Fatwa Ulama

This category contains 2 posts

Bimbingan Syaikh Abdul Aziz Alusy Syaikh حفظه الله agar menerapkan wajib militer bagi para pemuda


Bismillah…
Ahlul Bait Membenci Syiah - downloaddakwahsalafy.wordpress.com

Bimbingan Mufti Umum Kerajaan Arab Saudi Sekaligus Ketua Ha’iah Kibaarul Ulama  (Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh حفظه الله) meminta penerapan wajib militer bagi para pemuda dan menyeru agar membantu muslimin Yaman.

Nukilan:

“Seharusnya bagi umat untuk senantiasa bersiaga dengan kekuatan yang lahiriah, maknawi, dan kekuatan insani; berbekal, bersiap-siap, dan selalu bersungguh-sungguh dalam mempersiapkan kekuatan dan melatih pasukan. Menyiapkan dan membekali mereka dengan perkara-perkara ini di sela-sela wajib militer dan pelatihan serta dan membekali mereka dengan pembekalan yang benar untuk permasalahan-permasalahan genting. Sehingga mereka menjadi baju besi yang kokoh dan pelindung dari perlawanan musuh-musuh umat.

Dengan penekanan mengambil peluang di saat lapang dan aman dalam wajib militer dan investasi kekuatan mereka para pemuda dalam membentengi dan melindungi negeri mereka dari para musuh.”

Beliau juga menyampaikan:

“Wajib untuk siaga melalui media informasi, budaya, dan kemasyarakatan untuk bersabar dan kokoh serta berlindung melawan segala penetrasi pemikiran-pemikiran yang sesat dan paham-paham yang menyimpang.

Mufti juga menambahkan dalam khotbah Jum’at yang beliau sampaikan hari ini (Jum’at/ 10-04-2015) di Masjid Al-Imam At-Turkiy di Riyadh bahwa termasuk dari musibah yang dihadapkan kepada seorang muslim adalah peperangan dari ahlul bathil kepada ahlul haq dan penyudutan atas mereka dalam agama, jiwa, harta, dan kehormatan mereka.

Dan termasuk darinya apa yang dihadapi Ahlussunnah wal Jama’ah di sebagian negeri-negeri Islam dari kelaliman dan permusuhan melalui tangan-tangan orang-orang munafik dan musuh-musuh agama yang tidak senang terhadap Islam dan pemeluknya.

Beliau mengatakan:

“Mereka ingin menguasai negeri-negeri Arab dan mengalahkan Islam. Mereka menghendaki sumber-sumber kekayaannya, menguasainya, dan intervensi dalam urusan-urusan di dalam negeri mereka serta mengubahnya dari agamanya yang lurus kepada agama yang sesat dan menyimpang jauh dari Islam dan pemeluknya.

Dan termasuk yang terkena bara api mereka ini adalah saudara-saudara kita di Yaman lewat tangan-tangan kelompok dengki dan sesat-menyesatkan (Hutsiyyun Rafidhah) yang membantu musuh-musuh Islam dan sunnah dari orang-orang yang berpemahaman dan berbuat jelek membawa agenda permusuhan melawan tempat ini.

Dengan petunjuk dari musuh-musuh Islam kelompok pemberontak itu bangkit membunuh orang-orang tak bersalah, menghancurkan masjid-masjid, universitas-universitas, dan prasarana kepentingan umum serta berusaha untuk pelumpuhan total di negara itu. Karena kelompok itu tidak melaksanakan kewajiban-kewajibannya yang mengantarkan kepada hilangnya keamanan dan memberikan tantangan terhadap negara-negara tetangga terlebih negeri Haramain (Arab Saudi) yang mulia dan tempat-tempat lain secara umum dengan mereka mengumpulkan senjata-senjata pemusnah dan menempatkannya di Yaman untuk menjadi titik tolak dan penyebarannya ke alam.”

Mufti juga menambahkan:

“Bahwa wajib atas kaum muslimin untuk membantu saudara-saudara mereka di Yaman dan menolong mereka untuk lepas dari musibah-musibah ini dan kembali keamanan, ketenteraman, dan ketenangan bagi mereka. Sehingga mereka hidup dengan sejahtera layaknya negeri-negeri Islam lainnya. Maka pemerintah kita yang terbimbing dan yang ikut bersamanya dari negara-negara Islam telah melaksanakan perkara (bantuan dan pertolongan) ini. Maka pemerintah telah memberikan untuk bangsa Yaman segenap kekuatan berdasar keimanan kepada firman Allah Ta’ala:

(إنما المؤمنون إخوة)

Tidak lain orang mukmin itu bersaudara.

