Fatwa

This category contains 2 posts

Terjemahan Fatwa Syaikh Rob’ bin Hadi Al Madkholi حفظه الله Tentang Udzur bil Jahl


faidah kajian kitab salaf

Penerjemah : Al Ustadz Ja’far Umar Thalib  حفظه الله

(Dari kitab Majmu’ Kutub Wa Rasa’il Wa Fatawa Al Allamah Rabi’ Bin Hadi Umair Al Madkhali Jilid 14 Hal. 309 – 317. Terbitan Darul Imam Ahmad, Cet. Pertama Th. 1431 H. / 2010 M)

Pertanyaan di seputar Al Udzru bil jahli (dimaafkan karena kebodohan) ?

Fatwa-fatwa di seputar Aqidah dan Manhaj (halaqah ketiga).

Jawaban beliau :

Masalah ini, yaitu masalah dimaafkan atau tidak dimaafkan seorang Muslim yang terjatuh dalam syirik dalam keadaan tidak mengerti agama, adalah masalah yang berlarian dibalik pembahasan ini sekelompok orang dari Ahlul Fitnah ! Dan mereka menginginkan mencerai-beraikan Salafiyyin dan memukulkan sebagian mereka dengan sebagian yang lainnya ! Dan aku pernah ketika di Al Madinah, ditelpon oleh seorang bernama Riyadl As Sa’ied dan dia itu orang yang dikenal dan sekarang ada di kota Riyadl. Dia mengatakan kepadaku : Sesungguhnya disini ada lima puluh anak muda dimana mereka semua mengkafirkan Al Albani !! Mengapa ? Karena beliau tidak mengkafirkan penyembah kuburan dan memafkan mereka karena kejahilannya !!

Baiklah kalau begitu, mereka mestinya juga mengkafirkan Ibnu Taimiyah dan Ibnul Qayyim dan banyak Ulama’ dari kalangan Salaf, karena beliau-beliau itu juga memaafkan si Muslim yang terjatuh padanya dalam keadaan bodoh tentang agama. Mereka para Ulama’ itu punya beberapa dalil untuk tidak mengkafirkan seorang Muslim yang terjatuh dalam syirik akbar. Antara lain dalil mereka ialah :

وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّى نَبْعَثَ رَسُولا (١٥)

Dan Kami tidak menurunkan adzab sehingga Kami mengutus seorang Rasul”. (QS. Al Isra’ : 15)

Dan dalil-dalil lain yang padanya terdapat penunjukan makna yang jelas. Juga dalil para Ulama’ itu ialah firman Allah Ta’ala :

وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا (١١٥)

Dan siapa yang durhaka kepada Rasul setelah menjadi jelas kepadanya petunjuk dan mengikuti selain jalan kaum Mu’minin, Kami akan jadikan dia cinta kepada apa yang dia telah berpaling kepadanya dan Kami akan masukkan dia ke neraka jahannam sebagai sejelek-jelek tempat kembali”. (QS. An Nisa’ : 115). (Jadi di ayat ini, seseorang yang durhaka kepada Rasul itu baru dihukum dengan kesesatan, setelah mendapatkan kejelasan petunjuk agama Allah, atau dengan istilah lain setelah iqamatul hujjah -pent).

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُضِلَّ قَوْمًا بَعْدَ إِذْ هَدَاهُمْ حَتَّى يُبَيِّنَ لَهُمْ مَا يَتَّقُونَ إِنَّ اللَّهَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ (١١٥)

Dan tidaklah Allah menyesatkan satu kaum setelah Dia tunjuki mereka, sehingga Dia menerangkan kepada mereka apa yang mestinya mereka takut daripadanya”. (QS. At Taubah : 115)

