Syaikh Yahya Al Hajuuri -hafidhohullah-

This category contains 7 posts

Bahaya Merayakan ‘Idul Hubb (Valentine’s Day)


Bismillah …

valentine-dan-hukum-perayaan

Asy Syaikh Yahya Al Hajuriy -hafidhohullah- menasehatkan :

“Dan hari raya ini (yang dinamakan dengan Hari Kasih Sayang / Valentine’s Day) dan ini mendapat pemberitaan publikasi yang luas yang terkenal dan berulang-ulang termasuk dari hari raya orang-orang kafir dan termasuk dari perkara baru (perkara bid’ah).

Dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa alihi wasallam berkata : “aku diutus dengan pedang, sampai Allah yang tidak ada sekutu bagiNya diibadahi, dan dijadikan rezekiku di bawah naungan tombakku, dan dijadikan kehinaan dan kerendahan bagi siapa yang menyelisihi perintahku, dan barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari golongan mereka.”

Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berkata : “Hai orang-orang yang beriman janganlah kalian menjadikan orang-orang kafir sebagai wali (penolong) selain orang-orang yang beriman. Inginkah kalian mengadakan alasan yang nyata bagi Allah untuk menyiksa kalian” [QS. An-Nisa’ ayat 144]

Sama saja apakah pertolongan itu berbentuk ucapan ataukah perbuatan semua itu haram (hukumnya). Dan hari raya orang kafir termasuk sebab untuk menyerupai mereka, mencintai mereka, dan berjalan di atas cara mereka.

Dan Allah -Azza wa jalla- berkata : “Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir, saling mencintai dan berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, walaupun mereka bapak-bapak mereka, atau anak-anak mereka, saudara-saudara, ataupun keluarga mereka.” [QS. Al-Mujadilah ayat 22]

Maka mencintai orang-orang kafir dan menyerupai mereka (seperti) pada hari raya mereka atau menyerupai mereka pada seluruh perkara mereka (maka ini adalah) perkara yang sangat diharamkan. perkara yang sangat diharamkan.

Berkata Allah Ta’ala : “Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nashara), mereka berkata : Kami takut akan mendapat bencana. Maka pasti Allah akan mendatangkan kemenangan kepada Rasul-Nya atau keputusan dari sisi-Nya. Kemudian mereka menyesal terhada apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” [QS. Al-Maidah ayat 52]
Sama saja apakah bersegera dalam amalan-amalan mereka, atau perkara-perkara mereka, atau menyerupai mereka, atau apa yang semisalnya, semua itu haram. dan dia (Valentine’s Day) termasuk sebab kerusakan. Hari raya ini termasuk sebab kerusakan dan termasuk sebab perzinahan.

Sedangkan kecintaan apakah kecintaan karena Allah, ataukah kebencian karena Allah, maka ini adalah karunia. Dan Nabi Muhammad -shallallahu ‘alayhi wasallam- berkata : “kecintaan karena Allah dan kebencian karena Allah merupakan ikatan keimanan yang paling kuat.”

Dicuplik dari : http://sh-yahia.net/show_sound_312.html

Continue reading

Beberapa Muhadhoroh Syaikh Yahya Al Hajuri حفظه الله Ba’da Hijrah


Bismillahirrohmanirrohim

BEBERAPA MUHADHOROH SYAIKH YAHYA AL HAJURI حفظه الله
SETELAH HIJRAH DARI DAMMAJ PADA TAHUN 1435 H

—————————————————————————————————

محاضرة شيخنا في مسجد السنة بسعوان
تطرّق فيها لأسباب خروج أهل السنة من دماج
Muhadharah Syaikh Yahya al-Hajuri  حفظه الله di Masjid as-Sunnah Sa’wan Shan’a Yaman, 
17-03-1435 H. Judul : Sebab-sebab Ahlus Sunnah keluar dari Dammaj.
Download :
http://goo.gl/d1GwsY
http://mir.cr/1FHNJSOX

