tafsir Ibnu Katsir Juz 15 …..(7,74 MB)

warisansalaf, on 6 Juni 2010 at 5:59 am said:

Untuk nomor 10 dari pembahasan aqidah, yaitu kitab Ad-Durarus Saniyyah telah tersedia di blog kami. Jazakallahu khairan, semoga bermanfaat

http://warisansalaf.wordpress.com/2010/06/06/kitab-gratis-ad-durarus-saniyyah-fi-ajwibatin-najdiyyah-sesuai-cetakan-versi-pdf/

Jazakumullahu khoiron.

Balas

abu abdillah al-atsary, on 7 Juni 2010 at 6:56 am said:

ana mau download kitab-kitab ahlus sunnah. jazaakumullah khoiran.

Monggo… jazaakumullah khoiran

Balas

atstsurayya, on 8 Juni 2010 at 1:05 am said:

Bismillah. .

Ini ada sedikit tambahan dr link yg blm ada akh :

– Kitab Siyar A’lamin Nubala’ (( سير أعلام النبلاء )) karya Adz-Dzahabi : http://www.4shared.com/file/mSbrLEjO/siyar_alam_nubala.html

– Kitab Adhwa’ul Bayan (( أضواء البيان )) karya Al-Alamah Muhammad Asy-Syinqiti rahimahullah : http://www.4shared.com/file/dC9vr1kt/adwa_ul_bayan_fi_tafsir_quran_.html

– Kitab Taisirul Karimurrahman fii Tafsir Kalamul Mannan ((تيسيرالكريم الرحمن في تفسير كلام المنان )) karya Syaikh Abdurrahman As-Sa’di rahimahullah : http://www.4shared.com/file/1wwMa8–/taisir_karimur_rahman.html

– Kitab Adabul Masyi Ilaa Sholat (( آداب المشي إلى الصلاة )) karya Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah : http://www.4shared.com/file/g5gxB9Qv/adabul_masyi_ila_sholah.html

– Kitab Nailul Authar syarah Muntaqul Akhbar (( نيل الأوطار شرحمنتقى الأخبار )) karya Asy-Syaukani : http://www.4shared.com/file/W2lbYEvR/nailul_awthar.html

– Kitab Subulus Salam syarah Bulughul Maram (( سبل السلام شرح بلوغالمرام )) karya Ash-Shan’ani : http://www.4shared.com/file/fYW0oysc/subulus_salam.html

– Kitab Syarh Al-Aqidah Ath-Thahawiyah (( شرح العقيدة الطحاوية )) karya Abul Hasan Ali bin Abil ‘Izzi : http://www.4shared.com/file/YrA95Ken/syarah_aqidah_tahawiyah.html

– Kitab At-Tadmuriyah (( التدمرية )) karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah : http://www.4shared.com/file/5UIzQUBP/Al_aqidah_tadmuriyah.html

Jazakumullahu khoiron. Sudah ditambahkan dan edit halaman.

Al Khair, on 15 Juni 2010 at 4:46 am said:

Bismillah, langsung aja klik alamat-alamat di sini, insya Allah lengkap dan terpenuhi, apalagi jika mau download maktabah syamilah yang ada.

klik di sini

http://kautsarku.wordpress.com/2009/02/26/daftar-link-download-kitab-bahasa-arab/

Penjelasan: Nie dia….untuk antum semua…

Bismillah…

Berikut adalah alamat-alamat untuk download ribuan kitab-kitab berbahasa Arab, baik berupa kitab induk, kitab rujukan ataupun makalah dari Masyayih yang terpercaya. Cukup diklik alamat yang dimaksud, kami sudah tujukan ke maktabah masing-masing alamat :

– http://www.sahab.net/home/index.php?site=book
– http://www.ibnothaimeen.com/all/eBook.shtml
– http://www.muqbel.net/files.php
 http://www.binbaz.org.sa/books/list
– http://www.almeshkat.net/books/index.php
– http://www.waqfeya.com/index.php
– http://www.almaktba.com/index.php
– http://saaid.net/book/index.php (hati-hati !!! banyak kitab hizbi di sini, tentukan dulu kitab yang akan di download)
– http://al-eman.com/islamlib/
– http://www.ajurry.com/library.htm
– http://alalbany.net/albany_books.php
– http://www.afifyy.com/book.html
– http://www.alfawzan.ws/alfawzan/default.aspx#1
– http://www.olamayemen.com/book/index.php
– http://salemalajmi.com/books/index.html
– http://www.otiby.net/book
– http://www.njza.net/web/files.php
– http://www.rabee.net/
– http://www.dorar.net/

Berkata Admin http://athariyyah.webs.com :