Dengan melihat bahwa musibah-musibah ini, musuh-musuh Islam lah yang telah mendatangkannya.

Mufti melanjutkan “Apabila perang ini benar-benar fi sabilillah untuk menegakkan kebenaran dan menghancurkan kebatilan maka mesti untuk mengambil sebab-sebab yang menambah kekuatan agar tercapai pertolongan dengan izin Allah.

Di antara sebab terbesarnya adalah bertakwa kepada Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi dengan melakukan amalan ketaatan dan menjauh dari perbuatan-perbuatan maksiat.

Dan (diantara sebab pertolongan yaitu) bahu-membahu, tolong-menolong, dan menyatukan barisan serta menjauh dari berpecah dan berselisih yang akan melemahkan kekuatan, dengan menyertakan tawakkal kepada Allah. SEBAB tertipu dengan kekuatan, jumlah, dan persiapan tidak akan mendatangkan pertolongan (dari Allah) tanpa bertawakkal kepada Allah. Bersabar dan berjuang dalam kesabaran termasuk sebab pertolongan dan bertambahnya kekuatan. Ditambah dengan sikap tunduk kepada Allah dengan memohon pertolongan dan bantuan.

Demikian pula dengan tidak berpaling kepada berita-berita yang tersebar, penyebar berita dusta, dan para penggembos serta terus melangkah sampai datang pertolongan dengan izin Allah.

http://www.mufti.af.org.sa/node/3387

Penerjemah:  Abu Yahya Al-Maidany

Seruan Syaikh Abdul Aziz Alusy Syaikh حفظه الله untuk Ahlussunah di Yaman


Bismillah…
Ahlul Bait Membenci Syiah - downloaddakwahsalafy.wordpress.com

Bimbingan Mufti Kerajaan Arab Saudi Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah Alu Syaikh حفظه الله terkait sikap syar’i yang harus ditempuh oleh kaum muslimin Yaman terhadap makar para pemberontak Rafidhah.

Nukilan:

جزء من خطبة سماحة المفتي عبد العزيز ال الشيخ لهذا اليوم

واختتم سماحته خطبته بالتأسف على مايجري في اليمن وقال :إخواني يؤسف كل مسلم ما يجري في اليمن السعيد من هذه الفوضويات والاضطرابات والقلاقل التي لا أول ولا آخر لها ، هذه المصائب في اليمن السعيد، إنما هي من تدبير أعداء الإسلام فليحذر المسلمون أن يستخدمهم أعدائهم، أيها الشعب اليمني المبارك ،من يحكم هذا البلد، أين العقول الجيدة ،أين العلماء وأين القادة وأين المفكرون، أن تضيع البلاد بهذا الشكل تدميراً واخلالاً للأمن وسفكاً للدماء ونهباً للأموال على أيدي المجوس وأعوانهم الذين يبغضون الإسلام وأهله، هذه الفرق الضالة هدفها القضاء على الإسلام ، ألا يكفي المسلمون مما مر بهم وان لا يمدو ايديهم مع اعدائهم ان اعدائهم المجوس لا يريدون لكم خيرا وانما يريدون افسادكم وفسادكم و سلب خيراتكم وتضليل افكاركم الى غير ذلك من آرائهم الضالة، فيا أيها الشعب اليمني ويا رجال اليمن اتقوا الله في أنفسكم ،عودوا إلى رشدكم وحكموا العقل والرأي السديد لتعلموا أن هذه الحملات السيئة المجوسية جاءت لإضلالكم واضعاف شوكتكم والقضاء على دينكم وكرامتكم وأخلاقكم، ما جاءوا حباً لكم ولا رحمة بكم ولكن جاءوا لينشروا الفساد كما يريدون ويأبى الله إلا أن يتم نوره ولو كره الكافرون، فيا إخواني في اليمن الله الله في أنفسكم وبحرماتكم وفي بلادكم أن تضيعوها في هذه الفتنة الضالة المضلة وفق الله الجميع لما يحب ويرضى إنه على كل شيئ قدير.

Samahatul Mufti Syaikh Abdul Aziz Alusy Syaikh حفظه الله pada hari ini (29 Jumadil Awal 1436H / 20 Maret 2015) menutup khutbahnya dengan menyerukan nasehat atas apa yang terjadi di Yaman. Beliau حفظه الله berkata:

Saudara-saudaraku, apa yang sedang terjadi di Yaman yang diberkati akan membuat sedih setiap muslim, yaitu kejadian-kejadian yang berupa berbagai kekacauan, kerusuhan dan kegoncangan yang tidak ada ujung-pangkalnya.