محاضرة شيخنا في مسجد الفتح بصنعاء
بعنوان: نصيحة للمسلمين حول العناية بهذا الدين
سجلت هذه المحاضرة
ليلة السبت
24 / ربيع أول 1435هـ
Muhadharah Syaikh Yahya al-Hajuri  حفظه الله di Masjid Fath Shan’a,
24-03-1435 H. 
Judul: Nasihat bagi kaum Muslimin Seputar Penjagaan Agama Ini
Download :
http://goo.gl/2nvIo4
http://mir.cr/DABTSROT

محاضرة في مسجد بشائر الخير بصنعاء
لشيخنا العلامة أبي عبد الرحمن يحيى بن علي الحجوري حفظه الله
شدة الابتلاء لا يزيد المؤمن إلا ثباتا و اهتداء
سجلت هذه المحاضرة ليلة السبت
1 / ربيع الثاني1435هـ
Muhadharah Syaikh Yahya al-Hajuri  حفظه الله
01-04-1435 H
Download :
http://goo.gl/ZrM0l1
http://mir.cr/6ALWEZFZ

—————————————————————————————————

Sumber : http://www.sh-yahia.net/

Mutiara Hikmah Asy-Syaikh Yahya al-Hajuri حفظه الله


بسم الله الرحمن الرحيم

الكلام الحق وملازمته يزيد الإيمان وكذا الفعل الحق ، والموفق من تحرى الحق في كلامه وأفعاله
Perkataan yang benar dan menetapinya menambah iman, begitu pula perbuatan yang benar, orang yang mendapatkan taufiq adalah orang teliti dalam mencari Al- haq baik dalam ucapan ataupun perbuatan.

من غلا في شيء فقد بالغ في ذمه
Barangsiapa yang berlebihan pada sesuatu berarti sama saja dia telah menghinanya dengan sepenuh penghinaan.

من رددنا عليه بالحق و هزم فإنما ذلك لقوة الحق وليس لقوتنا
Siapa saja yang kita bantah dengan bantahan yang benar kemudian dia terjerembab kalah, hal itu karena kekuatan al-Haq yang ada bukan karena kekuatan kita.

كم من إنسان لسانه مثل العسل وعمله أردى من ريح البصل
Betapa banyak orang yang lisannya semanis madu tetapi amalannya lebih busuk daripada aroma bawang.

قد ضللنا إذا ولسنا من المهتدين إذا سكتنا عن الخائنين.
Sungguh kita sesat dan tidak melihat bila kita tetap diam dari para pengkhianat.
الدعوة لا تنصر بالفتن ولا بالمعاصي ولكن الدعوة تنصر بالعلم والحق ونشر السنة بين الناس .
Dakwah ini tidak akan tertolong dengan fitnah dan tidak pula dengan maksiat akan tetapi dakwah akan tertolong dengan ilmu dan kebenaran serta tersebarnya sunnah di kalangan manusia.

من رد الخير فلا يبقى له الخير ولا يحقر هذا الخير إلا من حقره الله
Barangsiapa menolak kebaikan maka tidak tersisa baginya kebaikan, dan tidaklah menghinakan kebaikan ini kecuali orang yang dihinakan Allah.

من تعصب للباطل رأسه منكس
Barang siapa yang fanatik kepada kebatilan maka kepalanya terbalik.

ومهما كان الذكاء بغير توفيق من الله لا يفلح
Bagaimanapun kecerdesan seseorang kalau tidak mendapat taufiq Alloh dia tidak akan beruntung.

ينفعك نصحي ولا يضرك تقصيري
Ambilah manfaat dari nasehatku dan tidak membahayakanmu kekuranganku.

لا تكن سببا في تواثب الناس عليك بل كن سببا في تآخي الناس بينهم ومفتاحا للخير ومغلاقا للشر
Janganlah kamu menjadi sebab orang mencabik-cabikmu bahkan jadilah sebab persaudaraan mereka dan pembuka kebaikan sarta penutup kejahatan.