  1. The Noble Qur’aan– Translation of the Meaning of the Noble Words of Allaah
  2. Tafseer ibn Katheer (Explanation of The Noble Qur’aan) – By Imaam Ibn Katheer
  3. Adwaa al-Bayaan– (incomplete) Tafseer of The Noble Qur’aan By Imaam Muhammad Al-Ameen Ash-Shanqeetee
  4. Tawheed First– By Imaam Muhammad Naasir Ud-Deen Al-Albaanee
  5. Usool ath-Thalatha (Three Fundamental Principles) –  By Sheikhul Islam Muhammad Ibn Abdul Wahhab
  6. Kitab At-Tawheed– (The Book of Monotheism) – By Sheikhul Islam Muhammad Ibn Abdul Wahhab
  7. Masaa’il ul-Jahaaliyah– (Aspects of The Days of Ignorance) – By Sheikhul Islam Muhammad ibn Abdul Wahhab
  8. Kashf al-Shubuhat– (clarifications of doubts) – By Sheikhul Islam Muhammad ibn Abdul Wahhab
  9. Lumat ul-‘Ittiqad– (sufficiency in creed) – By Imaam Abu Qudamah Al-Maqdisee
  10. Al-Aqeedat il-Wasitiyah– By Sheikhul Islam Ahmad Ibn Taymiyyah
  11. Sharh Al-Aqeedat il-Wasitiyah– Of Sheikhul Islam Ahmad Ibn Taymiyyah, By Sheikh Muhammad Khalil Harras.
  12. Aqeedat il-Hamawiyyah– By Sheikhul Islam Ahmad Ibn Taymiyyah
  13. Usool as-Sunnah(Founadations of Sunnah) – By Al-Imaam Ahmad Ibn Hanbal
  14. Explanation of The Creed-By Imaam Abu Muhammad al-Barbaharee
  15. The Book of Knowledge– By Imaam Zuhair Ibn Harb An-Nasaa’ ee
  16. Aqeedah Ahlus-Sunnah wal Jamaa’ah– By Imaam Muhammad Ibn Saalih al-Uthaymeen
  17. Sharh Usool al-Eemaan(Explaining the fundamentals of faith) – By Imaam Muhammad ibn Saalih al-Uthaymeen
  18. Islamic Creed Based on Qur’aan and Sunnah– By Sheikh Muhammad Ibn Jameel Zaynu
  19. Concise Commentary on Book of Tawheed– By Sheikh Saalih al-Fawzaan (516 pages!!!)
  20. Fundamentals Of Tawheed– By Dr. Abu Aminah Bilal Phillips
  21. The Sacred Salafi Methodology– By Imaam Muhammad Naasir ud-Deen Al-Albaanee
  22. Ar-Raheeq Al-Makhtum(The Sealed Nectar) – By Imaam Safiur Rahman Al-Mubarakpuri
  23. The Prophet’s Manner of Performing Prayers– By Imaam Abdul Aziz Ibn Abdullaah Ibn Baz
  24. The Prophet’s Prayer Described– By Imaam Muhammad Naasir ud-Deen Al-Albaanee
  25. Creation, purpose behind it– By Sheikh Saleh as-Saleh
  26. Tafsir of Ayatul Kursi-By Imaam Muhammad Ibn Saalih Al-Uthaymeen
  27. Explanation of The Nullifiers of Islaam– By Sheikh Abdul-Aziz Ar-Raajihee
  28. Qadaa wal Qadr (The Decree & Pre-Ordainment) – By Imaam Muhammad Ibn Saalih Al-Utheymeen
  29. Basic Principles on The Subjects of Tawheed, Fiqh and Aqeedah– By Sheikh Yahyaa Ibn ‘Alee Al-Hajooree
  30. A Warning Against Extremism– By Sheikh Saalih ibn Abdul Aziz Ahl ash-Sheikh
  31. Usama Ibn Ladin Al-Kharijee(our position toward him and his likes) – By Imaam Abdul Aziz Ibn Abdullaah Ibn Baz
  32. The Wahabi Myth– By Haneef Oliver
  33. Music, a look at nasheeds– By Sheikh Saleh as-Saleh
  34. Condemning the Practices of those claim Sufism– By Imaam Abu Qudamah Al-Maqdisee
  35. The Methodology of Ahlus-Sunnah wal-Jamaa’ah in Criticizing Individuals, Books and Groups– By  Sheikh Rabee’ Ibn Haadee Al-Madkhalee
  36. The Path to Guidance– By Imaam Ibnul Qayyim al-Jawziyyah
  37. The Islamic Awakening – By Imaam Muhammad Ibn Saalih al-Uthaymeen
  38. Fataawa for Muslim Women– By Sheikhul Islam Ahmad Ibn Taymiyyah
  39. Fataawa Regarding Women– By Imaam Ibn Baz, Imaam Ibn Uthaymeen & Sheikh Ibn Jibreen
  40. Fataawa of Imaam Al-Albaanee– From Al-Asaalah Magazine Issues 1-21
  41. Summary of Islamic Jurisprudence – Volume – 1– By Sheikh Saalih al-Fawzaan (544 pages!!!)
  42. Summary of Islamic Jurisprudence – Volume 2– By Sheikh Saalih al-Fawzaan (826 pages!!!)
  43. Khutbat-ul-Haajah [The Sermon for Necessities]– By Imaam Muhammad Naasir Ud-Deen Al-Albaanee
  44. Tawassul, Its Types & Its Rulings– By Imaam Muhammad Naasir Ud-Deen Al-Albaanee
  45. Takfeer, its Rulings– By Imaam Ibn Baz, Al-Albaanee & Ibn Uthaymeen
  46. The Creed of The Four Imaams– By Sheikh Muhammad Ibn Abdur-Rahmaan Al-Khumayyis
  47. AI-Fawaid, A Collection of Wise Sayings– By Imaam Ibnul Qayyim
  48. 33 Lessons for every Muslim– By Imaam Abdul Aziz Ibn Abdullaah Ibn Baz. (compiled By Abdul Aziz Saleh Al-Shomar)
  49. The Beard Between the Salaf and the Khalaf– By Sheikh Muhammad Al-Jibaly
  50. Al-Kaba’ir(The Major Sins) – By Imaam Muhammad Adh-Dhahabee
  51. Healing with the Medicine of the Prophet– By Imaam Ibnul Qayyim Al-Jawziyyah
  52. Provisions for the Hereafter (Zaad Al-Ma’ad)– By Imaam Ibnul Qayyim Al-Jawziyyah
  53. Stories of The Prophets– By Imaam Ibn Katheer
  54. Hisnul Muslim(Fortress of The Muslim) – Invocations from the Qur’an & Sunnah. By Sheikh Sa’eed Al-Qahtaanee
  55. Sahih al-Bukharee– By Imaam Muhammad Ibn Isma’il al-Bukharee
  56. Sahih Muslim– By Imaam Muslim Ibn al-Hajjaj
  57. Muwatta of Imaam Maalik– By Imaam Maalik Ibn Anas
  58. Bulugh Al-Mar’am– By Imaam Ahmad Ibn Hajr Al-Asqalanee
  59. Riyad us-Saliheen– By Imaam Abu Zakariyah Yahya An-Nawawee
  60. Adab al-Mufrad– By Imaam Muhammad Ibn Isma’il Al-Bukharee
  61. Nawawee’s 40 Hadith– By Imaam Abu Zakariyah Yahya An-Nawawee
  62. Collection of 40 Hadith Qudsi
  63. 40 Hadith on the Islamic Personality– By Sheikh Alee Hasan Al-Halabee
  64. Weak Hadith– By Imaam Muhammad Naasir Ud-Deen Al-Albaanee

