Syaikh Shalih Al-Luhaidan حفظه الله

This category contains 2 posts

Seruan Syaikh Shalih Al-Luhaidan حفظه الله untuk Menolong Dammaj


Seruan jihad

Syaikh Shalih bin Muhammad al-Luhaidan حفظه الله 

Soal:

أحسن الله إليكم
Ada pertanyaan, apa nasihat anda tentang apa yang terjadi pada saat ini terhadap Ahlus Sunnah di Dammaj, berupa penyerangan Syi’ah Rafidhah (Hutsiyun) terhadap mereka?

Jawab:

Tidak ada keraguan bahwa hal ini adalah kejahatan yang serius, yang tidak diperbolehkan bagi umat Islam yang mampu, untuk berdiam diri terhadap hal ini.

Dan yang mengherankan…, bahwa Ahlul Yaman, mereka adalah bangsa Arab yang pemberani, yang mengherankan…, bagaimana qabilah (suku-suku) Arab Yaman berdiam diri terhadap mereka yang membawa kepentingan negara Iran… dan orang-orang yang bermanhaj negara Iran seperti Rafidhah di ‘Iraq dan Hizbu Syaithan (Ironisnya mereka mengaku sebagai Hizbullah, pent) di Libanon.

Dan sesungguhnya hanyalah kita berdoa kepada Allah -جلّ وعلا- bahwa mereka (umat Islam) mempersiapkan bantuan untuk menolong kebenaran dan pemiliknya -الحقّ وأهلَهُ-, membersihkan jejak-jejak Rafidhah dan sekte 12 Imam (الاثنَيْ عشريّة) dari Yaman. Dan sebenarnya… keberadaan sekte 12 Imam di Yaman sudah ada dari jaman dulu, tetapi mereka tidak ada apa-apanya untuk disebutkan atau dibicarakan. Lebih dekat sebagian mereka… lebih dekat kepada sekte 12 Imam adalah sekte Jarudiyyah (الجاروديّة) bagian dari sekte Zaidiyyah (الزّيديّة). Mereka mempunyai sifat ghuluw (berlebih-lebihan) dan fanatis terhadap apa yang mereka di atasnya. Dan sisanya… bersekte Zaidiy (الزّيديّ) yang periwayatannya dipakai di dalam riwayat al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, at-Tirmidzi, an-Nasai, Ibnu Majah, dan para ulama Imam Ahli Hadits, meskipun terdapat beberapa perbedaan di antara mereka dan Ahlus Sunnah. Akan tetapi…, Rafidhah…, mereka secara hakikat adalah tidak dikatakan sebagai umat Islam, dikarenakan mereka (Rafidhah) berkata bahwa al-Qur’an menyimpang, padahal Allah berfirman: إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا الذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُ لَحَافِظُونَ “Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan al-Qur’an, dan esungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS al-Hijr: 9)

Mereka (Rafidhah) yang berkata bahwa ‘Aisyah berbuat zina dan ini terdapat di dalam kitab-kitab mereka, padahal Allah berfirman: “Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu).” (QS an-Nur: 26). Ahlus Sunnah berkata bahwa sebaik-baik sahabat secara mutlak adalah Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman, dan ‘Ali, sementara mereka (Rafidhah) berkata bahwa Abu Bakar dan ‘Umar adalah sekafir-kafir manusia! Dan di dalam kitab-kitab mereka (Rafidhah berkata) bahwasanya… bila Imam mereka bangkit -dan dia tidak akan bangkit- tetapi mereka menanti dia. (Rafidhah berkata) Abu Bakar, ‘Umar, dan ‘Utsman akan dihidupkan kembali sehingga dia bisa menyalib mereka! Dan ‘Aisyah akan dihidupkan kembali sehingga dia akan menghukumnya sebagai pezina!

Laknat Allah atas mereka (Rafidhah)!

