Nasehat

This category contains 3 posts

Nasehat Ulama : Yang perlu diperhatikan oleh Muslimah ketika di Pasar.


Bismillah …

Yang perlu diperhatikan oleh Muslimah ketika di Pasar.

Artikel Islami

Soal :
Bagaimana pendapat engkau wahai syaikh dengan didapatkannya kebanyakan dari para wanita yang keluar kepasar untuk maksud membeli barang dagangan kemudian mengeluarkan (memperlihatkan) kedua telapak tangan dan lengan bawahnya (hasta) dihadapan orang yang bukan mahramnya. Hal ini banyak dijumpai di pasar-pasar ?

Jawaban :
Tidak diragukan lagi bahwa wanita yang mengeluarkan telapak tangan dan lengan bawahnya di pasar-pasar merupakan perkara yang mungkar dan sebab yang mendatangkan fitnah. Terlebih sebagian dari mereka (wanita) terdapat di jari jemarinya cincin dan di lengannya gelang-gelang.

Allah Ta’ala berfirman bagi para Mukminat :
Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung.” (QS. An-Nuur ayat 31)

Ini menunjukkan bahwa wanita mukminah tidak menampakkan perhiasannya. Dan tidak boleh baginya berbuat sesuatu yang dengannya dapat diketahui perhiasan yang ia sembunyikan. Lalu bagaimana dengan orang yang menyingkap perhiasan yang dimilikinya supaya di lihat oleh manusia?

Sesungguhnya aku menasehatkan kepada para wanita mukminah untuk bertaqwa kepada Allah Ta’ala dan lebih mendahulukan petunjuk diatas hawa nafsu. dan hendaklah mereka menjaga apa-apa yang diperintahkan Allah kepada para istri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa alihi wasallam. Mereka adalah ummahatul mukminin dan seseumpurna-sempurnanya wanita, baik adabnya maupun kesuciannya. Sebagaimana yang difirmankan Allah Ta’ala :
Dan hendaklah kamu tetap dirumahmu dan janganlah kamu berhias dengan tingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu, dan dirikanlah sholat, dan tunaikanlah zakat dan taatilah Allah dan Rasul-Nya. Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.” (QS. Al Ahzab ayat 33)

Supaya para wanita tersebut mendapatkan bagian dari hikmah yang agung ini yaitu “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu, hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya.”

Dan aku nasehatkan kepada laki-laki mukmin yang Allah telah menjadikan mereka sebagai pemimpin bagi wanita,” Hendaklah mereka selalu menjalankan Amanah dan tanggung jawab yang dibebankan Allah atas mereka yaitu para wanita. Hendaklah mereka menasehati dan mengarahkan wanitanya agar menghindari sesuatu yang menyebabkan timbulnya fitnah. Karena mereka bertanggungjawab atas hal itu semua dan kepada Allah pulala mereka dihadapkan. Maka hendaknya mereka melihat dengan apa mereka bakal memberikan jawaban.

Pada hari ketika tiap-tiap diri mendapati segala kebajikan dihadapkan (dimukanya) begitu (juga) kejahatan yang telah dikerjakannya, ia ingin kalau kiranya ia dan hari itu ada masa yang jauh dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa) – Nya dan Allah sangat penyayang terhadap hamba-hamba-Nya.” (QS. Ali Imran ayat 30)

Kepada Allah-lah aku meminta demi kebaikan ummat muslimin keseluruhannya dan khususnya para laki-lakinya dan wanita-wanitanya, yang kecil dan yang besar. Dan semoga Allah mengembalikan makar musuh-musuh mereka. Sesungguhnya Allah Maha Baik lagi Maha Mulia.

Sumber : Fatawa Muhimmah Linisai Al Ummah hal 4-5 , Syaikh Ibnu ‘Utsaiminrahimahullah

Ancaman Terhadap Orang yang mengajak Kebaikan


Bismillahirrohmanirrohim

Mulailah dari dirimu sendiri dan berusahalah menasihati teman-temanmu Dan perintahkanlah kepada teman-temanmu berbuat kebaikan Dan laranglah mereka dari kemungkaran agar engkau menjadi orang yang shalih, orang yang baik dan memperbaiki orang lain…


Ancaman Terhadap Orang yang mengajak Kebaikan
dan Melarang Kemungkaran Tetapi Perkataannya Menyelisihi Perbuatannya

Mengapa kamu suruh orang lain (mengerjakan) kebajikan, sedang kamu melupakan diri (kewajiban) mu sendiri, padahal kamu membaca Al Kitab (Taurat)? Maka tidakkah kamu berpikir? (al-Baqarah : 44)

Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan. (Ash- Shaffat : 2-3)

Dan Allah berfirman mengabarkan tentang Nabi Syuaib alaihissalam :

“Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan” (Hud : 88)

Syarah (Penjelasan) : Continue reading

Nasehat : Refleksi Hati


Tanya:

Apa makna ikhlas itu? dan bagaimana hukumnya jika seseorang mempunyai orientasi lain dalam beribadah?

Jawab:

Mengikhlaskan niat untuk Allah Ta’ala maknanya ialah seseorang beribadah kepada Allah dengan tujuan mendekatkan diri (taqorrub) kepada-Nya dan untuk mengantarkannya ke surga-Nya.

Adapun apabila dikatakan bahwa seseorang mempunyai orientasi lain dalam ibadahnya, maka disini terdapat perincian hukum atasnya:

Continue reading

"Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh isi blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil , serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,.."

Twitter

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4,171 other followers

Mutiara Salaf

Yahya bin ‘Ammar rahimahullah pernah berkata, “Ilmu itu ada lima (jenis), yaitu: (1) ilmu yang menjadi ruh (kehidupan) bagi agama, yaitu ilmu tauhid; (2) ilmu yang merupakan santapan agama, yaitu ilmu yang mempelajari tentang makna-makna Al-Qur’an dan hadits; (3) ilmu yang menjadi obat (penyembuh) bagi agama, yaitu ilmu fatwa. Ketika seseorang tertimpa sebuah musibah maka ia membutuhkan orang yang mampu menyembuhkannya dari musibah tersebut, sebagaimana pernah dikatakan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu. (4) ilmu yang menjadi penyakit dalam agama, yaitu ilmu kalam dan bid’ah, dan (5) ilmu yang merupakan kebinasaan bagi agama, yaitu ilmu sihir dan yang semisalnya.” [Lihat Majmu’ Fatawa (X/145-146), Siyar A’lamin Nubala’ (XVII/482)]

Mutiara Salaf

Mu’aadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata : “Wajib atas kalian menuntut ilmu agama ini, karena mengajarkannya adalah amalan yang baik, mempelajarinya adalah ibadah, mengingatnya kembali adalah tasbih, mengadakan penelitian tentangnya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak mengerti adalah shadaqah, dan mengerahkan segala kesungguhan terhadap ilmu ini dengan mengambilnya dari para ulama merupakan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.”
Dengan demikian orang yang mengadakan penelitian tentang ilmu agama ini adalah mujahid fi sabilillah.” [Majmu’ Fatawa jilid 4/109]