Berkata Admin Ahlulhadeeth :

  1. The Correct Statement in Concerning the Takbeers of Eed – Allaamah Abdur Rahmaan al-Mubaarakpooree
  2. The Final Research into the issue of Slaughtering on the Days of Tashreeq – Allaamah Muhammad Ra’ees Nadwee
  3. Yes, We Do Have Witnesses Regarding the False Distortion of the Extremist’s In Sunan Abee Dawood- Shaikh ul-Hadeeth Sultaan Mahmood Jalaalpooree
  4. The Scholars Of Ahlul Hadeeth – Imaam Badee ud deen Sindhee
  5. The Opinion of the hanafee scholars Regarding Ahlul Hadeeth- Imaam Sayyid Badee ud deen Shah ar-Raashidee as-Sindhee
  6. Answering the Lies on Imaam al-Albanee -The Issue of placing the hands on the Chest al-Jawaab ar-Rabbaanee Raf al-Kaadhibah Anil Imaam al-Albaanee
  7. Taraweeh 8 or 20 – The Correct Saying In the Issue of Taraaweeh (its not 20 but 8) al-Qaul as-Saheeh Fee Masalutut Taraaweeh
  8. Shaikh Muhammad bin Abdul Wahhaab and the Ahlul Hadeeth – al-Allaamah Ehsaan Elaahee Zaheer
  9. The Compilation of Hadeeth – Allaamah Abdul Ghafaar Hassan Rehmaanee
  10. Answering the Rabid Soofee G F Haddad
  11. The Issue of Taqleed (Blind Following) – Shaikh Abu Salaam Muhammad Siddeeque Muhaddith Sarghodwee
  12. The Differing Principles of the Deobandee and Ahlul Hadeeth – Shaikh Zubair Alee Za’ee
  13. A Letter on the Censure of Taqleed by Allaamah Muhammad ibn Abdul Wahhaab
  14. Foundations for the Islamic Awakening – Imaam Muhammad Naasir ud deen al-Albaanee
  15. I’tiqaad A’imah al-Hadeeth Part 1 – by Imaam Abu Bakr al-Ismaa’eeli
  16. I’tiqaad A’imah al-Hadeeth Part 2 – by Imaam Abu Bakr al-Ismaa’eeli
  17. The Matureedee Creed by Shaikh Shams ud deen Afgaanee
  18. The Heretical and Deviant Concepts Of The Bareilwi’s & Soofee’s
  19. The Fundamentals of the Sunnah – Imaam Abu Bakr Abdullaah bin az-Zubair al-Humaidee
  20. Risalah – Do Not Differ – Laa Tafarraqu
  21. Treatise: “Do Not Drink (O Salafee) From The Well In Which Their is Impurity”
  22. Ahlul Hadeeth – An Attributive Name By Shaikh Zubair Alee Za’ee
  23. Who Was Abdullah Ibn Saba? – By Shaikh Zubair Alee Za’ee
  24. Refuting the Soofee, Asraar Rasheed Bareilwees Leaflet on Mawlid

***

Muhadhoroh : Mu’jizat Isro’ dan Mi’roj


Bismillah …

Mu'jizat Isra' Mi'raj

Berikut rekaman Dauroh Islam Ilmiyah yang disampaikan oleh Asy-Syaikh Abdulloh bin Ahmad bin Hasan Al-Iryani hafidzhohulloh , dengan tema : “Mu’jizat Isro’ dan Mi’roj”, di Ma’had Ittiba’us Sunnah Dusun Sampung Desa Sidorejo Kec. Plaosan Magetan Jawa Timur.

Silahkan di simak dan di download di sini :

Continue reading

Nasehat Syaikh Muhammad Ba Jammal Hafidzahullah Tentang Jabhah Kitaf


Bismillah..

Pada hari Selasa, 28 Shafar 1435 di Masjid As Sunnah Tarim – Hadramaout

Alloh Ta’ala berfirman dalam Surat Ali Imran Ayat 140 – 142:

إن يمسسكم قرح فقد مس القوم قرح مثله وتلك الأيام نداولها بين الناس وليعلم الله الذين آمنوا ويتخذ منكم شهداء والله لا يحب الظالمين ¤ وليمحص الله الذين آمنوا ويمحق الكافرين ¤ أم حسبتم أن تدخلوا الجنة ولما يعلم الله الذين جاهدوا منكم ويعلم الصابرين

Bahwasanya peperangan antara Ahlul Haqq (pengikut kebenaran)  dan Ahlul Bathil (pengikut kesesatan) itu sijaal, bermakna terkadang Ahlul Haq (pengikut kebenaran) mengalami kemenangan dan sebaliknya terkadang mengalami kekalahan sesuai dengan banyaknya sebab-sebab kemenangan yang telah dilakukan serta sebab-sebab kekalahan yang telah ditinggalkan. Segala sesuatunya adalah di tangan Allah. Akan tetapi akibat yang baik itu akhirnya akan di peroleh Ahlul Haqq (pengikut kebenaran), baik cepat atau lambat. Allah tidak akan menyia-nyiakan amalan hambaNya. Maka janganlah kita bersedih dan berputus asa.

Apa yang terjadi pada ikhwah kita di Kitaf bukanlah sesuatu yang aneh, akan tetapi hal itu merupakan ujian, penyaringan serta pengajaran supaya diketahui siapa yang jujur, mengikuti Al Haqq (kebenaran) dan siapa yang berdusta dalam jihadnya. Kalau kita melihat jumlah Hutsiy yang mati dan luka-luka, maka akan kita temui sejumlah Dua Ribuan selama peperangan dua bulan ini. Sebaliknya, jumlah ikhwah kita yang meninggal dan luka-luka jauh lebih sedikit, Allah telah memilih mereka yang jujur sebagai syuhada’. Ini merupakan kemenangan besar bagi Ahlul Islam (pengikut islam). Adapun selainnya, maka itu merupakan ujian dan cobaan yang tidak menyusutkan semangat kita untuk kembali mempersiapkan bekal yang cukup dan mengatur strategi yang mantap untuk menolong Islam dan muslimin. Jihad belumlah selesai, pintu-pintu jihad masih terus terbuka. Adapun apa yg telah tersebar, bahwa kekalahan ini akibat pengkhianatan dari para pimpinan jihad, maka ini tidaklah benar dan tanpa bukti. Alhamdulillah, kepemimpinan kita Salafiyyah dan sebagai Thullabul Ilmi (pencari ilmu).