Dan dalil-dalil yang lainnya yang menunjukkan bahwa seorang Muslim itu tidaklah dikafirkan karena berbuat sesuatu dari kekafiran yang dia terjatuh padanya. Kami katakan : “Terjatuh dalam kekafiran”, dimana kekafiran itu, dia terjatuh padanya karena kejahilannya tentang agama Allah misalnya, maka kita tidak menghukuminya kafir sehingga kita terangkan kepadanya hujjah dan kita tegakkan kepadanya hujjah, maka kalau dia terus membangkang maka dia dihukumi sebagai orang kafir. Dan pendapat yang demikian ini dianut oleh sejumlah Imam para Ulama’ di Nejed, dan sebagian dari mereka kadang berbeda omongannya, kadang mensyaratkan adanya upaya menegakkan hujjah dan kadang-kadang mengatakan : Tidak dimaafkan atas perbuatan kufur itu dengan kebodohannya tentang agama ! Sehingga bergelantunganlah sekelompok orang dengan omongan-omongan Ulama’ yang tidak memaafkan kebodohan atas perbuatan kekafiran itu, dan diapun mengabaikan dalil-dalil yang jelas gamblang yang menyatakan adanya kemestian iqamatul hujjah sebelum dihukuminya si Muslim yang bodoh itu dengan vonis kekafiran. Dan termasuk keterangan yang telah aku sebutkan dari Al Imam As Syafi’ie rahimahullah dan dalil-dalil yang telah aku sebutkan pada kalian.  Continue reading

Seruan Syaikh Robi’ kepada Ahlus Sunnah untuk membantu Dammaj


SERUAN KEPADA SEGENAP AHLUS SUNNAH AGAR MEMBANTU SAUDARA-SAUDARA KITA DI DAMMAJ **

Oleh :

Asy-Syaikh Rabi’ bin Hadi al-Madkhali Hafidzahullahu Ta’ala

بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن اتبع هداه. أما بعد

Telah sampai kepada kami berita yang memilukan, peristiwa yang terjadi berupa apa yang dilakukan oleh orang-orang Rafidhah al-Bathiniyyun para musuh Islam, musuh para sahabat yang mulia. Yaitu tindakan mereka dalam bentuk blokade dan pemboikotan terhadap saudara-saudara Ahlus Sunnah di Dammaj, didasari atas kebencian dan permusuhan terhadap Islam dan Muslimin.

Maka kami wasiatkan kepada saudara-saudara kami di Dammaj agar tetap tegar diatas Sunnah, bersabar, dan memohon pertolongan kepada Allah dalam berjuang melawan kebiadaban dan permusuhan orang-orang Syiah Rafidhah. Kami wasiatkan pula kepada pemerintah Negara Yaman beserta seluruh Ahlus Sunnah untuk bangkit bersama-sama berjuang melawan kebengisan yang terjadi, dan menyerahkan penyelesaian masalah kepada yang berwajib. Demikian pula bersegera untuk menuntaskan kebiadaban orang-orang Syi’ah Rafidhah jika mereka memiliki kemampuan untuk melakukannya. Allah berfirman :

وَلَيَنْصُرَنَّ اللَّهُ مَنْ يَنْصُرُهُ إِنَّ اللَّهَ لَقَوِيٌّ عَزِيزٌ

﴾. “ Sungguh Allah pasti akan menolong orang-orang yang membela (agama) Allah, sesungguhnya Allah adalah Dzat Yang Maha Kuat lagi Maha Perkasa”). Allah berfirman (artinya) :

وَمَا النَّصْرُ إِلا مِنْ عِنْدِ اللَّهِ الْعَزِيزِ الْحَكِيمِ * لِيَقْطَعَ طَرَفًا مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا أَوْ يَكْبِتَهُمْ فَيَنْقَلِبُوا خَائِبِينَ

﴾. “ Dan tidaklah ada kemenangan kecuali datang dari sisi Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (Hal itu terjadi) agar Allah membinasakan sebagian orang-orang kafir, atau menjadikan diri mereka hina dina, lalu mereka kembali pulang tanpa memperoleh apapun”)