Sumber:
Dari pelajaran: Penjelasan Kitab Shahih Muslim karya al-Mundziri. http://www.lohaidan.af.org.sa

Continue reading

Fatwa : Seruan Jihad di Dammaj Yaman [Dzulhijjah 1434 H]


Diterjemahkan Oleh:

Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Al Jawiy

Semoga Alloh memaafkannya

بسم الله الرحمن الرحيم

          الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه، وأشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله أما بعد:

            Maka berikut ini adalah terjemah dari dua fatwa jihad terbaru dari Fadhilatusy Syaikh Al ‘Allamah Sholih bin Muhammad Al Luhaidan حفظه اللهdan Fadhilatusy Syaikh Al ‘Allamah Abdul Muhsin Al ‘Abbad حفظه الله.

وكتب أخونا الفاضل عبد الناصر بن سفيان الهلالي حفظه الله:

الحمد الله المستحق للحمد وبعد: 
ففي يوم الأربعاء الخامس من ذي الحجة 1434هـ زرنا معالي الشيخ العلامة الوالد: صالح بن محمد اللحيدان حفظه الله وذكرنا له حفظه الله مايحصل من بغي الرافضة قاتلهم على دار الحديث بدماج وأهل البلاد الشرفاء حفظهم الله ، وسألناه أسئلة فقهية وذكرنا له مايحصل لإخواننا من إبتلاء من قبل أحفاد الرافضة قاتلهم الله.
ثم طلبنا من الشيخ أن يدعوَ لإخواننا أهل دماج فإن الرافضة يضربونهم بالهاونات والمعدات الثقيلة ويقصفون على المركز
فدعا لهم الشيخ.
ثم قلنا: هل يُجاهَد الرافضة الحوثيون ياشيخ؟
قال نعم لأنهم يشركون الشرك الأكبر ويدعون غير الله.

س: يا شيخ حفظك الله هل تقوم القبائل لنصرة إخواننا في دماج مع أن الدولة مطلعة على الأمر وقد أرسلت لجنة وساطة وكان هنالك صلح ولكن الحوثيين نقضوا هذا الصلح؟!
قال: نعم، تقوم القبائل من باب نصرة المظلوم.
ثم تذاكرنا بعض الأمور وسأل عن موقف أولاد الأحمر وأطلعناه على مايدور في منطقة حاشد.
وأخبرنا وفقه الله أن هؤلاء الرافضة بقايا مجوس سكنوا صنعاء أيام سيف بن ذي يزن.
فنسأل الله أن يهلك الرافضة ،وأن لا يقيم لهم راية ولا يحقق لهم غاية.

Saudara kita yang mulia Abdun Nashir bin Sufyan Al Hilaliy حفظه الله menulis:

الحمد الله المستحق للحمد وبعد:

Maka pada hari Rabu tanggal lima dari Dzul Hijjah 1434 H kami mengunjungi petinggi Asy Syaikh Al ‘Allamah Al Walid Sholih bin Muhammad Al Luhaidan حفظه اللهdan kami sebutkan pada beliau حفظه الله apa yang terjadi, yang berupa kejahatan rofidhoh, peperangan mereka terhadap Darul Hadits di Dammaj dan para penduduk yang mulia حفظهم الله , dan kami bertanya pada beliau soal-soal fiqih, dan kami sebutkan ujian yang menimpa saudara-saudara kami dari arah para cucu rofidhoh, semoga Alloh memerangi mereka.

Kemudian kami meminta pada beliau untuk berdoa bagi ahli Dammaj, karena rofidhoh menembaki mereka dengan mortir dan alat-alat berat, dan menghujani markiz. Maka beliaupun mendoakan kebaikan untuk mereka.

Lalu kami bertanya: “Apakah rofidhoh hutsiyyun boleh diperangi wahai Syaikh?”

Beliau menjawab: “Iya, karena mereka berbuat syirik besar dan berdoa pada selain Alloh.”