الحزبيون فساق ومبتدعة
Al-Hizbiyyun orang-orang fasiq dan termasuk ahli bid`ah.

الذي يريد لنفسه الخير فليستقم
Bagi yang menginginkan pada dirinya kebaikan maka istiqomahlah.

الدراسة في المساجد إحياء للسنة وفيها البركة
Belajar di masjid itu menyebabkan hidupnya sunnah, dan di dalamnya ada barokah.

الباطل ينبغي أن يزجر ولا ينشر
Kebatilan hendaknya diredam bukan disebarkan.

القول الذي يخالف الدليل قول هزيل
Ucapan yang menyelisihi dalil adalah ucapan yang lemah.

هذه الدعوة تأتيها الفتن وتزول وإن عظم كيدهم، وما تزول إلا بالدعاء
Dakwah ini selalu didatangi fitnah, dan akan sirna fitnah itu walaupun besar tipu muslihatnya, dan tidak akan lenyap kecuali dengan doa.

من أخذ الحق فهو عادل لقوله تعالى :﴿ وممن خلقنا أمة يهدون بالحق وبه يعدلون﴾ الأعراف : 181
Barangsiapa mengambil kebenaran dia itulah orang yang adil karena firman Allah: ”Dan di antara makhluq yang kami ciptakan adalah umat yang mengambil kebenaran sebagai petunjuk dan dengannya dia berbuat adil.” (Al A’raaf: 181)

السنة فالسنة لزومها خير وبركة
Assunnah, menetapi sunnah penuh kebaikan dan barokah.

نحن لا نفرح بالكثرة ولا نحزن بالقلة
Kami tidak merasa bahagia dengan mayoritas, dan tidak sedih karena minoritas.

من جرحه علماء أهل السنة فهو مجروح فافهموه
Siapa saja yang di-jarh oleh ulama sunnah maka dia itu majruh, fahamilah ini.

الحق أحق أن يتبع من الرجال ، ونحن نعظم الرجال على حسب تعظيمه للدعوة السلفية
Al-Haq lebih berhak untuk diikuti daripada orang bagaimanapun besarnya karena kita mengagungkan karena kadar pengagungan dia terhadap dakwah salafiyah.

لو تركت شأن السنة للعامة لا تقام السنة
Kalau dipasrahkan perkara sunnah kepada orang awam tidak akan terwujud sunnah.

ألا فلا يضعف أمام أهل الباطل فإنهم أذلهم الله بمعاصيهم
Ketahuilah, jangan sampai lemah di hadapan ahlul bathil, karena mereka telah dihinakan Allah karena kemaksiatan mereka.

دعوتنا واضحة وفيها بركة
Dakwah kita sangat jelas dan di dalamnya penuh barokah.

دين الله أحق بالدفاع من الأشخاص
Agama Alloh lebih berhak untuk dibela daripada sosok yang ditokohkan.

الإهمال في العلم إهمال في جوانب كثيرة ، إهمال في السنة وإهمال في الإتباع وإهمال في الحق
Meremehkan ilmu merupakan peremehan dalam banyak sisi, dan meremehkan sunnah sama saja meremehkan ittibadan meremehkan al-haq.

ولا ينبغي أن ينهزم صاحب الحق أمام صاحب الباطل
Tidak sepantasnya ahlul haq bertekuk lutut di hadapan ahlul bathil.

الخير يبرز نفسه والسنة تبرز نفسها ، ومن أراد الخير والسنة وجدهما
Kebaikan akan nampak sendiri begitu pula sunnah, dan barangsiapa menghendaki kebaikan dan sunnah dia akan mendapatkannya.

كثرة المساس يذهب الإحساس
Terlalu banyak bersentuhan mematikan rasa.

