Syaikh Sholih As Suhaimiy حفظه الله

This category contains 1 post

Nasehat Syaikh Sholih bin Sa’d As Suhaimiy untuk Ahlussunah di Dammaj


NASEHAT SYAIKH  SHOLIH BIN SA’D AS-SUHAIMIY  حفظه الله
UNTUK AHLUSSUNNAH DI DAMMAJ
3 Shafar 1435 H

Diterjemahkan oleh:
Abu Fairuz Abdurrohman al-Jawiy
-semoga Alloh menjaganya-
Dammaj, 11 Shafar 1435 H

Pertanyaan: -semoga Alloh memperbagus keadaan Anda- Adakah peringatan yang terkait dengan saudara-saudara kita di Dammaj ?

Berkata asy-Syaikh Sholih As Suhaimiy  حفظه الله :

Hasbunallohu wani’mal wakiil. Saudara-saudara kita di Dammaj sedang menghadapi serangan gencar yang ganas dari para musuh Alloh, musuh Sunnah, musuh Shohabat dan musuh Qur’an dan Sunnah, yang mana musuh-musuh tadi tidak beragama Islam sedikitpun. Bahkan mereka itu adalah termasuk kelompok yang bermain-main dan nash-nash syariat, karena mereka itu membawa ayat-ayat adzab kepada para Shohabat Rosululloh shollallohu’alaihiwasallam, dan membawa ayat Rohmah dan Jannah kepada keluarga Nabi.  Continue reading

"Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh isi blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil , serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,.."

Twitter

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4,179 other followers

Mutiara Salaf

Yahya bin ‘Ammar rahimahullah pernah berkata, “Ilmu itu ada lima (jenis), yaitu: (1) ilmu yang menjadi ruh (kehidupan) bagi agama, yaitu ilmu tauhid; (2) ilmu yang merupakan santapan agama, yaitu ilmu yang mempelajari tentang makna-makna Al-Qur’an dan hadits; (3) ilmu yang menjadi obat (penyembuh) bagi agama, yaitu ilmu fatwa. Ketika seseorang tertimpa sebuah musibah maka ia membutuhkan orang yang mampu menyembuhkannya dari musibah tersebut, sebagaimana pernah dikatakan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu. (4) ilmu yang menjadi penyakit dalam agama, yaitu ilmu kalam dan bid’ah, dan (5) ilmu yang merupakan kebinasaan bagi agama, yaitu ilmu sihir dan yang semisalnya.” [Lihat Majmu’ Fatawa (X/145-146), Siyar A’lamin Nubala’ (XVII/482)]

Mutiara Salaf

Mu’aadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata : “Wajib atas kalian menuntut ilmu agama ini, karena mengajarkannya adalah amalan yang baik, mempelajarinya adalah ibadah, mengingatnya kembali adalah tasbih, mengadakan penelitian tentangnya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak mengerti adalah shadaqah, dan mengerahkan segala kesungguhan terhadap ilmu ini dengan mengambilnya dari para ulama merupakan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.”
Dengan demikian orang yang mengadakan penelitian tentang ilmu agama ini adalah mujahid fi sabilillah.” [Majmu’ Fatawa jilid 4/109]