Maka janganlah seseorang itu termakan isu negatif yng tersebar di internet dan sebagainya. Apa yang terjadi di Kitaf dengan mundurnya ikhwah pada hakekatnya bukanlah suatu kekalahan telak, akan tetapi memiliki unsur kemenangan. Hutsiy belumlah berhasil menghancurkan kekuatan muslimin. Mereka hanyalah menemukan satu bangunan masjid, lalu menghancurkannya. Tidak lebih dari itu. Justru dengann perbuatan mereka itu, Alloh ta’ala berkehendak untuk membongkar kedok mereka, bahwa mereka itulah musuh Masjid-masjid, rumah-rumah Allah. Mereka menamai masjid itu dengan gereja dan mengatakan, “Tembak Gereja Itu!” Mereka yang menamakan diri sebagai Anshorullah (penolong Allah)  itulah sebenarnya adalah Anshorusy-Syaithon (penolong-penolong setan). Tidak hanya mereka saja, akan tetapi dibalik semua ini adalah makar Internasional terhada Jazirah Arab dan muslimin secara keseluruhan. Kita senantiasa yakin, bahwa Alloh Ta’ala akan menolong agama dan hambaNya yang beriman, baik cepat maupun lambat.

Walhamdulillah.

Di Terjemahkan Oleh : Abu Sholeh Muslih bin Syahid Al Madiuny Al Indunisy

Pada Jam 18 : 28 wib – 28 Shafar 1435 H

Download Audio : Nasehat Syaikh Muhammad Ba Jammal Hafidzahullah Tentang Jabhah Kitaf

Sumber : ashhabulhadits.wordpress.com

Seruan Asy-Syaikh As-Suhaimi -hafidhohullah- untuk Rakyat Mesir


بسم الله الرحمن الرحيم

Syaikhuna Al-’Allaamah DR. Shalih bin Sa’ad As-Suhaimi hafizhahullah berkata pada majelis beliau di Masjid Nabawi, Madinah, kota Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,

“Terjadinya banyak pembunuhan termasuk tanda-tanda kiamat, apa yang terjadi saat ini secara khusus di negeri-negeri muslim dan di dunia internasional termasuk tanda-tanda kiamat, yaitu banyaknya pembunuhan yang telah dikabarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

Terkadang pembunuh tidak tahu kenapa ia harus membunuh, ia melihat manusia melakukan sesuatu maka ia pun ikut membidikkan senjatanya sebagaimana kondisi orang-orang dari suku terasing Arab yang selalu berteriak layaknya binatang dan saling membunuh antara satu dengan yang lainnya hanya demi revolusi pemberontakan, sepotong roti, rasa lapar atau karena membela seorang tokoh, padahal bisa jadi tokoh tersebut adalah seorang thagut.

Dan semua yang mati dianggap syahid meski seorang Yahudi, Nasrani atau musyrik penyembah kubur, semua syahid menurutnya, yaitu menurut seorang –yang sayang sekali ia dianggap ulama oleh media, yang umurnya sudah sangat tua- ia selalu berbicara ngawur bahwa (orang-orang yang terbunuh karena revolusi pemberontakan, sepotong roti, rasa lapar atau karena membela seorang tokoh) adalah syuhada, bahkan ia meminta untuk mendapatkan kesyahidan seperti mereka, dan ini –kita berlindung kepada Allah- adalah penyimpangan dan kesesatan.

Sayangi dirimu wahai Akhi, sembahlah Robbmu, kembalilah kepada Allah ‘azza wa jalla, apalagi Anda sudah berumur 90 tahun lebih, meskipun semuanya pasti mati tanpa melihat usia tua atau muda. Akan tetapi engkau telah menghiasi kebatilan sehingga nampak sebagai kebenaran dan engkau melampaui batas dalam perkara ini, maka berhati-hatilah wahai Ikhwan.

Berdoalah kepada Allah untuk negeri-negeri Islam yang tersebar padanya kekacauan-kekacauan ini, dan berdoalah kepada Allah agar melindungi negeri-negeri kaum muslimin dari berbagai malapetaka ini, dimana seorang pembunuh tidak tahu kenapa ia membunuh dan yang terbunuh juga tidak tahu kenapa ia dibunuh, akan tetapi ia akan berdiri di hadapan Allah ‘azza wa jalla sambil membawa kepalanya dengan kedua tangannya dan mengatakan kepada pembunuh “Kenapa engkau membunuhku?”

Kemudian, kenapa engkau menambah kekacauan (demonstrasi) yang begitu banyak manusia telah terlibat ini, maka di manakah agama, di manakah Islam, di manakah akalmu?!

Wahai Akhi, tatkala Sumayyah terbunuh dengan cara yang keji, kaum muslimin tidak melakukan demonstrasi dan turun serta berteriak-teriak di jalan-jalan. Tatkala orang-orang Yahudi berusaha membunuh Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, kaum muslimin tidak melakukan demontrasi, tetapi menegakkan jihad di jalan Allah dan mengeluarkan Yahudi dari Madinah dengan perintah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam.

Permasalahannya, dengan demonstrasi ini, kalian memenuhi lapangan-lapangan dengan laki-laki dan wanita, dan terjadilah penindasan dan pelanggaran kehormatan, perzinahan, khamar, kurangnya rasa malu, nyanyian dan ikhtilat (campur baur) antara laki-laki dan wanita, apakah ini dari agama Allah?!

Demi Allah, sesungguhnya Barat telah menipu kalian wahai orang-orang yang telah mati hatinya, yang berteriak-teriak di lapagan-lapangan seperti keledai.