Sesungguhnya permusuhan antara Ahlus Sunnah dan Syiah Rafidhah al-Bathiniyyah merupakan permusuhan antara kekufuran melawan Islam. Maka wajib bagi semua Ahlus Sunnah di manapun mereka berada, di negara Yaman ataukah di luar Yaman, agar mereka mengerahkan bantuan untuk menolong saudara-saudaranya. Dan kita memohon kepada Allah, semoga Allah menghancurkan kesombongan Syiah Rafidhah Al Bathiniyyah beserta seluruh musuh-musuh Islam di semua penjuru bumi. Atas orang-orang Syiah Rafidhah pembangkang lagi bengis tersebut, berlakulah Firman Allah Ta’ala :

 إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ذَلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا وَلَهُمْ فِي الْآخِرَة عَذَابٌ عَظِيمٌ

 “Hukuman atas orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya, dan membuat kerusakan diatas muka bumi, tentulah ia harus dibunuh, disalib, ataupun dipotong tangan dan kakinya secara bersilang, atau juga ia dikucilkan dari tempat tinggalnya. Demikian itu merupakan bentuk kehinaan bagi mereka di dunia, dan kelak di akhirat ia akan mendapatkan adzab yang amat keras”.

Saya memohon kepada Allah Yang Maha Mulia Rabb Penguasa Arsy Yang Agung, semoga Allah menolong Ahlus Sunnah dalam melawan orang-orang Syiah Rafidhah sebagai musuh Allah dan Rasul-Nya. Sungguh Allah Rabbku adalah Dzat Yang Maha Mengabulkan Doa.

Ditulis oleh : Rabi’ bin Hadi Umair al-Madkhali 26/12/1434 H (31 Oktober 2013 M)

Sumber : Sahab.Net

Sumber terjemahan disini

** Silahkan antum baca juga  Seruan Jihad di Dammaj Yaman [Dzulhijjah 1434 H] dua fatwa jihad terbaru dari Fadhilatusy Syaikh Al ‘Allamah Sholih bin Muhammad Al Luhaidan حفظه اللهdan Fadhilatusy Syaikh Al ‘Allamah Abdul Muhsin Al ‘Abbad حفظه الله.

"Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh isi blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil , serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,.."

Twitter

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4,179 other followers

Mutiara Salaf

Yahya bin ‘Ammar rahimahullah pernah berkata, “Ilmu itu ada lima (jenis), yaitu: (1) ilmu yang menjadi ruh (kehidupan) bagi agama, yaitu ilmu tauhid; (2) ilmu yang merupakan santapan agama, yaitu ilmu yang mempelajari tentang makna-makna Al-Qur’an dan hadits; (3) ilmu yang menjadi obat (penyembuh) bagi agama, yaitu ilmu fatwa. Ketika seseorang tertimpa sebuah musibah maka ia membutuhkan orang yang mampu menyembuhkannya dari musibah tersebut, sebagaimana pernah dikatakan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu. (4) ilmu yang menjadi penyakit dalam agama, yaitu ilmu kalam dan bid’ah, dan (5) ilmu yang merupakan kebinasaan bagi agama, yaitu ilmu sihir dan yang semisalnya.” [Lihat Majmu’ Fatawa (X/145-146), Siyar A’lamin Nubala’ (XVII/482)]

Mutiara Salaf

Mu’aadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata : “Wajib atas kalian menuntut ilmu agama ini, karena mengajarkannya adalah amalan yang baik, mempelajarinya adalah ibadah, mengingatnya kembali adalah tasbih, mengadakan penelitian tentangnya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak mengerti adalah shadaqah, dan mengerahkan segala kesungguhan terhadap ilmu ini dengan mengambilnya dari para ulama merupakan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.”
Dengan demikian orang yang mengadakan penelitian tentang ilmu agama ini adalah mujahid fi sabilillah.” [Majmu’ Fatawa jilid 4/109]