Berbagai musibah yang menimpa Yaman yang diberkahi ini, tiada lain didalangi oleh musuh-musuh Islam. Maka hendaknya kaum muslimin mewaspadai (jangan sampai) musuh-musuh mereka menjadikan mereka sebagai pembantu/pelayan.

Wahai bangsa Yaman yang penuh berkah! Siapa yang mengatur negeri ini? Dimana akal-akal yang sehat? Dimana para ulamanya? Dimana para pemimpinnya? Dimana para pemikirnya? Membiarkan negara sedemikian rupa, (membiarkan terjadinya) kerusakan dan pelanggaran keamanan, pertumpahan darah, penjarahan harta benda oleh tangan-tangan orang Majusi dan sekutu mereka yang mereka membenci Islam dan para pemeluknya.

Tujuan kelompok sesat ini tiada lain adalah membasmi Islam.

Hendaknya kaum muslimin tidak mencukupkan diri (pasrah) dengan apa yang mereka terima. Dan hendaknya mereka tidak mengulurkan tangan mereka kepada musuh-musuh mereka. Sesungguhnya musuh-musuh mereka yang Majusi ini tidaklah menginginkan pada kalian kebaikan, mereka hanyalah menginginkan kebinasaan dan kerusakan kalian, merampas sumber daya kalian, menyesatkan pemikiran kalian, dan pandangan-pandangan mereka yang sesat lainnya.

Maka wahai bangsa Yaman, wahai para pembesar Yaman! Bertaqwalah kalian kepada Allah dalam diri-diri kalian, kembalilah pada orientasi kalian, dan putuskan dengan akal dan pemikiran yang lurus agar kalian tahu bahwa serangan-serangan keji orang Majusi ini dilakukan untuk menyesatkan kalian, melemahkan kekuatan kalian, dan menghancurkan agama, kemuliaan dan akhlaq kalian.

Mereka tidak datang karena cinta pada kalian, tidak pula karena sayang pada kalian. Namun mereka datang untuk menyebarkan kerusakan sebagaimana yang mereka inginkan. Padahal Allah tidak menginginkan kecuali untuk menyempurnakan cahayaNya meskipun orang kafir membencinya.

Maka wahai saudara-saudaraku di Yaman. Allah… Allah… Jagalah diri kalian, kehormatan kalian, dan negara kalian. (Jangan) kalian membiarkannya berada dalam fitnah yang sesat dan menyesatkan ini.

Semoga Allah memberi taufiq kepada kita semua untuk mengamalkan apa yang Dia cintai dan ridhai. Sesungguhnya Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Dinukil Dari http://goo.gl/hnNQTS

"Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh isi blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil , serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,.."

Twitter

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4,071 other followers

Mutiara Salaf

Yahya bin ‘Ammar rahimahullah pernah berkata, “Ilmu itu ada lima (jenis), yaitu: (1) ilmu yang menjadi ruh (kehidupan) bagi agama, yaitu ilmu tauhid; (2) ilmu yang merupakan santapan agama, yaitu ilmu yang mempelajari tentang makna-makna Al-Qur’an dan hadits; (3) ilmu yang menjadi obat (penyembuh) bagi agama, yaitu ilmu fatwa. Ketika seseorang tertimpa sebuah musibah maka ia membutuhkan orang yang mampu menyembuhkannya dari musibah tersebut, sebagaimana pernah dikatakan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu. (4) ilmu yang menjadi penyakit dalam agama, yaitu ilmu kalam dan bid’ah, dan (5) ilmu yang merupakan kebinasaan bagi agama, yaitu ilmu sihir dan yang semisalnya.” [Lihat Majmu’ Fatawa (X/145-146), Siyar A’lamin Nubala’ (XVII/482)]

Mutiara Salaf

Mu’aadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata : “Wajib atas kalian menuntut ilmu agama ini, karena mengajarkannya adalah amalan yang baik, mempelajarinya adalah ibadah, mengingatnya kembali adalah tasbih, mengadakan penelitian tentangnya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak mengerti adalah shadaqah, dan mengerahkan segala kesungguhan terhadap ilmu ini dengan mengambilnya dari para ulama merupakan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.”
Dengan demikian orang yang mengadakan penelitian tentang ilmu agama ini adalah mujahid fi sabilillah.” [Majmu’ Fatawa jilid 4/109]