Bertakwalah kepada Allah, kembalilah ke rumah-rumah kalian -sampaikan kepada mereka risalah ini wahai hadirin, katakan kepada mereka- hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dan kembali ke rumah-rumah mereka, dan tetap tinggal di rumah-rumah mereka, daripada berteriak-teriak di jalanan.

Bertakwalah kepada Allah di bumi Kinanah, yang demi Allah bumi yang kami anggap mulia, akan tetapi banyak penduduknya yang tidak memuliakannya, andaikan mereka memuliakannya maka tentunya mereka tidak akan melakukan perbuatan ini.

Aku mohon kepada Allah agar melindungi mereka dari kejelekan fitnah ini, dan agar mengembalikan mereka kepada kebenaran dan menjauhkan mereka dari para pembuat onar di antara mereka, yang selalu mengobarkan kekacauan yang berbahaya ini.

Saat ini Barat, yaitu Amerika dan selain mereka mengatakan bahwa, “Kami yang akan mendamaikan antara kelompok-kelompok Islam yang bertikai.” Maka kalianlah yang menyebabkan mereka berani memasuki negeri kalian.

Masya Allah, sampai Yahudi penjajah Palestina pun berkata, “Kami akan masuk dan mendamaikan antara kelompok yang bertikai di negeri tersebut.”

Wahai manusia, kembalilah ke rumah-rumah kalian maka akan selesai masalah ini, dan bersabarlah menghadapi pemerintah kalian.

Benar, kami mengingkari kudeta militer yang mereka lakukan terhadap pemerintah sebelumnya, apa yang mereka lakukan adalah kebatilan. Akan tetapi setelah mereka berkuasa maka wajib bagi kita untuk diam, walaupun boleh kita menuntut dikembalikannya kekuasaan kepada yang berhak tetapi dengan cara yang syar’i, bukan dengan cara mengerahkan masa, membunuh dan menduduki berbagai fasilitas umum.

Adanya kelompok-kelompok yang berpecah ini sejatinya adalah kebatilan, semuanya adalah taklid kepada Yahudi dan Nasrani, meskipun mereka menamakan diri dengan kelompok Islam. Akan tetapi aku katakan, mereka tidak punya pilihan kecuali hendaklah mereka bertakwa kepada Allah ‘azza wa jalla.

Kemudian, menurut prinsip kelompok mereka (yang membolehkan pemilu) –meskipun aku tidak percaya dengan pemilu- hendaklah mereka bersabar menunggu pemilu berikutnya, sehingga mereka bisa memilih pemimpin selainnya. Walaupun hakikatnya sistem pemilu ini adalah thagut, aku tidak mempercayainya (hanya demi memperkecil mudarat).

Akan tetapi wahai Ikhwan, sampaikan kepada mereka (kelompok-kelompok yang mengatasnamakan Islam di Mesir), hendaklah mereka bertakwa kepada Allah dalam menjaga darah kaum muslimin, dalam melindungi negeri mereka yang terjajah, negeri Kinanah.

Sampaikan kepada mereka risalah ini, kembalilah kepada akal sehat kalian, demi Allah tidak mungkin ada yang melakukan ini anak kecil, orang gila dan orang bodoh. Demonstrasi-demonstrasi ini adalah kerjaannya orang bodoh, orang gila dan tidak memiliki akal sama sekali, setiap mereka berteriak mendukung fulan, hidup fulan, jatuh fulan. Kita mohon kepada Allah ‘afiyah dan keselamatan.

Saudara-saudara kita yang menjauhi fitnah ini –segala puji hanya bagi Allah- mereka mengajak kepada agama Allah dan kepada sunnah, dan sampai hari ini mereka selamat dari ketergelinciran ke dalam fitnah ini dan selamat dari keterlibatan dalam membunuh kaum muslimin dan non muslim (yang belum pantas dibunuh) .

Aku mohon kepada Allah Al-Karim untuk menganugerahkan kebaikan kepada seluruh negeri kaum muslimin, merahmati mereka dan menyatukan kalimat mereka di atas tauhid.

Kembalilah kepada Sunnah wahai penduduk Kinanah (Mesir), kembalilah kepada tauhid, hancurkan kuburan yang disembah selain Allah, tinggalkan hizbiyah (fanatisme golongan) dan kelompok-kelompok sesat. Kembalilah kepada Rabb kalian, dan bersatulah dalam merealisasikan Laa ilaaha illallah dan Muhammadur Rasulullah.

Hendaklah kalian (hadirin) menyampaikan seruan ini meskipun hanya melalui sebagian website. Aku mohon kepada Allah agar menganugerahkan kebaikan bagi kaum muslimin di setiap tempat.

وصلّى الله وسلّم وبارك على نبيِّنا مُحمّد وعلى آله وصحبه أجمعين

Diterjemahkan secara makna dari nasihat Syaikhuna Al-‘Allamah Shalih As-Suhaimi hafizhahullah pada majelis beliau di Masjid Nabawi Madinah, kota Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, yang ditranskrip oleh Abu AbdirRahman Usamah , diterjemahkan oleh Sofyan Chalid Ruray ,  jazaahuLlaahu khayron.

 

Nasehat Syaikh Muhammad bin Hadi -hafidhohullah- Seputar Konflik Mesir


Bismillah..

Nasehat Syaikh Muhammad bin Hadi -hafidhohullah- Seputar Konflik Mesir

Pertanyaan : Ada sebagian pihak yang mengatakan, bahwa keberhasilan Ikhwanul Muslimin (IM) mencapai tampuk kepemimpinan [1] adalah seperti kemenangan kaum muslimin dalam perang Badr, dan tatkala IM lengser adalah seperti kekalahan kaum muslimin dalam perang Uhud. Sebagian pihak lagi mengatakan, bahwa ini adalah perang antara Islam lawan kekufuran.