لا يسلمون من الفتن إلا بالتمسك بالكتاب والسنن
Tidaklah bisa selamat dari fitnah kecuali dengan berpegang teguh dengan kitab dan sunnah.

لا ينكر الجرح والتعديل إلا أحد الثلاثة: المجروح أو الضال أو الجاهل، قاله شيخنا الوادعي رحمه الله
Tidaklah mengingkari jarh watta`dil kecuali salah satu dari tiga jenis manusia: orang yang majruh atau sesat atau bodoh, demikian kata Syaikh Muqbil رحمه الله

من ظفر بالسنة فقد ظفر
Barangsiapa yang berhasil mendapatkan sunnah maka sungguh dia telah beruntung.

الفقه في الدين يهذب الإنسان
Faqih dalam dien mendidik manusia.

إقامة الحدود سلامة وأمن وأمانة
Penegakan hukum adalah keselamatan, keamanan dan amanah.

من قال قولا باطلا رجع على كاهله
Siapa yang mengucapkan ucapan bathil kembali ke punggungnya (menjadi tanggung jawabnya).

إتباع الحسنة بالحسنة دليل على قبولها فهذا هو حقيقة الشكر
Kebaikan diiringi kebaikan sebagai bukti terkabulnya kebaikan itu dan itulah hakikat syukur.

لا تكن أسيرا للتجارة فإن فيه خسارة
Kamu jangan mau menjadi tawanan perniagaan karena akan berakibat penyesalan.

لا تجد منافقًا زاهدًا أبدًا
Kamu tidak akan mendapatkan seorang munafiq yang zuhud selama-lamanya.

مداهنة الشرفاء فساد في الدين
“Mudahanah” (basa-basi demi keduniaan dengan mengorbankan sebagian agama) terhadap orang terhormat (pejabat) merusak agama.

وأينما تحقق كثير من أمور التوحيد تحقق كثير من الأحكام الشرعية
Di manapun tempat yang terlaksana banyak dari perkara tauhid maka banyak pula dari hukum-hukum syariat yang tertegakkan.

اللجوء إلى الله سبب الهداية
Bersimpuh di hadapan Allah sebagai penyebab turunnya hidayah.

وقد رأيت بركة الصمت عن الشر والنطق من الخير
Aku telah melihat barokah diam dari kejahatan (tidak berbicara jahat) dan bicara untuk kebajikan.

إذا رأيت الرجل يلوج في المعاصي فاعلم أنه في شفا هلك
Apabila engkau melihat seseorang bergumul dengan maksiat ketahuilah bahwa dia berada di ambang pintu kebinasaan.

مسكين الذي يجالس أهل البدعة، فإن مجالستهم تشقى ولا تستغفر له الملائكة
Malang dan sangat disayangkan orang yang duduk-duduk dengan ahlul bid`ah, karena duduk – duduk dengan mereka membuat celaka dan malaikat tidak mendoakan ampunan untuknya.

الذين يضلون عن سبيل الله إما أن يكون من المنافقين أو المتشبهين بهم
Orang–orang yang tersesat dari jalan Allah bisa jadi dia itu munafiq atau orang yang menyerupai orang munafiq.

بلد لا يسوسه العلماء بلد مُدَهوَر
Suatu negri yang tidak dipimpn seorang ulama adalah negri yang kacau balau.

الحق أبلج والباطل لجلج
Kebenaran itu bercahaya dan kebatilan itu gelap gulita (arti asli kata-kata (لجلج) adalah orang yang tidak fasih dalam berbicara).

العالم لا يستدل بعمله بل يستدل لعمله بدليله
Perbuatan orang alim itu tidak dijadikan dalil akan tetapi perbuatannya diambil dengan dalilnya.

مجالس العقلاء مجالس رشيدة ، ما أبرك مجالسهم
Majlis para cendekiawan adalah mejlis yang penuh petunjuk, dan alangkah penuh barokahnya majlis-majlis mereka.