Soal: “Wahai Syaikh, semoga Alloh menjaga Anda. Apakah boleh kabilah-kabilah untuk menolong saudara-saudara kita di Dammaj, sementara pemerintah melihat perkara ini dan telah mengirimkan panitia penengah dan terbentuk perdamaian tapi hutsiyyun membatalkan perdamaian tersebut!?”

Beliau menjawab: “Iya, hendaknya kabilah-kabilah bangkit dalam bab menolong orang yang terzholimi.”

Lalu kami saling mengingatkan beberapa perkara. Dan beliau bertanya tentang sikap keluarga Ahmar, dan kami tunjukkan pada beliau apa yang terjadi di wilayah Hasyid. Dan kami mengabari beliau وفقه الله bahwasanya rofidhoh itu adalah sisa-sisa majusi yang tinggal di Shon’a pada masa Saif Dzi Yazan.

Kita mohon pada Alloh agar membinasakan rofidhoh dan tidak menegakkan untuk mereka bendera dan tidak memenuhi tujuan mereka.

Saudara kita yang mulia Abu Ubaidah Ahmad Nasywan Al Maldiqiy حفظه الله menulis:

لا يخفاكم ما يحصل في دماج وإخواننا أهل السنة هناك من قبل الحوثيين، فما هو واجب أهل السنة في اليمن حول هذه القضية؟
الشيخ عبد المحسن العباد: الواجب نصرة إخوانهم وإعانتهم إذا تمكنوا من ذلك .
[4 ذي الحجة 1434هـ]

            Soal: “Sebagaimana yang Syaikh ketahui tentang apa yang terjadi di Dammaj dan pada saudara-saudara kita Ahlussunnah di sana dari arah hutsiyyin. Maka apakah kewajiban Ahlussunnah di Yaman seputar kasus ini?”

Asy Syaikh Abdul Muhsin Al Abbad –حفظه الله- menjawab: ”Yang wajib adalah menolong saudara-saudara mereka dan membantu mereka jika sanggup untuk itu.”

(4 Dzul Hijjah 1434 H).

Sumber : http://ashhabulhadits.wordpress.com/2013/10/16/fatwa-jihad-di-dammaj/

"Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh isi blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil , serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,.."

Twitter

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4,071 other followers

Mutiara Salaf

Yahya bin ‘Ammar rahimahullah pernah berkata, “Ilmu itu ada lima (jenis), yaitu: (1) ilmu yang menjadi ruh (kehidupan) bagi agama, yaitu ilmu tauhid; (2) ilmu yang merupakan santapan agama, yaitu ilmu yang mempelajari tentang makna-makna Al-Qur’an dan hadits; (3) ilmu yang menjadi obat (penyembuh) bagi agama, yaitu ilmu fatwa. Ketika seseorang tertimpa sebuah musibah maka ia membutuhkan orang yang mampu menyembuhkannya dari musibah tersebut, sebagaimana pernah dikatakan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu. (4) ilmu yang menjadi penyakit dalam agama, yaitu ilmu kalam dan bid’ah, dan (5) ilmu yang merupakan kebinasaan bagi agama, yaitu ilmu sihir dan yang semisalnya.” [Lihat Majmu’ Fatawa (X/145-146), Siyar A’lamin Nubala’ (XVII/482)]

Mutiara Salaf

Mu’aadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata : “Wajib atas kalian menuntut ilmu agama ini, karena mengajarkannya adalah amalan yang baik, mempelajarinya adalah ibadah, mengingatnya kembali adalah tasbih, mengadakan penelitian tentangnya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak mengerti adalah shadaqah, dan mengerahkan segala kesungguhan terhadap ilmu ini dengan mengambilnya dari para ulama merupakan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.”
Dengan demikian orang yang mengadakan penelitian tentang ilmu agama ini adalah mujahid fi sabilillah.” [Majmu’ Fatawa jilid 4/109]