Jawab : Kejadian (di Mesir) ini kami dengar sebagaimana anda mendengarnya. Namun berapa dari hukum (syari’at) Islam yang mereka (IM) terapkan? Sungguh demi Allah,

Pertama: Aku sebelum ini justru berangan-angan kalau IM (di Mesir) bisa menjalankan kekuasaannya selama 4 tahun! Dengan itu tidak ada lagi alasan sama sekali setelahnya. Yakni agar semua pihak menyaksikan apa yang mereka terapkan dari hukum-hukum Islam ini. [2]

Kedua: Perintah Allah yang pasti terlaksana dan kehendak-Nya pasti mengalahkan (segala kehendak makluk). Tidak ada yang bisa menolak keputusan dan hukum-Nya. Subhanahu wa Ta’ala. [3]

Ketiga: IM telah menjalankan kekuasaannya selama 1 tahun di mesir. Lihat apa yang mereka perbuat? [4]

Keempat: ____ (suara terputus) nashrani

Kelima: Sebelum memegang kekuasaan, sudah mengatakan bahwa hukum potong tangan dan hukum cambuk bukan bagian dari syari’at Islam! Itu hanyalah perkara ijtihadiyah!! Pernyataan ini ada dan terekam. Ini dinyatakan sebelum menang dalam pemilu. … maka bagaimana bisa kemenangan IM ini diserupakan dengan kemenangan pada perang Badr?

Kesimpulannya, mereka itu adalah para penyeru demokrasi sejak awal.

Bahkan aku sendiri mendengar dia mengatakan, bahwa hukum itu adalah milik rakyat, bersumber dari rakyat juga, bukan (milik /dari) Allah.

Di mana itu ayat

{إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاه} [يوسف: 40]

“Tidak ada hukum kecuali milik Allah. Dia memerintahkan agar kalian tidak beribadah kecuali kepada-Nya.” (Yusuf : 40) Yang mereka selama ini  menghujat kita (ahlus sunnah) [5], dan mereka mengkafirkan kaum muslimin karena tidak menerapkan ayat ini dalam penilaian mereka. [6]

 

Keenam: Jalan (cara) yang kalian buat (untuk bisa naik ke kursi kekuasaan), maka kalian terjatuh melalui jalan (cara) itu pula. Jalan (cara) yang kalian buat (untuk bisa naik ke kursi) adalah kalian menuntut/menyuarakan pembebasan (negeri Mesir), yang di antaranya sampai Yusuf al-Qaradhawi datang dan menyerukan itu di mimbar Jum’at! Dengan itu kalian (IM) berhasil naik ke kursi.  Maka sekarang pun kalian (IM) jatuh dengan cara yang sama, yaitu adanya tuntutan pembebasan (negeri Mesir) dari rakyat.

 

Ketujuh: Mereka sendiri menyatakan, bahwa kebebasan rakyat tidak boleh dibatasi. Sementara demo yang terjadi sekarang merupakan tuntutan kebebasan rakyat. Dalam undang-undang dinyatakan rakyat tidak boleh dibatasi kebebasannya. Maka mereka bebas menyatakan kemauannya. Kalian (IM) menuntut keinginan kalian. Namun kini mereka berhasil mengalahkan kalian. Maka, bukankah “hukum adalah milik rakyat”.?!

 

Kedelapan: Sebagaimana dikatakan dalam sebuah bait syair,

أعلمه الرماية كل يوم … فلما اشتد ساعده رماني

وكم علمتُه نظم القوافي … فلما قال قافية هجاني

“Aku ajari dia memanah setiap hari, namun ketika dia kuat tangannya dan sudah mahir memanah justru dia (balik) memanahku.

Sudah berapa banyak aku mengajarinya (cara) pembuatan syair, namun ketika dia telah bersyair, justru dia  menghujatku (dengan syair itu)”

(Asy-Syaikh Muhammad bin Hadi melanjutkan): Sejak awal aku sudah katakan, bahwa IM akan meneguk dari gelas yang darinya Husni Mubaraki meneguk, bahkan lebih jelek lagi. [7]

رَأَيْتَ بَنِي الدُّنْيَا إِذَا مَا سَمَوْا بِهَا … هَوَتْ بِهِمُ الدُّنْيَا عَلَى قَدْرِ مَا سَمَوْا

Engkau lihat ahli dunia ketika dia berhasil tinggi (popular, terkenal, kaya, dll) dengan dunianya,

Maka dunia itu akan membuat dia terpelanting sesuai dengan ketinggian yang ia raih

Mereka menghendaki sesuatu, namun Allah Subhanahu wa Ta’ala

{يَعْلَمُ خَائِنَةَ الْأَعْيُنِ وَمَا تُخْفِي الصُّدُور} [غافر: 19]

“mengetahui (pandangan) mata yang khianat dan apa yang disembunyikan oleh hati.”  (Ghafir : 19)

Kesembilan: Pemerintahan-pemerintahan yang ada ini – kata mereka (IM) – semuanya  adalah antek-antek Amerika, Yahudi, dan Israel. Namun anehnya, begitu memegang tampuk kekuasaan, IM langsung memperbaruhi dan menguatkan perjanjian persahabatan dan kerjasama dengan Yahudi!! Amerika-lah yang sejak awal menekan mereka. Maka tidaklah Mursi naik ke kursi kekuasaan kecuali setelah Amerika yakin bahwa pemerintahan Mursi tidak akan mengubah perjanjian damai dengan Israel!! Bagaimana pemerintahan-pemerintahan yang ada dinyatakan kafir, sementara yang memperbaruhi perjanjian tidak kafir?! Kami tidak mengkafirkan, (Ini berdasarkan kaedah mereka sendiri). Bagaimana Husni Mubarak, Anwar Sadat dinyatakan kafir karena mereka berdamai dengan Yahudi. Sementara yang memperbaruhi, mengokohkan dan memprogandakan perjanjian tersebut tidak dinyatakan kafir?

Partai sekuler di Turki tidak membuat perjanjian dengan Yahudi. Namun ketika Najmudin Erbankan (IM) naik, malah membuat perjanjian persekutuan militer dengan Yahudi!! Dan masih terus berlaku! Ketika pemerintahan IM berhasil digulingkan, maka perjanjian persekutuan militer tersebut langsung dihentikan.

