Nasehat

This category contains 1 post

Bahaya Merayakan ‘Idul Hubb (Valentine’s Day)


Bismillah …

valentine-dan-hukum-perayaan

Asy Syaikh Yahya Al Hajuriy -hafidhohullah- menasehatkan :

“Dan hari raya ini (yang dinamakan dengan Hari Kasih Sayang / Valentine’s Day) dan ini mendapat pemberitaan publikasi yang luas yang terkenal dan berulang-ulang termasuk dari hari raya orang-orang kafir dan termasuk dari perkara baru (perkara bid’ah).

Dan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa alihi wasallam berkata : “aku diutus dengan pedang, sampai Allah yang tidak ada sekutu bagiNya diibadahi, dan dijadikan rezekiku di bawah naungan tombakku, dan dijadikan kehinaan dan kerendahan bagi siapa yang menyelisihi perintahku, dan barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk dari golongan mereka.”

Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berkata : “Hai orang-orang yang beriman janganlah kalian menjadikan orang-orang kafir sebagai wali (penolong) selain orang-orang yang beriman. Inginkah kalian mengadakan alasan yang nyata bagi Allah untuk menyiksa kalian” [QS. An-Nisa’ ayat 144]

Sama saja apakah pertolongan itu berbentuk ucapan ataukah perbuatan semua itu haram (hukumnya). Dan hari raya orang kafir termasuk sebab untuk menyerupai mereka, mencintai mereka, dan berjalan di atas cara mereka.

Dan Allah -Azza wa jalla- berkata : “Kamu tidak akan mendapati suatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir, saling mencintai dan berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, walaupun mereka bapak-bapak mereka, atau anak-anak mereka, saudara-saudara, ataupun keluarga mereka.” [QS. Al-Mujadilah ayat 22]

Maka mencintai orang-orang kafir dan menyerupai mereka (seperti) pada hari raya mereka atau menyerupai mereka pada seluruh perkara mereka (maka ini adalah) perkara yang sangat diharamkan. perkara yang sangat diharamkan.

Berkata Allah Ta’ala : “Maka kamu akan melihat orang-orang yang ada penyakit dalam hatinya bersegera mendekati mereka (Yahudi dan Nashara), mereka berkata : Kami takut akan mendapat bencana. Maka pasti Allah akan mendatangkan kemenangan kepada Rasul-Nya atau keputusan dari sisi-Nya. Kemudian mereka menyesal terhada apa yang mereka rahasiakan dalam diri mereka.” [QS. Al-Maidah ayat 52]
Sama saja apakah bersegera dalam amalan-amalan mereka, atau perkara-perkara mereka, atau menyerupai mereka, atau apa yang semisalnya, semua itu haram. dan dia (Valentine’s Day) termasuk sebab kerusakan. Hari raya ini termasuk sebab kerusakan dan termasuk sebab perzinahan.

Sedangkan kecintaan apakah kecintaan karena Allah, ataukah kebencian karena Allah, maka ini adalah karunia. Dan Nabi Muhammad -shallallahu ‘alayhi wasallam- berkata : “kecintaan karena Allah dan kebencian karena Allah merupakan ikatan keimanan yang paling kuat.”

Dicuplik dari : http://sh-yahia.net/show_sound_312.html

Continue reading

"Dipersilahkan bagi Ikhwahfillah sekalian bila ingin menuliskan sepatah atau dua patah komentar, tentunya komentar-komentar yang berakhlak mulia dan yang mempunyai kandungan pahala dari Allah -Subhanahu wa Ta'ala- dan diperbolehkan menyebarkan seluruh isi blog ini dengan syarat untuk kepentingan dakwah Islam dan BUKAN untuk tujuan komersil , serta tidak harus menyertakan URL sumbernya. Jazakumullahu khairan. Barakallohufikum,.."

Twitter

Enter your email address to follow this blog and receive notifications of new posts by email.

Join 4,071 other followers

Mutiara Salaf

Yahya bin ‘Ammar rahimahullah pernah berkata, “Ilmu itu ada lima (jenis), yaitu: (1) ilmu yang menjadi ruh (kehidupan) bagi agama, yaitu ilmu tauhid; (2) ilmu yang merupakan santapan agama, yaitu ilmu yang mempelajari tentang makna-makna Al-Qur’an dan hadits; (3) ilmu yang menjadi obat (penyembuh) bagi agama, yaitu ilmu fatwa. Ketika seseorang tertimpa sebuah musibah maka ia membutuhkan orang yang mampu menyembuhkannya dari musibah tersebut, sebagaimana pernah dikatakan oleh Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu. (4) ilmu yang menjadi penyakit dalam agama, yaitu ilmu kalam dan bid’ah, dan (5) ilmu yang merupakan kebinasaan bagi agama, yaitu ilmu sihir dan yang semisalnya.” [Lihat Majmu’ Fatawa (X/145-146), Siyar A’lamin Nubala’ (XVII/482)]

Mutiara Salaf

Mu’aadz bin Jabal radhiyallahu ‘anhu berkata : “Wajib atas kalian menuntut ilmu agama ini, karena mengajarkannya adalah amalan yang baik, mempelajarinya adalah ibadah, mengingatnya kembali adalah tasbih, mengadakan penelitian tentangnya adalah jihad, mengajarkannya kepada orang yang tidak mengerti adalah shadaqah, dan mengerahkan segala kesungguhan terhadap ilmu ini dengan mengambilnya dari para ulama merupakan amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.”
Dengan demikian orang yang mengadakan penelitian tentang ilmu agama ini adalah mujahid fi sabilillah.” [Majmu’ Fatawa jilid 4/109]