من ترك بعض السنة فقد جعل للشيطان نصيبا، فإن اتباع السنة إغاضة للشيطان
Barangsiapa meninggalkan sebagian sunnah sama dengan memberi peluang kepada syaithon, karena mengikuti sunnah itu membikin marah syaithon.

الاقتصار على القول الصحيح مريح
Mencukupkan diri dengan pendapat yang benar itu melegakan hati

من عزم على مناصرة الحق نصره الله
Barangsiapa bertekad untuk membela kebenaran Alloh pasti akan menolongnya.

والله ما فتن من فتن ولا ضل من ضل إلا لضعف تعلقه بالله ، وتهاونه بالعبادة
Demi Allah tidaklah seorang yang terfitnah itu sampai terfitnah, dan tidaklah orang yang tersesat itu sampai tersesat kecuali karena lemahnya ketergantungannya kepada Allah dan peremehannya dalam ibadah.

من رضي العمل بالجهل آثم
Barang siapa yang ridho beramal dengan kejahilan maka berdosalah dia.

الناس أتباع لكل ناعق وبالأخص العلماء والأمراء
Kebanyakan manusia hanyalah pengikut setiap orang yang berteriak, terutama teriakan ulama dan umaro.

الاستقامة هي أساس العز والكرامة
Istiqomah itulah asas kemuliaan dan kehormatan.

بيان كلمة الحق جهاد عظيم
Menerangkan kalimat haq adalah jihad yang agung.

إذا ترك الحق ولم يبينه للناس التبس الحق بالباطل
Kalau kebenaran dibiarkan begitu saja tanpa ada keterangan untuk manusia maka akan terjadi kerancuan antara kebenaran dengan kebatilan.

الدعوة تنصر بالطاعة
Dakwah ini tertolong dengan ketaatan.

لقد تعلمنا العزة والعفة
Sungguh kita telah terdidik dengan `izzah dan `iffah.

ما أريد أن يحبني حزبيون أريد أن يجبني الله ويحبني السنيون الصالحون الذي محبتهم على الصواب
Aku tidak ingin dicintai oleh hizbiyyun, aku ingin dicintai oleh Allah dan sunni yang sholih yang kecintaan mereka itu berdasarkan kebenaran.

PARA PENYUSUN
Abu Turob Saif bin Hadhor Al-Jawi
Abu Fairuz ‘Abdurrohman Al-Jawi
Abu Husain Muhammad Al- Jawi
Abu Arqôm Muslih Zarqoni Al-Jawi
Abu ‘Abdillah Imâm Al-Hanafi Al-Balikpapani
Abu Sholeh Dzakwan Al Medani
Abu Abdillah Muhammad bin Umar Al-Medani
Abu Abdirrohman Shiddiiq Al- Bugishy
Abu Zakariyâ Irhâm bin Ahmad Al-Jawi
Abul ‘Abbas Khodhir Al-Mulki

E-Book : Dasar-Dasar yang Berfaedah Tentang Tauhid, Fiqh dan Aqidah


Bismillah…

 

Judul:

المبادئ المفيدة في التوحيد والفقه والعقيدة

DASAR-DASAR YANG BERFAEDAH TENTANG TAUHID, FIQIH DAN AQIDAH

Penulis:

الشيخ الفقيه العلامة المحدث أبي عبد الرحمن يحيى بن علي الحجوري حفظه الله

ASY-SYAIKH AL-FAQIH AL-‘ALLAMAH AL-MUHADDITS
Abu Abdirrohman Yahya bin Ali Al-Hajuriy
Semoga Alloh menjaganya

Penerjemah:

محمد الأمين بن نور الدين الأمبوني رحِمه الله

Muhammad Al-Amin bin Nurdin Al-Amboniy
Semoga Alloh merohmatinya

وأبي أحمد بن سليم اللّمبوري عفا الله عنه

Dan Abu Ahmad Muhammad bin Salim Al-Limboriy
Semoga Alloh mengampuninya

Cetakan Ketiga/27 Dzul Qo’dah/1434

Penerbit:

Maktabah Abil ‘Abbas

 

المبادئ المفيدة في التوحيد والفقه والعقيدة

بسم الله الرحمن الرحيم

“Dengan nama Alloh yang (الرحمن) Maha Pengasih lagi (الرحيم) Maha Penyayang”.