Wahai saudaraku…

Aku tahu, sebenarnya sebagian saudara-saudara kita tidak suka dengan pembicaraan seperti ini. Karena ini membuka kejelekan-kejelekan. Padahal IM sebenarnya sudah sangat jelas berbagai penyimpangannya. Namun banyak dari umat ini yang lalai, seakan mereka tidak mengikutinya sebagaimana kami mengikutinya. Maka janganlah menyikapinya berdasarkan perasaan semata. Mungkin mereka menyaksikan itu semua (pernyimpangan-penyimpangan IM), namun mereka lupa. Maka umat ini perlu adanya orang-orang (para da’i) yang mengingatkan penyimpangan-penyimpangan yang muncul dari IM.

 

Sepuluh: Selalu meneriakkan “hukum, hukum, hukum”. Namun tatkala memegang tampuk, apa yang mereka (IM) perbuat? Apakah mereka melakukan perubahan. Apakah hukum Islam menjadi satu-satunya sumber hukum? Tidak!

Tatkala IM “berhasil” di Tunisia, apa yang terjadi? “Hilangkan Islam sebagai sumber hukum”. Islamtahakkum tidak ada pada mereka. Yang ada pada mereka adalah Islam hukum.

Tahukah kalian apa itu Islam hukum? Apa bedanya dengan Islam tahakkum?

Sebenarnya hukum yang mereka maukan adalah bahwa Ikhwanul Muslimin-lah yang meletakkan hukum (kebijakan).[8]

Sementara tahakkum adalah diterapkannya Islam. Maka Islam apakah yang mereka terapkan? Sama sekali mereka tidak menerapkan Islam!! Sampai-sampai seorang perempuan kafir heran terhadap mereka (IM). Karena memang mereka seolah mengangkat syiar Islam. Padahal mereka sama sekali tidak menerapkan Islam. Namun mereka memperjuangkan Islam hukum. Apa itu? Yaitu mengejar kursi!

Oleh karena itu, ketika terjadi konflik ini, salah seorang di antara mereka mengatakan, “Jatuhnya Mursi ini sebanding dengan Kesyirikan kepada Allah!” ya, dengan lafazh ini.

Wahai saudara-saudaraku,

Sekarang kalian tahu apa itu Islam hukum dan Islam tahakkum. Islam tahakkum adalah penerepan Islam secara hakiki, ini tidak mereka maukan. Karena ini berarti ‘menzhalimi kebebasan manusia’. Oleh karena ini, di Tunisia kedai-kedai minuman keras dan bar semakin menjamur!! Sampai-sampai seorang wanita kafir spanyol terheran-terheran dengan fenomena tersebut!

Adapun Islam hukum, adalah IM sampai ke kursi!! Sehingga merekapun berjuang mewujudkan Islamhukum, bukan Islam tahakkum.

Demi Allah, kalau sampai mereka memerintah kalian di negeri ini niscaya kalian melihat pemandangan yang lebih jelek dari sekarang. Aku memohon kepada Allah agar tidak mendatangkan orang-orang seperti mereka menguasai negeri ini!  Na’udzubillah min dzalik. Janganlah kalian tertipu dengan mereka (IM). Wajib atas kita semua untuk bahu membahu saling bergandengan tangan dengan pemerintah dan para ‘ulama ahlus sunnah yang ada. …

Semoga Allah menjauhkan dari kita berbagai fitnah, yang tampak maupun yang tersembunyi.

* * *

Kaum wanita tidak boleh masuk dalam urusan seperti ini. “Ada seorang wanita yang terbunuh di Iskandariyah, maka kaum wanita terpaksa keluar berdemo”, katanya. Ini tidak boleh. Jika ada orang-orang yang dizhalim terbunuh, maka Allah yang akan membela mereka. Adapun kalian kaum wanita ikut-ikutan berdemo, maka ini sesuatu yang bukan urusan/tugas kalian.

Allah Jalla wa ‘Ala berfirman kepada para isteri Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam  – maka lebih-lebih wanita yang di bawah mereka kemuliaan dan keutamaannya – “Tinggallah kalian di rumah-rumah kalian dan janganlah kalian berhias dengan cara berhias jahiliyah dulu.”

Seorang wanita itu aurat, apabila dia keluar maka akan diintai oleh syaithan, sebagaimana sabda NabiShallallahu ‘alaihi wa sallam.

Maka bagaimana wanita keluar untuk sesuatu yang bukan urusannya, dan justru malah meninggalkan urusan (tugas/kewajiban)nya, yaitu urusan rumahnya, anak-anaknya, suaminya.

* * *

Namun Ikhwanul Muslimin tidak mengerti ini semua. Karena mereka tidak tahu kecuali “Islam hukum“, adapun “Islam tahakkum” maka mereka tidak mengakuinya, mereka mengingkarinya.  Mereka hanya tahu “Islam hukum“, yaitu mengejar kursi. Ini yang mereka perjuangkan. Sampai-sampai kalian dengar berbagai omongan dusta, “bahwa Nabi-lah yang mengangkat Mursi.”, dan banyak kedustaan lainnya.

Maka sungguh mengagumkanku pernyataan Muhammad Hamid al-Faqi, “Mereka itu adalah khawwanul muslimin (para pengkhianat kaum muslimin)”

Download rekaman Audionya di sini :

http://www.ajurry.com/vb/attachment.php?attachmentid=30515&d=1375385164

Semoga bermanfaat …

Footnote :

[1]  Yaitu dengan berhasilnya Muhammad Mursi meraih kursi Presiden di Mesir.

[2]  Hal sebagaimana disaksikan oleh sejarah, baik di Sudan, Turki, Tunisia, dll, tatkala Ikhwanul Muslimin berhasil meraih kemenangan dalam politik, maka pada kenyataannya justru mereka tidak menerapkan syari’at/hukum Islam yang selama ini mereka teriakkan.

[3]  Yakni apa yang disampaikan oleh Syaikh di sini adalah berdasarkan prinsip dan manhaj Ikhwanul Muslimin yang memang banyak penyimpangan padanya, dan berdasarkan fakta sejarah. Bukan hendak mendahului taqdir Allah.