PENDAHULUAN

Puji syukur kepada Alloh dengan pujian yang banyak dan baik serta berberkah pada-Nya. Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhaq disembah kecuali Alloh satu-satunya, tidak ada sekutu bagi-Nya dan aku bersaksi bahwasanya Muhammad adalah hamba-Nya sekaligus Rosul-Nya. Kemudian sesudah itu:

Alloh (تعالى) berkata:

﴿أَمْ كُنْتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِنْ بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَهَكَ وَإِلَهَ آَبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ﴾ [البقرة: 133].

“Apakah kalian hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) kematian, ketika beliau berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang akan kalian sembah sepeninggalku?” mereka menjawab: “Kami akan menyembah Robbmu dan Robb bapak-bapakmu, Ibrohim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) إِلَهًا وَاحِدًا (Sesembahan Yang Maha Satu) dan kami berserah diri hanya kepada-Nya”. (Al-Baqoroh: 133).

Dan telah shohih sebuah hadits dari Ibnu ‘Abbas semoga Alloh meridhoinya, beliau berkata: Aku berboncengan bersama Rosululloh (صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) pada suatu hari, lalu Rosululloh (صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) berkata:

«يَا غُلامُ إِنِّي مُعَلِّمُكُ كَلِمَاتٍ فَاحْفَظْهُنَّ, احْفَظِ اللَّهَ يَحْفَظْكَ احْفَظِ اللَّهَ تَجِدْهُ تُجَاهَكَ, وَإِذَا سَأَلْتَ فَاسْأَلِ اللَّهَ, وَإِذَا اسْتَعَنْتَ فَاسْتَعِنْ بِاللَّهِ, وَاعْلَمْ أَنَّ الأُمَّةَ لَوِ اجْتَمَعُوا عَلَى أَنْ يَنْفَعُوكَ لَمْ يَنْفَعُوكَ إِلا بِشَيْءٍ قَدْ كَتَبَهُ اللَّهُ لَكَ, جَفَّتِ الأَقْلامُ وَطُوِيَتِ الصُّحُفُ».

“Wahai ghulam (anak remaja), bahwasanya aku ingin mengajarimu dengan beberapa kalimat: Jagalah Alloh niscaya Dia akan menjagamu, jagalah Alloh niscaya kamu akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika kamu meminta maka mintalah kepada Alloh dan bila kamu meminta pertolongan maka mintalah pertolongan kepada Alloh. Dan ketahuilah! bahwasanya, walaupun umat ini bersatu untuk memberikan manfaat kepadamu dengan sesuatu maka tidaklah bisa mereka memberimu manfaat kecuali dengan sesuatu yang Alloh telah menulis (menetapkan)nya bagimu. Dan kalaulah mereka semuanya bersatu untuk memberikan madhorat dengan sesuatu kepadamu maka niscaya mereka tidak akan sanggup memberi madharat kepadamu kecuali dengan sesuatu yang telah Alloh menulis (menetapkan)nya kepadamu, telah diangkat pena-pena dan telah ditutup lembaran-lembaran”.

Ayat dan hadits tersebut, serta dalil yang semisal itu merupakan asas di dalam memberi bimbingan untuk anak-anak dan ini adalah kalimat yang mencakup tauhid kepada Alloh (عَزَّ وَجَلَّ), bimbingan tentang beribadah kepada-Nya, penjagaan batasan hukum-hukum-Nya, bertawakal kepada-Nya, beriman kepada taqdir (ketetapan)-Nya yang baik dan yang buruk, maka pengarahan semacam itu merupakan pendidikan yang benar. Diharapkan bagi siapa yang tumbuh di atas dasar pendidikan seperti itu, dia termasuk dari sebaik-baik hamba dari hamba-hamba Alloh. Dari apa-apa yang mendorongku menulis untuk anak-anak (putra-putri)ku –aku memohon kepada Alloh untuk memperbaiki keadaan mereka dan memperbaiki keadaan perantara mereka- Ini adalah kalimat yang ringkas dalam pelajaran tentang TAUHID, AQIDAH dan FIQIH, yang isinya penuh dengan dalil-dalil dari Al-Qur’an dan As-Sunnah.

Aku mengharap dari Alloh (عَزَّ وَجَلَّ) agar dapat memberikan manfaat kepada anak-anak (putra-putri) semuanya dengan tulisan ini serta suluruh anak-anak kaum muslimin.

Ditulis oleh Abu Abdirrohman Yahya Al-Hajuriy pada bulan Rojab tahun 1425 (seribu empat ratus dua puluh lima) Hijriyah An-Nabawiyyah, shalawat dan salam kepadanya.

Download Buku / E-book nya disini : http://goo.gl/UhGXct

Mirror :

Barokallahufiikum…

 

Seruan Jihad Fi Sabilillah Dari Asy Syaikh Yahya bin Ali Al Hajuriy حفظه الله


Terkait dengan Serangan dan Blokade Yang Dilakukan Oleh Hutsiyyun Rofidhoh Terhadap Dammaj

(Bulan Dzul Hijjah 1434H)

Diterjemahkan Oleh:

Abu Fairuz Abdurrohman bin Soekojo Al Indonesiy Al Jawiy

Semoga Alloh memaafkannya

بسم الله الرحمن الرحيم

          الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه ومن والاه، وأشهد أن لا إله إلا الله وأشهد أن محمدا عبده ورسوله أما بعد:

            Maka berikut ini adalah terjemah dari dua fatwa jihad terbaru dari Fadhilatusy Syaikh Al ‘Allamah Yahya bin Ali Al Hajuriy حفظه الله.

 سائل يقول لماذا لا تقنتون على الرافضة وقد ظل الرسول صلى الله عليه وسلم شهرا يقنت على حي من أحياء العرب؟
إن شاء الله ممكن في الأيام الآتية إن كفانا الله شرهم فذاك خير وإن حصل علينا ضيق فندعوا سنقنت، ونحن الآن نقنت نحن الآن ندعوا والله أننا ندعوا، لا أعلم واحدًا في قلبه إيمان من خلال ما نعرف من ظاهره وما يظهر من خيره إلا ويدعو على الرافضة رجالا ونساء صغارًا وكبارًا، ونسأل الله أن يستجيب للمسلمين المؤمنين فيهم.
والذي نتعجب منه أنهم يقاتلون أهل السنة في دماج جهارًا نهارًا !! وفي الجانب الآخر هم في داخل فندق نوفمبيك يأكلون ويشربون مع المسؤولين مع مسؤولي الدولة كَكُل!!! فأين الشعور بالمسؤولية؟ !
فيما يمكن الحوثي ويسرح ويمرح ويأكل ويشرب معهم ويضحك ويمزح ويقتل المسلمين دون نكير عليه أو دون إيقاف له عند حده؟
هذا شيء تتعجب منه من عدم الشعور بالمسؤولية أمام الله سبحانه وتعالى، وهذا يتزلف إليه يسمر عنده، وذاك يزور سفيره سفير الرافضة أو نائب السفير من أجل أن يظهر له المودة، وذاك أيضا يجامله، وكل هذه المجاملات والتواطؤ على حسابك يا سُنِّى في دمَّاج، على حساب أهل السنة في دماج، وكأنهم كلهم راضون بهذا !!!!
إن لم يكونوا راضين فلماذا هذا التواطؤ؟ أو هذا السكوت؟ لماذا هذا السكوت وهم يحاصرون أهل السنة؟ يحاصر مرة بعد مرة وهكذا يضرب عليهم من أناس فجرة مرة بعد مرة وأولئك ساكتون ؟!!!
Continue reading