[4] Yaitu di Mesir. Apakah benar mereka menerapkan syari’at Islam ataukah tidak?

[5]  Yakni para ‘ulama ahlus sunnah mereka anggap tidak konsekuen dengan ayat ini.

[6]  Ini merupakan prinsip paham khawarij sejak awal kemunculan mereka. Dengan prinsip ini mereka mengkafirkan pihak-pihak yang mereka nilai tidak berhukum dengan hukum Allah. Termasuk pemerintah-pemerintah muslimin hari ini.

[7]  Yakni perjalanan IM tidak akan jauh berbeda dengan perjalanan Husni Mubarak. Disebabkan karena IM tidak mau berpegang kepada Islam yang benar, yaitu al-Kitab dan as-Sunnah berdasarkan pemahaman Salaful Ummah.

[8]  Yaitu slogan yang selama ini mereka teriakkan adalah “hukum Islam, hukum Islam.”  Seolah mereka menginginkan diterapkannya hukum Islam di muka bumi. Padahal hakekatnya tidak demikian. Karena fakta menunjukkan tatkala mereka berhasil meraih tampuk kepemimpinan, baik di parlemen maupun kepresidenan, ternyata mereka sama sekali tidak menerapkan hukum Islam. Jadi slogan “hukum Islam” yang mereka teriakkan hakekatnya tidak lebih sebagai alat atau kendaraan agar mereka bisa sampai ke kursi kekuasaan.

Daurah : Sikap Seorang Muslim terhadap Pemerintahnya


Bismillah …

Sikap Seorang Muslim terhadap Pemerintahnya

Berikut rekaman Dauroh Islam Ilmiyah yang disampaikan oleh Asy-Syaikh Abdulloh bin Ahmad bin Hasan Al-Iryani hafidzhohulloh , dengan tema : “ Sikap Seorang Muslim terhadap Penguasa / Pemerintahnya”, di Masjid Ahlus Sunnah Wonorejo, di daerah Mangkutana Luwu Timur Sulawesi Selatan.

Silahkan di simak dan di download di sini :

Mirror (Dropbox) :  Continue reading

Daurah : Nikmatnya Ilmu Diin (Agama)


Bismillah …

Nikmatnnya Ilmu Diin

Berikut rekaman Dauroh Islam Ilmiyah yang disampaikan oleh Asy-Syaikh Abdulloh bin Ahmad bin Hasan Al-Iryani hafidzhohulloh , dengan tema : “Nikmatnya Ilmu Diin (Agama)”, di Masjid Ahlus Sunnah Wonorejo, di daerah Mangkutana Luwu Timur Sulawesi Selatan.

Silahkan di simak dan di download di sini :

Mirror (Salafishare) : Continue reading

Nasehat Islamiyyah : Kematian lebih baik bagi Mu’min ketika terjadi Fitnah


Bismillah …

Kematian Lebih Baik ketika Ada Fitnah

Berikut rekaman Dauroh Islam Ilmiyah yang disampaikan oleh Asy-Syaikh Abdulloh bin Ahmad bin Hasan Al-Iryani hafidzhohulloh , dengan tema : “Kematian lebih baik bagi Mu’min ketika terjadi Fitnah”, di Pondok Pesantren Darul Ilmi, Hombes Lepo-Lepo Kendari Sulawesi Tenggara (Hari Jum’at-Sabtu, tanggal 26-27 Sya’ban 1434 H atau bertepatan dengan tanggal 5-6 Juli 2013 M)

Silahkan di simak dan di download di sini :

Mirror (Salafishare) :  Continue reading

Daurah : Fiqh Puasa


Bismillah …

FIQH PUASA - SYAIKH ABDULLAH AL IRYANIY

Berikut rekaman Dauroh Islam Ilmiyah yang disampaikan oleh Asy-Syaikh Abdulloh bin Ahmad bin Hasan Al-Iryani hafidzhohulloh , dengan tema : “Fiqh Puasa”, di Pondok Pesantren Darul Ilmi, Hombes Lepo-Lepo Kendari Sulawesi Tenggara (Hari Jum’at-Sabtu, tanggal 26-27 Sya’ban 1434 H atau bertepatan dengan tanggal 5-6 Juli 2013 M)

Silahkan di simak dan di download di sini :

Mirror (Salafishare) : Continue reading

"Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh isi blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil , serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,.."

Twitter

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4,171 other followers

Mutiara Salaf

Yahya bin ‘Ammar rahimahullah pernah berkata, “Ilmu itu ada lima (jenis), yaitu: (1) ilmu yang menjadi ruh (kehidupan) bagi agama, yaitu ilmu tauhid; (2) ilmu yang merupakan santapan agama, yaitu ilmu yang mempelajari tentang makna-makna Al-Qur’an dan hadits; (3) ilmu yang menjadi obat (penyembuh) bagi agama, yaitu ilmu fatwa. Ketika seseorang tertimpa sebuah musibah maka ia membutuhkan orang yang mampu menyembuhkannya dari musibah tersebut, sebagaimana pernah dikatakan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu. (4) ilmu yang menjadi penyakit dalam agama, yaitu ilmu kalam dan bid’ah, dan (5) ilmu yang merupakan kebinasaan bagi agama, yaitu ilmu sihir dan yang semisalnya.” [Lihat Majmu’ Fatawa (X/145-146), Siyar A’lamin Nubala’ (XVII/482)]

Mutiara Salaf

Mu’aadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata : “Wajib atas kalian menuntut ilmu agama ini, karena mengajarkannya adalah amalan yang baik, mempelajarinya adalah ibadah, mengingatnya kembali adalah tasbih, mengadakan penelitian tentangnya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak mengerti adalah shadaqah, dan mengerahkan segala kesungguhan terhadap ilmu ini dengan mengambilnya dari para ulama merupakan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.”
Dengan demikian orang yang mengadakan penelitian tentang ilmu agama ini adalah mujahid fi sabilillah.” [Majmu’ Fatawa jilid 4/109]