Khutbah Idul Fithr – 1433 H


KHUTBAH IDUL FITHR – 1433 H
IMAM DAMMAJ – YAHYA AL-HAJURI

-semoga Alloh menjaganya-

Darul Hadits Dammaj – Yaman
1 Syawwal 1433H

Filehashes
CRC32: 4C41D658
MD5: C895D6D25D371EDEEF3EFF6B1B5273CE
SHA-1: 9C34543562EA597E89EEF2D8834A8B83252052B0

  Khotbah Idul Fithr 1433H – Yahya al-Hajuri (2.9 MiB)

Murottal Syaikh Abu ‘Abdirrahman Yahya bin Ali al-Hajury (30 Juz)


–Update 2.7.1432H–

Download Direct (Mirror 1) : http://www.archive.org

http://safelinking.net/p/498a83ab0d

Download Direct (Mirror 2) : http://www.hotfile.com

http://safelinking.net/p/36df7c19cc

File Hashes: Murottal_Syaikh_Yahya_alHajuri.iso
CRC32: 6BAE0D2A 
MD5: 7D1B52B5DEDE3672945859102C60ED45 
SHA-1: EE1A7A28EEC594AF3589FBC9801C3E665159F153

 Total File:  672 MB


 PETUNJUK

  • Download semua 26 file diatas pada Mirror #2,  lalu ekstrak file menggunakan aplikasi Winrar atau semisalnya.
  • Setelah di ekstrak, akan terbentuk file Murottal_Syaikh_Yahya_alHajuri.iso
  • Silahkan di ‘burning’  file Murottal_Syaikh_Yahya_alHajuri.iso ke CD/DVD menggunakan aplikasi burning favorit anda ATAU  diletakkan di harddisk komputer menggunakan aplikasi Winrar
"Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh isi blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil , serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,.."

Twitter

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4,071 other followers

Mutiara Salaf

Yahya bin ‘Ammar rahimahullah pernah berkata, “Ilmu itu ada lima (jenis), yaitu: (1) ilmu yang menjadi ruh (kehidupan) bagi agama, yaitu ilmu tauhid; (2) ilmu yang merupakan santapan agama, yaitu ilmu yang mempelajari tentang makna-makna Al-Qur’an dan hadits; (3) ilmu yang menjadi obat (penyembuh) bagi agama, yaitu ilmu fatwa. Ketika seseorang tertimpa sebuah musibah maka ia membutuhkan orang yang mampu menyembuhkannya dari musibah tersebut, sebagaimana pernah dikatakan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu. (4) ilmu yang menjadi penyakit dalam agama, yaitu ilmu kalam dan bid’ah, dan (5) ilmu yang merupakan kebinasaan bagi agama, yaitu ilmu sihir dan yang semisalnya.” [Lihat Majmu’ Fatawa (X/145-146), Siyar A’lamin Nubala’ (XVII/482)]

Mutiara Salaf

Mu’aadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata : “Wajib atas kalian menuntut ilmu agama ini, karena mengajarkannya adalah amalan yang baik, mempelajarinya adalah ibadah, mengingatnya kembali adalah tasbih, mengadakan penelitian tentangnya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak mengerti adalah shadaqah, dan mengerahkan segala kesungguhan terhadap ilmu ini dengan mengambilnya dari para ulama merupakan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.”
Dengan demikian orang yang mengadakan penelitian tentang ilmu agama ini adalah mujahid fi sabilillah.” [Majmu’ Fatawa jilid 4/109]